Mahasiswa Jember Kecam Tindakan Represif Aparat saat 22 Mei

Mahasiswa Jember Kecam Tindakan Represif Aparat saat 22 Mei

JEMBER (Jurnalislam.com)–Ratusan mahasiswa Jember yang berasal dari organisasi mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Pelajar Islam Indonesia (PII), menggelar aksi demonstrasi di bundaran gedung DPRD Jember, (28/05/2019).

Aksi organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Aktifis Jember (PAJ) dilakukan sebagai bentuk protes dan mendesak pemerintah usut tuntas kasus represif aparat 22 Mei di Jakarta.

Dalam aksinya, massa membawa sejumlah poster yang bertuliskan ‘Usut Tuntas Korban 22 Mei’, “Tolak represif aparat”, “Pemilu 2019 berdarah-darah” juga “Indonesia darurat demokrasi”.

Korlap aksi, Abdul Rohhim mengatakan, aksi damai ini sebagai respon terhadap kondisi bangsa pasca pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) pada 17 April 2019 kemarin, yang mengabaikan nilai hukum dan kemanusian.

“Demo ini menyoroti kondisi bangsa pasca Pemilu serentak 2019. Iklim kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang tidak sehat. Maka, mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Aktifis Jember (PAJ) sepakat untuk turun kejalan guna mendesak pemerintah agar bertindak sesuai amanat hukum,” katanya.

Dalam aksi tersebut, elemen mahasiswa menyayangkan tindakan represif aparat yang berakibat jatuhnya korban jiwa saat aksi 21-22 Mei lalu.

“kami mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas kerusuhan tersebut. Kami juga mendesak kepada pemerintah untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) atas kematian petugas KPPS, serta memberi jaminan pendidikan kepada anak-anak korban,” lanjutnya.

Bahkan, elemen mahasiswa tersebut juga mengecam kebijakan Menkopolhukam dan Menkominfo yang menutup akses media sosial. Hal ini jelas mencederai azas demokrasi, serta bentuk pembungkaman terhadap kebebasan dan hak atas kebenaran informasi.

“Meskipun pemerintah berdalih untuk mengantisipasi penyebaran konten hoaks. Namun, pembatasan yang ada bertentangan dengan konstitusi dan mematikan mata pencaharian online shop yang memanfaatkan media sosial,” kata Ketua IMM Jember Andi Saputra di sela aksinya.

Di ujung orasinya, massa aksi menegaskan bahwa aksi yang dilakukan pihaknya tanpa ada afiliasi politik ke paslon presiden 01 ataupun 02.

“ini adalah Aksi murni untuk keprihatian atas tercederainya hukum Indonesia,” pungkasnya
(kontributor : pras)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X