Muslim Lamu Kenya Berunjuk Rasa Tolak Pelarangan Jilbab di Sekolah

Muslim Lamu Kenya Berunjuk Rasa Tolak Pelarangan Jilbab di Sekolah

KENYA (Jurnalislam.com) – Memperingati Hari Hijab Dunia, Jumat (1/2/2019) ratusan umat Islam di Provionsi Pesisir Lamu, Kenya menggelar unjuk rasa menentang dibatalkannya keputusan pengadilan yang mengizinkan perempuan muslim mengenakan jilbab di sekolah.

Unjuk rasa yang diinisasi organisasi Muslims for Human Rights (Muhuri) itu bertajuk “Breaking stereotypes and shattering boundaries”.

Koordinator lapangan Muhuri Lamu, Umulkheir Ahmed mengatakan bahwa Konstitusi memberikan kebebasan beribadah.

“Hukum memungkinkan kita untuk memanifestasikan agama kita melalui ibadah dan ketaatan,” katanya dilansir media nasional Kenya, The Star.

Perempuan di Lamu menginginkan putusan itu, namun dibatalkan karena masalah teknis, dihalangi.

Ahmed mengatakan, hak-hak gadis Muslim akan dilanggar jika sekolah melarang jilbab.

Dia juga mengungkapkan ada peningkatan diskriminasi terhadap Muslim yang mengenakan jilbab.

Petugas pendidikan Lamu Barat Rukia Gilgil mengatakan kebijakan pendidikan harus menghormati keyakinan seseorang.

“Kekuasaan yang diberikan kepada dewan manajemen sekolah tidak boleh bertentangan dengan Konstitusi,” katanya.

Dalam kesempatan yang jarang terjadi di Lamu, para guru dan siswa madrasah berunjuk rasa memprotes larangan tersebut.

Lamu adalah ibukota Distrik Lamu, Provinsi Pesisir, Kenya. Kota yang berada di Pulau Lamu ini berpenduduk 20.000 jiwa dan mayoritas beragama Islam.

Sumber: The Star Kenya

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X