Responsive image

Keluarga Terdakwa Kasus Social Kitchen Solo Datangi Kejari Surakarta

Keluarga Terdakwa Kasus Social Kitchen Solo Datangi Kejari Surakarta

SOLO (Jurnalislam.com) – Keluarga dari 12 terdakwa kasus perusakan kafe Social Kitchen Solo mendatangi Kejaksaan Negeri (kejari) Surakarta, Jumat (10/3/2017). Keluarga mendesak Kejari untuk segera memindahkan 12 tersangka dari Rutan Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Jawa Tengah ke Rutan Kelas I Surakarta.

Permintaan keluarga itu berdasarkan Surat Penetapan Pengadilan Negeri Surakarta Nomor:07/pen.pid/2017/PN.Skt yang mengabulkan perpanjangan masa penahanan selama 30 hari di Rutan Solo terhitung sejak 5 Maret – 3 April 2017. Namun hingga saat ini 12 tersangka yang merupakan aktivis Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) itu masih ditahan di Polda Jateng, Semarang.

“Kami mengantar keluarga yang intinya untuk menanyakan tentang surat penetapan dari pengadilan negeri nomor 07/pen.pid/2017/PN.skt,” kata Kuasa Hukum LUIS, Muhammad Kurniawan di Kejari Surakarta, Jumat (10/3/2017).

Menanggapi itu, Kepala Kejari Surakarta, Sumarjo, SH mengaku pihaknya tidak mempunyai kewenangan perihal Surat Ketetapan tersebut. Menurut Sumarjo, kasus tersebut ditangani oleh Polda Jateng dan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

“Sudah ada perpanjangan kepada terdakwa, pasti tidak ada yang terlambat dari pengadilan. Masalah pindah atau tidak tergantung pimpinan kami, karena yang menangani Polda dilimpahkan ke Kejati, jadi kami tidak berwenang untuk menjawab. Kami bisa mengusulkan kepimpinan agar terdakwa dipindah ke Rutan Surakarta,” ujarnya.

Kejari Surakarta akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Tinggi Semarang dan berjanji akan memberikan penjelasan kepada keluarga terdakwa pada hari Senin (13/3/2017).

“Nanti kita akan kordinasi Dengan Jaksa Penuntut umum dari Sana dan karena saya hanya sebagai adminitrasi maka saya hari senin saya akan kesana untuk kordinasi terkait pelimpahan perkara dan perpanjangan penahanan dan kemungkinan selasa sudah ada jawaban,” jelas Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Surakarta, Bambang Saputra.

Keluarga dan Kuasa Hukum terdakwa akan kembali mendatangi Kejari Surakarta untuk mendengar penjelasan Kejari. Kuasa Hukum LUIS, Kurniawan menilai penahanan yang dilakukan pihak Polda terhadap 12 kliennya itu tidak mempunyai dasar hukum yang jelas.

“Kemarin kita sampaikan di komisi kejaksaan Jakarta juga. Jadi keduabelas orang ditahan di Rutan Polda itu dasarnya hukumnya apa, tidak ada. Karena di pengadilan itu harusnya di Rutan Surakarta,” tutupnya.

Keluarga yang mendatangi Kejari Surakarta itu adalah para istri dari terdakwa dan didampingi oleh tim kuasa hukum LUIS dan tim advokasi Dewan Syariat Kota Surakarta (DSKS).

Reporter: Arie Ristyan

Bagikan
Close X