MSF: Satu Keluarga Terkena Serangan Senjata Kimia di Utara Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah organisasi medis internasional mengatakan bahwa dokter mereka merawat empat pasien di kota Aleppo, Suriah, pekan lalu yang menunjukkan gejala terpapar bahan kimia.

Doctors Without Borders atau Médecins Sans Frontières (MSF) mengatakan pada hari Selasa (25/08/2015) bahwa seluruh pasien tersebut berasal dari satu keluarga – dua orang tua, seorang anak perempuan berusia tiga tahun dan bayi perempuan berusia lima hari.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, MSF mengatakan empat anggota keluarga tersebut tiba di sebuah rumah sakit milik mereka satu jam setelah serangan terjadi pada tanggal 21 Agustus.

Organisasi itu mengatakan keempat pasien menderita kesulitan pernapasan, kulit meradang, mata merah dan konjungtivitis.

"Dalam waktu tiga jam kulit mereka meradang dan kesulitan pernapasan mereka memburuk," katanya.

"Staf MSF merawat mereka dan memberi mereka oksigen sebelum mentransfernya ke fasilitas lain untuk perawatan khusus."

Keluarga itu datang dari kota Marea, di distrik Azaz, sebelah utara Aleppo, yang mendapatkan serangan bom mortir dan artileri intensif selama sepekan.

Marea berada di garis depan pertempuran utara Aleppo, dimana Islamic State (IS) baru saja meluncurkan sebuah serangan baru terhadap Mujahidin Suriah lainnya.

Kota ini terletak 20 kilometer di sepanjang jalan raya yang menghubungkan Aleppo dengan perbatasan Turki.

Rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad sering menggunakan senjata kimia dalam menghadapi lawan-lawannya.

Gas mustard, yang juga dikenal sebagai sulfur mustard, adalah senyawa kimia yang pertama kali digunakan sebagai senjata kimia selama Perang Dunia I.

Para pasien mengatakan kepada MSF bahwa mortir menghantam rumah mereka sekitar pukul 07:30 pada tanggal 21 Agustus dan gas kuning memenuhi ruang tamu mereka setelah itu.

"MSF tidak memiliki bukti laboratorium untuk mengkonfirmasi penyebab gejala ini," kata Pablo Marco, manajer program MSF di Suriah.

"Namun, dari gejala klinis, dan juga cara gejala ini berubah dari waktu ke waktu, serta kesaksian pasien tentang keadaan keracunan semua mengarah ke paparan bahan kimia."

Perkembangan ini terjadi dalam situasi kemanusiaan yang memburuk dengan cepat di wilayah Aleppo, MSF mengatakan, menambahkan bahwa sedikitnya 11 fasilitas medis telah sengaja ditargetkan dengan bom barel  rezim Assad selama beberapa bulan terakhir.

Pesawat-pesawat tempur dan helikopter milik pasukan rezim Syiah Assad sering  menjatuhkan bom barel di daerah pemukiman di luar kendali mereka.

MSF mengoperasikan enam fasilitas medis di dalam wilayah Suriah dan mendukung langsung lebih dari 100 klinik, pos kesehatan dan rumah sakit lapangan di negara itu.

 

Deddy | Al Jazeera | Reuters|  Jurniscom

 

 

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses