• Opini

    Anies Di Tengah Bullyan

    Oleh: Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Media mainstream menjauh. Kinerja, prestasi dan serah terima penghargaan tak menarik bagi televisi. Baru ramai jika dibully. Itulah sosok Anies Rasyid Baswedan. Kali ini obyeknya lem aibon. Anggarannya 28,8 miliar. Masak satu kaleng lem Aibon harganya 184 ribu? Mahal amat! Gak salah tuh? Salah! Kata Susi Suhati, […]

    Selengkapnya: Anies Di Tengah Bullyan
  • Opini

    Tinjauan Kritis Soal Wacana Pelarangan Cadar oleh Pemerintah

    Oleh: Penulis: Muhammad Akbar, S.Pd* (Jurnalislam.com)–Dalam dua hari ini, isu tentang pelarangan cadar kembali mencuak setelah menteri agama Fachrul Razi mengatakan bahwa orang yang memakai niqab atau cadar di larang masuk dalam instansi pemerintah, dengan alasan untuk menjaga stabilitas keamanan. “Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab, tapi melarang […]

    Selengkapnya: Tinjauan Kritis Soal Wacana Pelarangan Cadar oleh Pemerintah
  • Kolom

    Menanti Kesalahan Anies

    Oleh: Tony Rosyid*(Jurnalislam.com)–Blessing! Gara-gara lem aibon, Anies diberitakan. Sejumlah TV mengundang untuk minta klarifikasi. Ritmenya memang selalu begitu, dibully lalu masuk tivi. Tanpa ada bully, beberapa stasiun tivi alergi untuk mengundang Anies. Takut? Sepertinya begitu. Pepatah mengatakan: “setiap prestasi tidak saja mendatangkan banyak teman, tapi juga banyak musuh”. Di tengah institusi yang korup anda tidak […]

    Selengkapnya: Menanti Kesalahan Anies
  • Opini

    Sudahi Saja Narasi Radikal!

    Oleh Chusnatul Jannah* (Jurnalislam.com)–Isu radikalisme makin kencang suaranya. Setelah Kabinet Indonesia Maju serentak memerangi radikalisme di Indonesia. Begitulah salah satu pesan penting Jokowi kepada para menterinya setelah mereka dilantik. Meski beberapa dari mereka menjelaskan bahwa radikalisme tak melulu terkait agama tertentu, namun praktiknya narasi radikalisme justru banyak menyasar Islam dan pemeluknya. Dalam menangani isu ini, […]

    Selengkapnya: Sudahi Saja Narasi Radikal!
  • Opini

    Jeritan Hati Rakyat Atas Kenaikan Iuran BPJS

    Oleh : Anang Imamuddin* Rakyat Indonesia adalah pemegang terbesar saham bangsa dan negara ini. Merekalah pemilik yang berdaulat atas negara ini. Rakyat bukan obyek tetapi subyek. Mereka mempunyai “pelayan” bernama pemerintah baik dari tingkat desa yaitu kepala desa beserta perangkatnya sampai dengan presiden beserta para menterinya. Lembaga negara dan pemerintah (eksekutif, legislatif, yudikatif) pun pada […]

    Selengkapnya: Jeritan Hati Rakyat Atas Kenaikan Iuran BPJS
  • Kolom

    Anies Di Tengah Bullyan

    Oleh:  Tony Rosyid* (Jurnalislam.com)–Media mainstream menjauh. Kinerja, prestasi dan serah terima penghargaan tak menarik bagi televisi. Baru ramai jika dibully. Itulah sosok Anies Rasyid Baswedan. Kali ini obyeknya lem aibon. Anggarannya 28,8 miliar. Masak satu kaleng lem Aibon harganya 184 ribu? Mahal amat! Gak salah tuh? Salah! Kata Susi Suhati, sekretaris Disdik DKI. Salah input, […]

    Selengkapnya: Anies Di Tengah Bullyan
  • Opini

    Potret Kabinet, Singkirkan yang Lemah Ambil yang Kuat

    Oleh: Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa JURALISLAM.COM – Jokowi sudah umumkan para pembantunya yang duduk di kabinet. “Tidak ada visi menteri, yang ada adalah visi presiden dan wakil presiden,” kata Jokowi saat memberi pembekalan kepada para pembantunya itu. Ada 34 menteri. 16 (47 %) dari parpol, 18 (53%) dari profesional. Yang dimaksud profesional […]

