SANAA (jurnalislam.com)— Pertempuran antara militer Yaman dan kelompok Houthi kembali meningkat setelah militer melancarkan serangan udara terhadap sejumlah posisi kelompok tersebut di Provinsi Taiz. Pada saat yang sama, Houthi mengancam akan terus menyerang bandara-bandara di Arab Saudi.
Komando Militer Taiz menyatakan serangan udara menyasar posisi, konsentrasi pasukan, dan kendaraan Houthi di sejumlah lokasi di provinsi barat daya Yaman tersebut.
Dalam pernyataannya, pihak militer menyebut sasaran serangan meliputi wilayah al-Maqrami serta perbukitan al-Jaasha dan al-Sallal di sebelah timur Kota Taiz. Serangan juga diarahkan ke Hisn al-Mukhaf dan kawasan Bala’an di garis depan Aqrouz, bagian selatan provinsi tersebut.
Pihak militer belum merinci jumlah korban jiwa maupun kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan tersebut.
Sementara itu, sejumlah media Yaman, termasuk platform independen Yemen Future, melaporkan serangan terpisah di ibu kota Sanaa. Namun, laporan tersebut tidak menyebutkan pihak yang bertanggung jawab maupun dampak serangan.
Di wilayah utara Yaman, kantor berita Saba yang dikelola Houthi melaporkan enam serangan udara Arab Saudi di Distrik Majz dan Kota Saada. Serangan roket juga dilaporkan terjadi di Distrik Sahar.
Informasi tersebut berasal dari media yang dikelola Houthi dan belum disertai perincian independen mengenai korban maupun kerusakan.
Houthi Ancam Bandara Arab Saudi
Di tengah meningkatnya pertempuran, juru bicara militer Houthi Yahya Saree menegaskan bahwa kelompoknya akan melanjutkan serangan terhadap bandara-bandara Arab Saudi meskipun terdapat seruan internasional dan PBB untuk menghentikan serangan.
Melalui unggahan di platform X, Saree memperingatkan maskapai penerbangan, petugas penerbangan, dan penumpang agar tidak menggunakan bandara maupun wilayah udara Arab Saudi karena berpotensi menjadi sasaran serangan.
Ancaman tersebut disampaikan setelah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026).
Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Angka korban tersebut merupakan keterangan otoritas Saudi dan perlu dibedakan dari klaim pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.
Ancaman terhadap fasilitas penerbangan menambah risiko bagi aktivitas sipil di kawasan tersebut, terutama bagi penumpang dan maskapai yang menggunakan jalur udara Arab Saudi.
Konflik Meluas di Tengah Perang Berkepanjangan
Eskalasi terbaru berlangsung ketika pertempuran di Yaman dilaporkan meningkat sejak Juli dan dampaknya meluas hingga ke Arab Saudi.
Yaman telah dilanda konflik berkepanjangan sejak kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Perkembangan tersebut mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun telah menimbulkan krisis kemanusiaan dan berulang kali mengancam keamanan kawasan. Serangan terhadap fasilitas penerbangan dan ancaman terhadap wilayah udara kini menambah dimensi risiko bagi masyarakat sipil serta transportasi regional.
Perkembangan di Taiz, Saada, dan Sanaa menunjukkan bahwa situasi keamanan Yaman masih rapuh. Sementara itu, ancaman Houthi terhadap bandara Saudi berpotensi memperluas dampak konflik melampaui wilayah Yaman.