Majelis Ta’lim Kecamatan Jagakarsa Adakan “Gerakan Subuh Keliling”

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis ta’lim se-kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan menggelar kegiatan Gerakan Subuh Keliling. Kegiatan tersebut diadakan sebagai salah satu bentuk memakmurkan masjid.

“Dengan tujuan untuk memakmurkan masjid, gerakan subuh keliling kita adakan,” tutur penyenggara, ustadz Muhammad Yusuf, Ahad (17/1/2016).

Ustadz yang aktif di Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu menyampaikan bahwa menghidupkan masjid adalah salah satu sunnah Nabi SAW. Di masjid, lanjutnya, Rasulullah mengatur negara, menyusun strategi perang, dan lain sebagainya.

"Pada masa Rasulullah dan para sahabat Masjid adalah titik kumpul untuk menyelesaikan berbagai masalah keumatan. Kita coba tengok sirah (sejarah-red), di masjid Rasulullah mengatur negara, di masjid Rasulullah mengatur strategi menghadapi kaum kafir. Masjid adalah sentral pergerakan, bukan hanya tempat shalat," paparnya.

Namun ustadz Yusuf menyayangkan hari ini umat Islam meninggalkan masjid yang dampak buruknya sudah dapat dilihat.  

"Hari ini masjid banyak ditinggalkan, lihat akibatnya, kaum muslimin di Indonesia khususnya, berpecah, mudah masuk aliran-aliran sesat, partai politik berbasis umat Islam tidak laku, dan dampak yang kita rasakan hari ini  Jakarta dipimpim orang diluar Islam," tegasnya.

Lebih jauh, ustadz Yuduf menegaskan musuh Islam akan gentar jika umat Islam memenuhi masjid pada setiap waktu–waktu shalat.

"Musuh Islam tidak gentar dengan banyaknya jumah masa yang demonstrasi, musuh Islam akan gentar jika rumah Allah dipenuhi kaum muslimin di tiap-tiap waktu shalat," pungkasnya.

Reporter: Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.