    Selengkapnya: Potret Kabinet, Singkirkan yang Lemah Ambil yang Kuat
  • Opini

    Wajah Baru Kemenag dan Masa Depan Keberagamaan di Indonesia

    Oleh:  Ainul Mizan, S.Pd* (Jurnalislam.com)–Usai sudah menag yang baru dilantik tanggal 23 Oktober 2019. Jenderal (purn) Fahrul Rozi menggantikan menag Lukman Hakim Saifuddin. Presiden Jokowi memberikan arahan mengenai tugas Menag baru untuk mengurusi radikalisme hingga industri halal. Menanggapi hal tersebut, Prof. Din Syamsuddin menyebut bahwa Kemenag sekarang sebagai Kementerian Anti Radikalisme (www.suara-islam.id, 24 Oktober 2019). […]

    Selengkapnya: Wajah Baru Kemenag dan Masa Depan Keberagamaan di Indonesia
  • Opini

    Tata Kelola dan Jaminan Syariah dalam Perbankan Syariah

    Oleh: Firda Laillia* (Jurnalislam.com)–Perbankan syariah adalah penawaran jasa terkait dengan keuangan tanpa menggunakan mekanisme bunga melainkan menggunakan prinsip bagi hasil. Lahirnya konsep mengenai perbankan syariah diawali dengan adanya  cendekiawan muslim yang menyatakan bahwa konsep pada bank konvensional tidak sesuai dengan prinsip-prinsip islam. Dalam praktik pembayaran dan penerimaan melarang adanya  praktik ribawi seperti perjudian, penimbunan, serta […]

    Selengkapnya: Tata Kelola dan Jaminan Syariah dalam Perbankan Syariah
  • Opini

    Mengatasi Dampak Negatif Gadget bagi Generasi Z

    Oleh: Gesang Ginanjar Raharjo* (Jurnalislam.com)–Seiring perkembangan zaman, gadget bukanlah benda mahal bagi para orang tua. Dengan uang dibawah dua juta rupiah saja mereka sudah bisa membelikan sebuah gadget untuk anak mereka. Banyaknya aplikasi dan game yang mudah diunduh juga menjadikan orangtua menyerahkan urusan hiburan bagi anak mereka kepada gadget. Saat ini anak-anak kita telah memasuki […]

    Selengkapnya: Mengatasi Dampak Negatif Gadget bagi Generasi Z
  • Opini

    Radikalisme, Isu Murahan yang Masih Dipertahankan

    Oleh: Yudo Ratmiko Syariah Institute Sangat menarik judul laporan utama yang ditulis Koran Tempo edisi 23 Oktober 2019 “Fokus Radikalisme”. Tertulis di situ radikalisme menjadi prioritas menteri bidang politik kabinet baru Presiden Joko Widodo dan di situs berita merdeka.com pada tanggal yang sama juga menulis tentang prioritas kerja Menteri Agama, yaitu fokus menangani radikalisme. Sebagian […]

    Selengkapnya: Radikalisme, Isu Murahan yang Masih Dipertahankan
  • Opini

    Sepiring Berdua, Ngapain Ada Pilpres?

    Oleh: Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa (Jurnalislam.com)–Prabowo resmi jadi menhan. Dilantik Jokowi di tangga istana. Beserta seluruh kabinet Jokowi, Prabowo duduk di anak tangga itu. Jokowi-Ma’ruf tetap duduk di atas. Beda keadaannya ketika Prabowo mengendorse sekaligus bohir Jokowi saat nyagub DKI. Telunjuk Prabowo berwibawa. Nasib berubah ketika di 2014 Jokowi jadi rival Prabowo […]

    Selengkapnya: Sepiring Berdua, Ngapain Ada Pilpres?
  • Analisa

    Sepiring Berdua Berbagi Kue Kuasa

    Oleh Chusnatul Jannah – Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban (Jurnalislam.com)–Pemandangan putih mewarnai istana negara. Lalu lalang pejabat negara dan politisi sambangi Jokowi di istana negara. Mereka menjadi calon kuat menteri kabinet kerja jilid 2. Ada Mahfud MD, Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, Wishnutama, Tito Karnavian, Erick Thohir hingga pengusaha milenial Nadiem Makarim. Mereka memakai baju putih […]

