NEW YORK (jurnalislam.com)— Menteri Luar Negeri RI Sugiono menekankan pentingnya persatuan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam memperkuat solidaritas dan kerja sama untuk memperjuangkan kepentingan dunia Islam, khususnya Palestina.
Hal itu disampaikan Sugiono dalam Pertemuan Koordinasi Tahunan Menteri Luar Negeri OKI yang digelar di sela-sela High-level Week Sidang Majelis Umum ke-81 PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu (24/9).
“Persatuan di antara negara-negara anggota OKI akan memperkuat solidaritas dan kerja sama untuk menyuarakan kepentingan dunia Islam,” tegas Sugiono.
Dalam pertemuan tersebut, Palestina menjadi salah satu perhatian utama. Sugiono menyoroti kekerasan yang masih dihadapi rakyat Palestina di Gaza serta perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang dinilai terus menghambat upaya mewujudkan solusi dua negara.
Menurut Sugiono, berlanjutnya kondisi tersebut berkaitan dengan belum adanya akuntabilitas atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Israel. Ketiadaan konsekuensi, menurutnya, memungkinkan pelanggaran terus berlangsung dan berdampak terhadap stabilitas kawasan.
“Hukum internasional harus ditegakkan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban,” ujar Sugiono.
Indonesia kemudian mendorong negara-negara anggota OKI memanfaatkan momentum semakin luasnya pengakuan internasional terhadap Palestina untuk memperkuat koordinasi dan kesatuan dalam mendorong perdamaian yang berkelanjutan.
Sugiono juga menekankan pentingnya implementasi Peta Jalan Perdamaian di Gaza yang berjalan seiring dengan penguatan persatuan nasional serta kapasitas pemerintahan Palestina.
“Upaya perdamaian perlu berjalan seiring dengan penguatan kemampuan rakyat Palestina dalam menentukan dan mengelola masa depannya sendiri,” ujar Menlu Sugiono.
Selain isu Palestina, Sugiono menilai OKI perlu mengambil peran lebih luas dalam menghadapi berbagai tantangan global. Dengan hampir dua miliar masyarakat Muslim di seluruh dunia, OKI dinilai memiliki kekuatan kolektif yang signifikan untuk turut mendorong terbentuknya sistem internasional yang lebih inklusif, termasuk melalui reformasi PBB.
Pertemuan koordinasi tersebut juga membahas sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama negara-negara anggota OKI.
Dalam kesempatan itu, negara-negara anggota OKI turut menyampaikan ucapan selamat dan dukungan kepada Sekretaris Jenderal OKI periode 2026–2031, Yang Mulia Ismail Ould Cheikh Ahmed, yang terpilih dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa OKI di Jeddah pada 27 Agustus 2026.