PALESTINA (Jurnalislam.com) – Berbagai jurus pihak keamanan dan militer Israel hampir habis dikeluarkan dalam menghadapi Intifadhah. Aksi perlawanan Palestina kali ini sangat rumit dan membuat Israel kelabakan. Militer zionis tidak bisa mengatasi masalah ini dan mereka juga bukan milisi yang biasa memburu, Infopalestina melaporkan, Senin (26/10/2015)
Barangkali hanya orang yang masuk dalam jajaran para pemuda Palestina di Tepi Barat dan wilayah jajahan 1948 saja yang tahu garis serangan mendatang ke arah pasukan Israel atau ke warga pemukim Yahudi.
Serangan dengan senjata tajam seperti pisau dari para pemuda Palestina yang murka selalu di luar dugaan dan prediksi Israel. Ancaman demografi dan keterlibatan 20% dari warga Palestina dalam 48 aksi Intifadhah kali ini sangat membuat Israel resah dan ketakutan. Mereka khawatir dampak negatif aksi tersebut terhadap kinerja keamanan dan merugikan ekonomi mereka.
Pengamat militer Wasif Uraiqat menegaskan kepada Pusat Informasi Palestina bahwa sejak menjajah Palestina tahun 1948 hingga kini aksi perlawanan Palestina yang paling berbahaya bagi Israel adalah serangan yang tidak diketahui (tiba-tiba). Pihak intelijen Israel dan keamanannya tidak bisa memprediksi kondisi tersebut. Sehingga Israel cenderung ngawur dalam menghadapinya dengan membunuh siapapun yang diduga hendak menyerang.
Pengamat lain Yusuf Sharqowi menegaskan, pasukan Israel sudah menggunakan seluruh pilihannya di lapangan secara militer; represif, pembunuhan, eksekusi jalanan, memblokade jalan, menangkapi dan menghancurkan rumah dan kekerasan lain namun tidak membuat surut aksi perlawanan.
Pemerintah Israel mengeluarkan keputusan untuk mempersenjatai warga sipilnya lalu mengumumkan darurat sipil karena paranoid telah menjangkit mereka. Koran Amerika New York Times menyerukan agar Israel memberikan saja hak Palestina daripada melakukan pendekatan militer yang tidak bermanfaat.
Israel akan menghadapi ancaman demografi pada warganya, sebab kini warga pemukim Yahudi hidup tanpa stabilitas keamanan yang jelas dan bisa mendorong mereka spontan kabur dari bumi Palestina.
Deddy | Jurniscom