Responsive image

Laporan: Lebih dari 200.000 Orang Mengungsi dari Mosul

Laporan: Lebih dari 200.000 Orang Mengungsi dari Mosul

MOSUL (Jurnalislam.com) – Lebih dari 200.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran pasukan Irak untuk merebut kembali kota Mosul dari IS yang dimulai pada bulan Oktober, menurut sebuah organisasi non pemerintah yang berbasis Swiss.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (he International Organisation for Migration-IOM) memperkirakan, dalam laporan yang dirilis pada hari Ahad, bahwa 45.000 orang telah melarikan diri dari barat Mosul sejak pertempuran untuk mengusir IS mulai bulan Februari.

Lebih dari 17.000 orang tiba dari Mosul barat pada tanggal 28 Februari saja, sementara lebih dari 13.000 lainnya datang pada tanggal 3 Maret, menurut IOM.

Pada hari Sabtu, seorang pejabat senior pemerintah Irak secara terbuka mengkritik PBB yang memimpin upaya untuk membantu orang-orang yang terlantar akibat pertempuran di barat Mosul. PBB juga mengatakan bahwa bantuan tersebut adalah “prioritas utama”.

“Sayangnya, jelas ada kekurangan dalam pekerjaan mereka [UN/PBB],” Jassem Mohammed al-Jaff, Menteri perpindahan dan migrasi, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Reporter Al Jazeera Dekker, melaporkan dari Mosul timur, Ahad (05/03/2017), bahwa arus orang terus berdatangan.

“Karena kapasitas kamp telah penuh, para pengungsi sekarang sedang dibawa ke daerah Kurdi di Irak utara sini,” katanya.

“Ada bus di belakang kami yang baru saja tiba dengan lebih banyak orang. Kita berbicara tentang ribuan dan ribuan orang.”

Selain itu, tenaga medis memperingatkan bahwa perempuan dan anak-anak telah terkena gas beracun dekat kota.

Jika dikonfirmasi, penggunaan senjata kimia dan agen beracun dalam pertempuran itu akan mmbuktikan adanya kejahatan perang, PBB mengatakan.

Di darat, pasukan Irak yang didukung AS telah maju dalam dorongan baru menuju pusat kota tua Mosul dari sisi barat Sungai Tigris, untuk mengusir IS, menurut juru bicara militer Irak.

Asap membubung di atas Mosul barat pada hari Ahad saat pasukan maju dalam pertarungan yang ditandai dengan ledakan dan tembakan senjata otomatis terus-menerus.

“Polisi Federal dan pasukan Divisi Reaksi Cepat menyerang lingkungan Al Dindan dan Al Dawasa,” kata Irak Joint Operations Command (JOC).

Bagikan
Close X