Ditolak UGM, Ribuan Mahasiswa Baru UAD Siap Sambut UAS

YOGYAKARTA (Jurnalislam.com) – Buat kamu yang kecewa dengan batalnya kuliah umum Ustaz Abdul Somad (UAS) di UGM, jangan khawatir karena UAS akan hadir di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Ahad (13/10/2019).

Kabar tersebut dibenarkan oleh Takmir Masjid Islamic Center UAD, Awhinarto saat dihubungi Jurnalislam.com hari ini, Kamis (10/10/2019).

“Njih betul, Insya Allah beliau (UAS) akan mengisi tabligh akbar pada hari Ahad (13/10/2019) bada subuh pukul 04.00 – 07.00 WIB,” katanya.

Awhinarto yang merupakan mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) UAD ini mengatakan, Tabligh akbar dengan tema Birul Walidain (berbakti kepada orang tua) itu merupakan rangkaian acara penyambutan mahasiswa baru.

“Kalau targetnya itu mahasiswa baru ada 7 ribu cuma kapasitas masjid 3 ribu,” katanya.

Ditanya soal perizinan, Awhinarto memastikan pihaknya sudah mengantongi izin baik dari aparat maupun rektorat. “Alhamdulillah terkait perizinan kami tidak ada masalah. Alhamdulillah komunikasi kami dengan UAS juga lancar untuk tabligh akbar tersebut,” ujarnya.

“Kemarin pas kita ajukan pemateri ke pihak rektorat, pihak rektorat pun menyetujui itu atas persetujuan BPH UAD. Dan bagi kami tidak ada masalah karena niat murni meramaikan masjid dan menyambut mahasiswa baru, dari pihak rektor menyetujui mendatangkan ustaz Abdul Somad,” sambungnya.

Awhinarto mengungkapkan, pihaknya mengaku senang bisa mendatangkan UAS untuk mengisi kegiatan tersebut. “Alhamdulillah direspon baik oleh mahasiswa, apalagi yang kami undang UAS jadi sangat diterima oleh mahasiswa,” tutupnya.

 

Gempa Beruntun di Ambon Kamis Ini Timbulkan Kepanikan

AMBON (Jurnalislam.com) – Gempa beruntun yang mengguncang kota Ambon, Kamis (10/10/2019) siang menimbulkan kepanikan dan trauma masyarakat Kota Ambon.

Sebagian besar masyarakat Ambon memilih mengungsikan diri ke kawasan pegunungan di sekitar ibu kota provinsi Maluku itu.

Pemantauan di lapangan, melaporkan, ribuan warga dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun berjalan kaki menuju kawasan Kudamati dan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe. Mereka menyelamatkan diri ke daerah yang tergolong tinggi.

Serangkaian gempa beruntun tersebut dipicu gempa bermagnitudo 5,2 pada pukul 13.39 WIT dan berpusat di 3,57 Lintang Selatan (LS) dan dan 128,26 Bujur Timur (BT).

Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 16 Km arah Timur Laut Kota Ambon, pada kedalaman 10 km.

Suasana kepanikan akibat diguncang gempa beruntun membuat warga tidak sabar dan saling berebutan untukmencapai wilayah tinggi, sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu lintas di hampir semua wilayah pusat Kota Ambon.

Beberapa orang ibu, terlihat berjalan terburu-buru sambil menangis karena mengkhawatirkan anak-anak mereka yang sedang bersekolah maupun kuliah.

“Saya tadi pagi sudah melarang anak saya untuk tidak ke kampus dulu di kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon, menyusul gempa tadi pagi, tetapi dia tetap memaksakan diri untuk pergi. Sekarang kondisi panik begini saya sulit menghubungi anak saya,” ujar Ny. Betty.

Gempa beruntun tersebut membuat warga yang sedang beraktivitas di kantor maupun siswa sekolah berlarian ke luar dan memilih menyelamatkan diri masing-masing ke lokasi aman.

“Beta (saya) deng (dengan) tamang-tamang (teman-teman) mengungsi ke Kudamati dulu. Nanti setelah suasana aman baru pulang ke rumah,” kata Michael, siswa SMP Negeri 19 Talake, Kecamatan Nusaniwe.

BMKG mencatat hingga Kamis siang pukul 14.05 WIT terjadi delapan aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=4,6.

Sumber: republika.co.id

 

Forum Wakaf Produktif Harap Nazhir Pahami Wakaf Sukuk

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Forum Wakaf Produktif (FWP) mendorong nadzhir-nadzhir anggota untuk mempersiapkan materi promosi untuk Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS).

