Majelis Mujahidin: Pemerintah Semakin Mesra dengan Komunis

Majelis Mujahidin: Pemerintah Semakin Mesra dengan Komunis

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ketua Laznah Tanfidziyah Majelis Mujahidin, Irfan S Awwas mengatakan, rezim Jokowi semakin mesra dengan komunis. Hal itu dikatakan Irfan menanggapi penyambutan Presiden Jokowi atas kunjungan Sekjen Partai Komunis Vietnam (PKV), YM Nguyen Phu Trong di Indonesia belum lama ini.

“Dari kunjungan tersebut kita bisa melihat bahwa rezim Jokowi ini semakin mesra dengan komunis,” kata Irfan kepada Jurnalislam.com di Ponpes Benda, Tasikmalaya, Sabtu (26/8/2017).

Presiden Bertemu Sekjen Partai Komunis Vietnam, Ini Pernyataan Sikap Forsika Jatim

Irfan menjelaskan, kemesraan rezim Jokowi dengan komunis itu dapat dilihat dari dua segi. Pertama, pada tahun 2016 pemerintah membuat Undang-undang bebas masuk Indonesia tanpa visa bagi 169 negara, termasuk Cina.

“Dan kita lihat akibatnya Cina masuk bawa narkoba, bawa bibit beracun, bibit wortel, bibit cabe, kemudian bawa pelacur juga,” tegasnya.

Kedua, lanjut Irfan, adalah kerjasama pemerintah dengan negara-negara komunis, yang terbaru dengan Vietnam. Padahal, kata dia, Undang-undang No. 27 Tahun 1999 mengatakan, siapa saja untuk yang berhubungan dengan komunisme atau bekerja sama baik di dalam maupun di luar negeri akan dipidana 15 tahun penjara.

Jalin Kerjasama dengan Komunis, DSKS Tegur Presiden

“Tetapi bukan hanya rezim pemerintah yang bekerja sama dengan komunis sekarang ini, komunis Cina maupun komunis Vietnam atau komunis Korea Utara, tetapi juga partai,” ungkap Irfan.

PDIP dan Nasdem diketahui berulang kali mengirimkan kadernya ke Cina untuk mengadakan ‘diklat kepempinan’ bersama Partai Komunis Cina. “Karena itu rakyat Indonesia seharusnya memprotes pemerintahan ini dan juga PDIP dan Nasdem,” pungkasnya.

Bagikan
Close X