Masjid Salamah Solo Inisiasi Program Masjid Ketahanan Pangan

Masjid Salamah Solo Inisiasi Program Masjid Ketahanan Pangan

SOLO (Jurnalislam.com)–Penyebaran virus Covid-19 menimbulkan dampak ekonomi kepada banyak warga. Banyak diantara mereka mengalami penurunan pendapatan secara signifikan bahkan hingga kehilangan pekerjaan.

Hal ini mendorong jamaah Masjid Salamah Tipes Jln sri Narendro, Rt 06/14, Tipes, Serengan, Solo bersama Pelayanan Masyarakat (Yanmas) Ansharu Syariah membuat posko dapur umum untuk masyarakat.

Yakni melalui program Masjid Benteng Ketahanan Pangan atau disingkat dengan nama Matengan.

Takmir masjid Salamah Abu Khattab menjelaskan bahwa program Matengan itu bentuk upaya membantu masyarakat dalam menghadapi wabah virus covid-19, dan dimulai pada momen bulan ramadhan tahun 1441 Hijriyah.

“Jadi mereka yang hari ini kesulitan dengan pekerjaannya tidak ada masukan, itu langsung kita beri berupa nasi jadi sayur lauk pauk. Karna ini bulan Ramadhan ya kita sediakan untuk berbuka puasa dan sekaligus untuk sahur,” terangnya, Rabu, (6/5/2020).

“Bisa di bawa pulang, membawa tempat sendiri dari rumah, rantang atau wadah lainnya, kemudian sore itu sudah matang diambil kemudian untuk dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga,” imbuhnya.

Menurutnya, Masjid harus menjadi pusat kegiatan sosial di masyarakat dan bisa membantu warga dalam menjamin kebutuhan pangan di masyarakat.

“Jadi sasarannya ya sekitar masyarakat, jamaah masjid sekitar, mereka yang benar membutuhkan itu tidak lagi kesulitan untuk makan. Jadi sementara untuk karena momen Ramadhan, untuk konsumsi buka dan sahur itu yang ingin kita laksanakan,” ungkapnya.

Abu Khattab juga menghimbau kepada masjid masjid yang lain, supaya bisa meniru apa yang dilakukan oleh masjid Salamah tersebut.

“Jadi masjid kita fungsikan sebagai benteng ketahanan pangan, jadi berusaha kita memakmurkan masjid dengan jamaahnya dengan warga sekitar yang memang membutuhkan, kita buka posko dapur umum yang bisa membantu masyarakat sekitar,” paparnya.

“Masjid itu punya pemasukan reguler baik dari infaq jum’atan dari pengajian dari donatur dari muslimin-muslimin sekitar,hal ini yang kita manfaatkan masjid menjadi Baitulmalnya umat, masjid menjadi dana penyokong umat,” tandas Abu Khattab.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X