Hal ini untuk mendukung penawarannya nanti kepada donatur ritel.

Kesiapan materi tersebut tergantung pula pada literasi masing-masing lembaga nadzhir. Menurut Ketua FWP, Bobby Manulang, literasi juga masih menjadi pekerjaan rumah termasuk bagi nadzhir.

Belum semua memahami skema menyeluruh dan sistem dari CWLS. “Untuk nadzhir-nadzhir besar lebih siap, namun yang lainnya masih perlu pendalaman,” kata dia pada Republika, Rabu (9/10/2019).

Nadzhir FWP baru akan dilibatkan saat penawaran untuk ritel.

Saat ini, kata Bobby, Badan Wakaf Indonesia (BWI) masih fokus untuk penawaran pada korporasi. Sehingga pendalaman literasi masih belum optimal.

Bobby berjanji akan ada strategi tambahan untuk menambah informasi terkait kejelasan produk, baik bagi nadzhir, media, maupun masyarakat.

Pasalnya, inovasi ini perlu segera direalisasikan setelah diluncurkan akhir 2018 lalu.

“Saat ini kita belum berani open donasi juga karena takutnya lama hingga tersalurkan,” kata dia.

Biasanya, nasabah perlu kejelasan dalam bentuk laporan tentang kemana donasinya disalurkan. Untuk target pun, FWP tidak bisa menentukan bagi masing-masing nadzhir karena kesiapan mereka berbeda-beda.

Sumber: republika.co.id

Harga Emas Berkilau di Kisaran Rp700 Ribu per Gram

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Harga emas yang semakin berkilau meningkatkan portofolio pembeliannya di Bank Mandiri Syariah.

Sekretaris Perusahaan Mandiri Syariah, Ahmad Reza menyampaikan kenaikan harga tidak menyurutkan minat beli emas masyarakat.

“Harga emas yang cukup tinggi bertahan di tiga bulan terakhir ini menyebabkan kenaikan juga terhadap portfolio produk gadai emas dan cicil emas,” kata Reza pada Republika, Rabu (9/10/2019).

Harga emas bertahan di atas Rp 700 ribu dalam tiga bulan terakhir. Harga emas Antam per hari ini tercatat Rp 762 ribu per gram.

Kenaikan portofolio produk emas di Mandiri Syariah bisa berarti masyarakat masih menilainya sebagai produk prospektif, baik untuk lindung nilai maupun investasi.

Selain itu, Reza mengatakan kenaikan portofolio juga dapat diakibatkan dari adanya perbaikan fitur produk gadai emas Mandiri Syariah yang semakin kompetitif.

Pertumbuhan bisnis gadai emas dan cicil emas di Mandiri Syariah per September sendiri tumbuh sebesar 13 persen (yoy).

“Volumenya mengalami pertumbuhan sebanyak 5,81 persen, jumlah nasabah posisi bulan September 2019 juga mengalami pertumbuhan sebesar 5 persen,” katanya.

Cicil Emas Mandiri Syariah adalah fasilitas yang disediakan untuk membantu nasabah membiayai pembelian atau kepemilikan emas berupa lantakan.

Pembiayaan yakni untuk emas batangan dengan minimal jumlah 10 gram.

Waktu pembiayaan yang diinginkan paling singkat adalah dua tahun dan paling lama lima tahun. Pelunasan dipercepat diperbolehkan setelah pembiayaan minimal berjalan satu tahun. Nasabah harus membayar uang muka sebesar 20 persen secara tunai.

Sumber: republika.co.id

 

Menkopolhukam Wiranto Diserang Seorang Pria

PANDEGLANG(Jurnalislam.com)–Kabar mengejutkan datang dari Banten. Menko Polhukam Wiranto diserang oleh seorang pria.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (10/10/2019). Wiranto diserang saat keluar dari mobil.

“Ya ada upaya penusukan di Pandeglang oleh seorang pria,” ujar Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Pria tersebut menyasar Wiranto, tapi sang menteri dilindungi oleh ajudannya. Ajudan Wiranto terluka karena insiden ini.

Pria penusuk Wiranto langsung diamankan oleh aparat keamanan. Saat ini pelaku sedang diperiksa.

