Ketua TP PKK NTB Kecam Pelarangan Jilbab di Lombok

DOMPU (Jurnalislam.com) – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Erica Zainul Majdi mengecam adanya isu larangan mengenakan jilbab yang diduga diterapkan oleh beberapa hotel di Pulau Lombok. Ia meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait menelusuri kebenaran isu tersebut.

“Kalau memang ada info seperti itu, dicari tahu dulu kebenarannya,” kata Erica ditemui saat Parade Rimpu dalam Festival Pesona Tambora di Dompu, Jumat (15/4/2016).

Perempuan nomor satu di NTB itu meminta hotel yang terbukti membuat kebijakan melarang karyawati mengenakan jilbab agar dijatuhi sanksi. “Itu jelas kita sayangkan dan tidak boleh,” tegasnya sebagaimana dilansir lombokpost.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah hotel di Pulau Lombok terindikasi belum menerima pada calon karyawati yang mengenakan jilbab. Perempuan berjilbab yang mencoba melamar mengaku terang-terangan ditolak jika tak mau melepaskan jilbabnya selama jam kerja.

Kata Erica, jika benar, dia menilai kebijakan itu melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Ia menekankan, keputusan seseorang untuk mengenakan jilbab tidak ada hubungannya dengan kompetensi kerja mereka.

“Kalau pakai jilbab kan kompetensi kerjanya tak berpengaruh. Kenapa perlu dilarang,” kecamnya.

Ia berharap, isu itu tidak benar adanya. Kalaupun benar, lanjutnya, harus segera disikapi. Apalagi NTB sendiri dikenal sebagai daerah religius yang notabene menerapkan konsep pariwisata halal.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.