KSPI Tegaskan Tolak Wacana Asuransi Pengangguran

KSPI Tegaskan Tolak Wacana Asuransi Pengangguran

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menolak wacana asuransi pengangguran.

“Ini persoalan tentang arogansi kekuasaan yang melindungi kepentingan pemilik modal, apalagi pemerintah mulai mewacanakan asuransi pengangguran. Kita menolak karena mau menghapus pesangon, kalau tidak menghapus pesangon tentu kita mengapresiasi,” ungkap Said kepada JITU News Agency (JNA) di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/11/16) siang.

Tentang penetapan upah minimal dalam PP No 78, Said meminta untuk menaikan nilainya di atas yang sudah ditentukan.

“Karena ada kepentingan pemilik modal, nah yang kita minta Bupati dan Walikota untuk menetapkan upah minimum kisaran kenaikannya adalah di atas nilai PP 78 ialah yang nilainya 8,25 %, kita minta kenaikannya dari buruh usulannya adalah 15 % sampai 20 %,” tuturnya.

Jika tidak dipenuhi, Said mengancam akan mengajukan Pengadilan Tata Usana Negara (PTUN) serta mogok nasional.

“Kalau itu tidak dipenuhi tuntutan tersebut kita akan melakukan langkah-langkah PTUN, dan langkah yang paling besar tadi selain PTUN adalah mogok nasional bersamaan dengan gerakan bela melawan penistaan agama atau kami menyebutnya gerakan rakyat,” pungkasnya.

Anggota ILO (Internasional Labour Organization) menyatakan bahwa Indonesia mempunyai rata-rata upah yang sangat murah.

“Upah Indonesia ini sudah sangat murah, kalau kita pakai data ILO. Buruh Indonesia upahnya 174 US dolar, sementara Vietnam jauh di atas Indonesia, rata-ratanya 181 US dolar per bulan,” paparnya yang juga didampingi oleh Sekjend KSPI Muhammad Rusdi.

Said juga mengungkapkan siap bergabung dengan seruan aksi bela Qur’an yang rencananya akan kembali digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI).

Reporter: Ali Muhtadin/JITUNewsAgency

Bagikan
Close X