Sumber: detik.com

Puan: Kenaikan Iuran BPJS Agar Masyarakat Jaga Kesehatan

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Ketua DPR RI Puan Maharani belum banyak berkomentar soal rencana kenaikan BPJS Kesehatan per Januari 2020 mendatang. Namun ia meyakini, kenaikan BPJS Kesehatan itu bertujuan agar masyarakat menjaga kesehatan.

“Yang pasti kan PBI (Penerima Bantuan Iuran) tetap ditanggung negara walaupun kenaikan sampai dua kali, jadi peserta 96,8 juta itu kan tetap ditanggung negara, ditanggung pemerintah. Yang kelas I dan kelas II ini kan kenaikannya sebagian besar dari mereka itu untuk bisa menjaga kesehatannya secara preventif,” kata Puan, Rabu (9/10).

Terkait tindakan yang akan diambil dirinya sebagai Ketua DPR RI, Puan mengatakan, dirinya belum mendapatkan masukan terkini terkait koordinasi terakhir antara BPJS Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan Kemenko PMK.

Puan mengaku hanya mengetahui rekomendasi periode sebelumnya bahwa BPJS Kesehatan harus memperbaharui kinerja, terutama di bidang manajemen.

Nah tentu saja ke depannya ini kalau sudah terbentuk komisi dan alat-alat kelengkapan, saya akan mendengarkan lagi masukan itu sudah sampai mana, kan sampai hari ini rencana tersebut baru akan dilakukan nanti pada 1 Januari,” ujar Puan.

sumber:republika.co.id

Penanggung Jawab Muslim United Pastikan Acara Akan Tetap Jalan

Ketua Presidium Forum Ukhuwah Islamiyah Yogyakarta Syukri Fadholi, sekaligus penasihat acara Muslim United (MU) mengatakan bahwa acara Muslim United id Masjid Kauman Yogyakarta akan dan harus tetap berjalan.

Menurutnya, beberapa pihak keamanan mendatanginya berkaitan tentang ramainya surat larangan Kraton menggunakan alun-alun untuk acara Muslim United.

“Karena ada pembatalan dengan alasan politis, maka saya tegaskan bahwa MU adalah acara yang bersifaf agama kebangsaan sosial dan ekonomi kerakyatan.

Ia menepis tuduhan bahwa MU adalah acara radikal dan anti NKRI.

“Saya minta ada jalan tengah bahwa MU harus tetap berjalan sesuai yg rencana, dengan tabayyun serta negoisasi dengan pihak Kraton,” katanya.

Boleh jadi, kata Syukri, jika ada pembicara yang dinilai tidak baik, maka tidak akan menjadi pembicara.

“Jalan tengah ini sebagai  jalan yang terbaik sebagai budaya titik ending, untuk saling menghargai semua pihak,” pungkasnya.

 

 

Sikap UGM Menolak UAS Dinilai Bertentangan dengan Nilai Pancasila

Ketua Presidium Forum Ukhuwah Islamiyah Yogyakarta Syukri Fadholi menanggapi penolakan kampus UGM yang melaran UAS berceramah di masjid.

Syukri mengatakan bahwa justru sikap UGM bertentangan dengan nilai Pancasila.

“Dengan sikap yang sepert itu Justru menunjukkan UGM sebagai Lembaga Pendidikan yang sekular, dan hal itu justru bertentangan nilai Pancasila,” kata dia, Rabu (9/10/2019)

Ia pun menambahkan bahwa sikap UGM berkontradiksi dengan kedudukannya,  sebagai Lembaga Tinggi Ilmiyah dan yang mengklaim sebagai Perguruan Tinggi Pancasila.

reporter: ally

 

Dirjen: Pertemuan Pakar Falak MABIMS Akan Hasilkan Kajian Kokoh dari Sisi Fikih dan Sains

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) – Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin mengatakan, perbincangan terkait hisab dan rukyat di negara-negara Muslim merupakan persoalan penting yang menjadi kebutuhan publik. Persoalan yang masuk dalam ranah fikih ini sudah diawali sejak era awal perkembangan Islam.

 

“Sejatinya, hal ini sudah mendapat perhatian yang serius dari pakar hukum Islam, terutama kaitannya dengan berbagai pelaksanaan ibadah seperti arah kiblat, waktu shalat, awal bulan, waktu gerhana bulan dan matahari,” katanya melalui rilis yang diterima redaksi Jurnalislam.com, Rabu (09/10/2019).

 

Diuraikan Dirjen, dalam kaitan pelaksanaan ibadah, kajian hisab rukyat setidaknya memiliki dua dimensi sekaligus, yaitu dimensi Syari’ah, dan dimensi Astronomi.

