Nasihat Ulama Kepada Negeri Seribu Bencana

BEKASI (jurnalislam.com) – Buku Tadzkirah ke-tiga yang ditulis oleh Ustadz Abu Bakar Ba’asyir adalah suatu bentuk tanggung jawab seorang Ulama Rabbani kepada umat Islam mengenai berbagai bencana yang menimpa di negerinya. Dengan memberikan nasihat yang tulus dalam bentuk tulisan ditujukan kepada para penguasa NKRI serta komponen pemerintahannya sebagai bentuk kasih sayang beliau kepada negeri ini, meskipun beliau sendiri dipenjara oleh penguasa NKRI itu sendiri.

Bedah buku yang berjudul “Tadzkirah Kepada Penguasa tentang Bencana di Indonesia” diselenggarakan oleh Al Tsaurah Institute, dilaksanakan di Masjid Al Hikmah, Bekasi, pada hari Ahad (6 April 2014). Dengan menghadirkan dua pembicara dari Jama’ah Ansharut Tauhid, yaitu Ustadz Haris Amir Falah dan Ustadz Muhammad Akhwan, diskusi bedah buku berjalan khidmat.

Selaku pembicara pertama, Ustadz Haris Amir Falah yang merupakan Amir JAT Wilayah Jakarta mengatakan, “Bahwa nasihat Tadzkirah yang ke-tiga ini adalah Tadzkirah kepada seluruh umat, yang menurut ulama bahwa bencana yang timbul di suatu negeri disebabkan oleh kemaksiatan dan kekufuran yang dilakukan penguasa dan komponen masyarakat secara terang-terangan.”

Ustadz Haris Amir Falah juga menyampaikan, “Perlunya peringatan kepada penguasa merupakan suatu bentuk dakwah yang dilakukan para Nabi dan Rasul ketika menemui para penguasa yang menyimpang dari Syari’at Allah.”

“Dan buku tadzkirah ini telah disebarluaskan ke seluruh komponen pemerintah negeri ini, sebagai bentuk kepedulian atas berbagai peristiwa bencana yang terjadi di negeri ini,”

“Peringatan tersebut ditujukan agar para penguasa negeri ini bertaubat dari segala kemaksiatan dan  kekufuran yang dilakukan oleh penguasa terhadap syari’at Allah,” pungkas Ustadz Haris.

Secara lugas Ustadz Haris Amir Falah juga menyampaikan kepada seluruh jamaah yang hadir bahwa, “Semua bencana yang terjadi di negeri ini, baik bencana alam, bencana akidah, bencana akhlak, hingga bencana iman, yaitu bencana yang membuat pelakunya keluar dari Islam tanpa disadari oleh para pelakunya, semuanya itu ternyata bermuara pada suatu sumber yaitu kekuasaan penguasa yang kufur.”

Dengan menyitir surah An Nahl : 112, “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat “.

Ustadz Haris menjelaskan, “Dimana kondisi negeri tersebut adalah negeri yang awalnya secara skala politik dan sosialnya berada dalam keadaan aman dan tentram, negeri yang ditinjau dari segi ekonomi adalah negeri yang diturunkan rejeki yang berlimpah. Kemudian negeri tersebut kufur terhadap nikmat Allah SWT, maka Allah ganti negeri itu menjadi negeri yang penuh ketakutan, kelaparan karena kekufuran yang dilakukan oleh negeri itu sendiri, seperti di negeri NKRI ini.

Kelaparan dan ketakutan menjadi sebuah pemandangan yang biasa terjadi di negeri ini, karena kekufuran yang dilakukan oleh para penguasa kepada syari’at Allah “.

Lalu Pembicara ke-dua, Ustadz Muhammad Akhwan selaku Amir Biniyabah Jama’ah Ansharut Tauhid mengatakan, “Negeri yang dihuni oleh masyarakat muslim terbesar di dunia, ternyata tiap hari dipenuhi berbagai bencana, mulai dari bencana alam, bencana ekonomi, bencana politik, hingga bencana moral, hal ini akibat ulah penduduk negeri itu sendiri yang disebakan karena para penguasa yang telah memimpin bangsa ini dengan hukum buatan manusia disertai menolak hukum Allah serta syariatnya “.

“Fenomena penyebab kerusakan tersebut disebabkan tingkah polah manusia akibat dari kemaksiatan dan kesyirikan serta amalan kekufuran lainnya yang dilakukan oleh manusia. Menukar nikmat Allah dengan kekufuran adalah suatu hal yang biasa dilakukan oleh para penguasa negeri ini, maka untuk meredam bencana, Allah SWT memberikan jalan keluar sebagaimana yang disebutkan di dalam Quran surah An Nisaa: 147, Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui, “ pungkas beliau .

Beliau juga menyampaikan, “ Bukan rahasia umum lagi suatu bukti nyata kemaksiatan yang dilakukan oleh para pejabat negeri ini seperti korupsi dimana mana, penjarahan dan penindasan terhadap umat Islam,  hingga sampai di gedung tempat mereka bekerja pun (gedung DPR) banyak sekali ditemukan kondom bekas, bukankah ini suatu bencana akhlaq yang luar biasa sedangkan masyarakat umum tahu akan hal itu“.

Ditutup dengan surah Al An’aam : 65 beliau mengakhiri tausiyahnya pada acara bedah buku Tadzkirah 3, “Katakanlah : Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya), “ tutur Ustadz Muhammad Akhwan.  (ded412)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.