Jaksa Minta Waktu Dua Pekan Untuk Tanggapi Memori PK Ustadz ABB

CILACAP (Jurnalislam.com) – Sidang peninjauan kembali (PK) ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang digelar di Pengadilan Negeri Cilacap, Selasa (12/1/2016) kembali ditangguhkan. Dalam persidangan itu Ustadz Abu membacakan memori PK.

Isinya, pengasuh pondok pesantren Al Mukmin Ngruki itu menegaskan vonis hukum yang diterimanya merupakan kezaliman. Sebab, dirinya bukan merupakan aktor intelektual dalam kasus pelatihan militer di Aceh sebagaimana yang dituduhkan. Peran ustadz Abu di dalam kasus tersebut sangatlah kecil akan tetapi, beliau divonis dengan hukuman terberat yaitu 15 tahun penjara.

“Demi Allah karena latihan fisik ini aturan Allah maka saya hanya bisa membantu. Namun peranan saya paling kecil (dalam pelatihan Aceh, red), maka jelas ini merupakan kezaliman karena menangani kasus saya bukan dengan hukum tapi rekayasa politik. Saya membantu latihan senjata Aceh karena untuk membantu kaum muslimin, maka berarti saya mengamalkan syariat,” tegasnya.

Namun, paparan memori PK yang dibacakan ustadz Abu itu tidak langsung ditanggapi oleh jaksa penuntut. Jaksa meminta waktu dua pekan untuk menyusun tanggapan. Persidangan akan kembali digelar pada 26 Januari 2016 mendatang dengan agenda mendengarkan tanggapan jaksa serta keterangan saksi dari pemohon PK.

Reporter: Aryo Jipang | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.