 

Dimensi syariah utamanya merujuk kepada waktu pelaksanaan ibadah, yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis maupun ijtihad para ulama. Sedangkan dalam Astronomi, merupakan formulasi terhadap tafsir-tafsir yang terdapat dalam nash-nash tersebut dalam membuat rumusan matematis yang digunakan dalam perkiraan waktu.

 

Mengingat pentingnya pembahasan mengenai Hisab dan Rukyat itu, maka Pertemuan Pakar Falak MABIMS yang digelar Ditjen Bimas Islam selama tiga hari ini diharapkan dapat menghasilkan kajian-kajian komprehensif yang berasaskan pada landasan ilmu keislaman yang kokoh, disertai perangkat dari perkembangan sains yang canggih dan maju.

 

Pertemuan bertajuk “Perkembangan Visibilitas Hilal dalam Perspektif Sains dan Fikih” ini dihadiri 60 pakar ilmu falak dari empat negara MABIMS, yaitu delegasi dari Brunei Darussalam sebanyak 4 orang, Malaysia 4 orang, Singapura sebanyak 2 orang, dan berbagai pakar tanah air di antaranya dari LAPAN, ITB, Badan Informasi Geospasial (BIG), Planetarium, BMKG, UIN/IAIN, Pakar Hisab Rukyat Ormas Islam dan seluruh Pejabat Teknis Hisab Rukyat dan Syariah, dan pemangku kepentingan di bidang Hisab Rukyat dan Syariah Indonesia.

Pertemuan Pakar Falak MABIMS, Menag: Dari Qiyas Hingga Konsensus

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) – Pertemuan Pakar Falak Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) digelar di Yogyakarta pada 8-10 Oktober 2019.

Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan pertemuan tersebut adalah upaya pemerintah dalam mendukung terlaksananya kewajiban ibadah umat secara luas.

“Pertemuan Pakar Falak MABIMS yang mengangkat tema ‘Perkembangan Visibilitas Hilal dalam Perspektif Sains dan Fikih’ ini merupakan sebuah langkah untuk mencari kemaslahatan dan kebermanfaatan dari lmu Falak, sehingga betul-betul mampu mengejawantah dan mewujud dalam mendukung pelaksanaan kewajiban-kewajiban dalam menjalankan ajaran Islam,” katanya melalui siaran pers yang diterima redaksi Rabu (09/10/2019).

Untuk mewujudkan cita-cita  tersebut, Menag menjelaskan pentingnya membaca tema secara lebih luas, seperti pada nilai kemanfaatan, kemaslahatan, hingga ketertiban yang hanya dapat dihasilkan melalui konsensus.

Pentingnya penentuan konsensus itu, menurut Menag dapat diupayakan melalui pertemuan-pertemuan yang intensif antara para pakar falak dan ahli astronomi guna mencari titik temu antara keilmuan berbasis agama dengan sains.

Hal itu diuraikan Menag dengan menampilkan qiyas antara penentuan proses awal penanggalan qamariyah dengan proses manasik haji.

Dikatakan Menag, beberapa persoalan keagamaan dapat berubah karena faktor perubahan zaman, dengan meminjam konsep qiyas (analogi–red) Menag berupaya memberikan sikap optimis dapat mempertemukan ragam pendapat terkait penentuan awal bulan qamariyah.

“Kita sulit membayangkan bagaimana perubahan dapat terjadi dalam beberapa cerita keagamaan. Saya mencoba mengambil contoh pada saat ibadah Haji, yaitu ada orang yang wukuf di Padang Arafah tidak lagi di atas batu, namun di dalam tenda-tenda ber-AC, bahkan dengan sofa-sofa dan hidangan yang enak, dan ini menjadi luar biasa”, ujarnya.

Ditambahkannya bahwa poin yang disampaikannya ini berangkat dari konsep hukum dalam fikih, yaitu dari kaidah Al-Hukmu Yaduuru Ma’al Illah yaitu hukum selalu dinamis dengan sebab-sebab yang mengitarinya.

“Hukum itu lahir bukan untuk hukum itu sendiri, atau dalam kaidah fikih kita mengenal “al-hukmu yaduru ma’al illah” bahwa hukum itu hadir dengan sebab yang mengitarinya, ia dapat bersifat dinamis selama memberikan sisi kemaslahatan atau bertujuan sesuai dengan maqasid syariah”, tambah Menag.