    Selengkapnya: Sepiring Berdua Berbagi Kue Kuasa
  • Headline News

    Tinggal Rakyatlah Oposisi Sesungguhnya

    Oleh: Tony Rosyid* (Jurnalislam.com)–Lebay! Begitulah komentar sebagian rakyat terkait besarnya parade pasukan yang mengawal pelantikan Jokowi-Ma’ruf sebagai presiden dan wapres terpilih. 31.000 pasukan dengan peralatan perang termasuk tank berada di sekitar lokasi pelantikan. Pelabuhan dan supermarket dijaga ketat. Hiburan rakyat di lokasi car freeday dan monas ditutup. Bahkan demo dilarang sejak seminggu sebelum pelantikan. Berlebihan! […]

    Selengkapnya: Tinggal Rakyatlah Oposisi Sesungguhnya
  • Opini

    Bukan Periode Menikmati

    Oleh: M Rizal Fadillah Pemerhati Politik Pelantikan telah usai, sumringah wajah Presiden dan Wakil Presiden. Berhasil melewati masa berat kompetisi dan dinamikanya. Seperti biasanya mendapat ucapan selamat sana sini. Mungkin ada cipika cipiki segala. Undangan dari berbagai kalangan, dalam dan luar negeri tak terkecuali Wapres Cina yang menunaikan apa yang dijanjikan petinggi Partai Komunis Cina […]

    Selengkapnya: Bukan Periode Menikmati
  • Opini

    Meong Tetap Meong, Tak Akan Menggonggong

    Oleh: Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Saya kaget nonton video Rocky Gerung (RG). Dia bilang: Prabowo Subianto (PS) bla…bla… video ini keluar setelah RG ketemu PS di Hambalang dalam acara raker Gerindra. Dalam video itu RG seolah menarik kembali semua persepsinya tentang PS dan deklarasi oposisinya terhadap PS. Kesimpulan sederhananya, RG berubah setelah […]

    Selengkapnya: Meong Tetap Meong, Tak Akan Menggonggong
  • Opini

    Beroposisi, Itu Baru High Politics?

    Oleh: Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa “Pak Pratikno menyampaikan: ‘Pak Hidayat, tinggal PKS yang belum bertemu dengan pak Jokowi. Karena itu jika memungkinkan Presiden PKS bisa dijadwalkan bertemu pak Jokowi nanti sore’,” Pak Hidayat menjawab: “Terimakasih Pak Pratikno, tetapi seperti disampaikan oleh Pak Sohibul Iman, kami ingin menjaga ruh demokrasi Indonesia dengan cara […]

    Selengkapnya: Beroposisi, Itu Baru High Politics?
  • Artikel

    Akhlak Pembawa Al-Qur’an

    Allah ta’ala berfirman: مَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا “Seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal”. (QS. Al-Jumah: 5) Imam Fudhail bin Iyyadh rahimahullah berkata: “Pembawa Al-Qur’an adalah pembawa panji Islam, tidak sepantasnya ia berbuat sia-sia bersama orang yang berbuat sia-sia, tidak lalai bersama orang-orang yang lalai, tidak berbuat yang tidak bermanfaat seperti orang-orang yang berkata dan […]

    Selengkapnya: Akhlak Pembawa Al-Qur’an
  • Opini

    Menyikapi dan Menangani Fenomena Cross Hijaber

      Oleh: Ainul Mizan*   (Jurnalislam.com)–Cantik dan anggun. Itulah kesan pertama yang terlihat dari luar. Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata mereka adalah seorang pria. Tentunya fenomena seperti ini sangat meresahkan, khususnya bagi kaum wanita. Kalau pada fenomena waria tentunya mudah untuk dikenali. Dari penampakan luarnya gaya kewanitaannya under pressure. Berbeda dengan fenomena cross hijaber […]

    Selengkapnya: Menyikapi dan Menangani Fenomena Cross Hijaber
  • Opini

    Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus RUU KPK

    Oleh Ainul Mizan JURNALISLAM.COM – Masih hangat menjadi bahan diskursus mengenai RUU KPK. Sebagian ada yang kontra hingga mendesak untuk diterbitkannya Perppu KPK. Ada pula yang pro dengan RUU KPK. Fraksi  PDIP menolak presiden menerbitkan Perppu. Begitu pula koalisi pendukung presiden bersikap negatif atas wacana Perppu. Di tengah kegamangan presiden dalam diskursus ini, adalah seorang […]

    Selengkapnya: Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus RUU KPK