Responsive image

Mesut Ozil Serukan Dunia Islam Bantu Muslim Turkistan Timur

Mesut Ozil Serukan Dunia Islam Bantu Muslim Turkistan Timur

LONDON (Jurnalislam.com) – Bintang sepakbola Mesut Ozil belum lama ini memposting sebuah pernyataan tentang dukungannya kepada kaum muslimin di Turkistan Timur. Melalui akun Instagramnya, Ozil menuliskan keprihatinannya terhadap kondisi kaum Muslimin di Turkistan Timur dalam bahasa Turki yang diberi judul “Oh Turkistan Timur”.

Berikut curahan hati mantan gelandang timnas Jerman dan Real Madrid itu,

O East Turkestan

The bleeding of wound of the ummah.
The community of fighters who resist the persecution.
The glorious believers who are fighting along against those who try to forcibly take them away from Islam.
Qur’ans are burned, mosques are closed, madrasa are banned, religious scholars are killed one by one.

The brothers are forced into the camp.
Chinese men are settled in their families instead of them.
The sisters are forced to marry chinese men.

Despite all this, the ummah of prophet Muhammad is silent.
Do don’t object/say anything. Muslims are not supported.
Don’t they know that consenting to persecution is persecution?
How nicely Hadrat Ali said: “If you cannot prevent persecution, make it known publicity!”

While these event have been on the agenda even in the Western media and states for months and weeks, where are the muslim countries and their media.

Don’t they know that staying neutral when persecution is carried out is despicable?
Don’t they know that what our brothers and sisters will remember about this sad/tough days years later is not the torture of the tyrant, but the silence of us, their Muslim brother?

O Allah, help our brothers and sisters in East Turkestan.

Absolutely Allah is the best of planners

Mesut Ozil

View this post on Instagram

#HayırlıCumalarDoğuTürkistan 🤲🏻

A post shared by Mesut Özil (@m10_official) on

Terjemahan bahasa Indonesia:

Darah dari umat yang terluka.
Kelompok pejuang yang menentang penganiayaan.
Orang-orang beriman yang mulia yang senantiasa melawan mereka yang mencoba mengambil paksa dari Islam.
Al-Qur’an dibakar, masjid ditutup, madrasah dilarang, ulama dibunuh satu per satu.

Saudara-saudara kita dipaksa masuk ke kamp.
Orang-orang Cina menetap dalam keluarga yang bukan keluarga mereka.
Saudari-saduari kita dipaksa menikahi pria Cina.

Namun terlepas dari semua ini, umat Nabi Muhammad diam.
Tidak keberatan dan mengatakan apa pun.
Umat Islam tidak mendukung.
Tidakkah mereka tahu bahwa membiarkan penindasan adalah penindasan?
Alangkah baiknya Hadrat Ali berkata: “Jika Anda tidak dapat mencegah penindasan, buatlah penindasan itu agar diketahui publik!”

Sementara peristiwa ini telah menjadi agenda utama di media Barat selama berbulan-bulan dan minggu, lalu di mana negara-negara muslim dan medianya.

Tahukah mereka bahwa bersikap netral terhadap penindasan adalah sebuah kehinaan?
Sadarkah mereka bahwa apa yang yang akan diingat oleh saudara-saudara kita di Turkistan bukanlah tentang hari-hari sedih atau kepedihan yang mereka alami selama bertahun-tahun kedepan, bukanlah penyiksaan oleh tiran, akan tetapi mereka akan mengingat diamnya kita yang mengaku sebagai saudara Muslim mereka?

Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami di Turkestan Timur.

Hanya Allah sebaik-baiknya pembuat rencana.

Mesut Ozil

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X