Islamic Lawyer Forum : Melarang Bendera Tauhid adalah Kejahatan Konstitusi

Islamic Lawyer Forum : Melarang Bendera Tauhid adalah Kejahatan Konstitusi

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat menggelar acara Islamic Lawyer Forum (ILF) di POP Hotel Surabaya, Ahad (11/11/2018). Acara tersebut dihadiri oleh para pengacara muslim, ulama dan tokoh masyarakat.

ILY edisi ketiga ini mengangkat tema “Bendera Tauhid Milik Umat, Stop Kriminalisasi Bendera Tauhid”. Kegiatan ini menghasilkan pernyataan hukum yang dirilis oleh LBH Pelita Umat. Berikut selengkapnya:

Berkenaan dengan hal itu, LBH PELITA UMAT menyatakan sekaligus menegaskan :

  1. Bahwa, membuat, memiliki, membawa, mengibarkan, menyosialisasikan, atau melakukan serangkaian tindakan untuk mensyiarkan kalimat tauhid dalam bendera tauhid, adalah hak konstitusional setiap warga negara. Dengan dalih apapun, negara dengan seluruh alat kelengkapannya tidak memiliki hak untuk melarang, merampas, menyita, meminta menurunkan, atau tindakan lain yang pada pokoknya menghalangi dan merampas hak konstitusi rakyatnya.
  2. Bahwa bendera tauhid adalah simbol kemuliaan umat Islam kaum muslimin. Tidak boleh seorangpun yang menghinakan atau melecehkan bendera tauhid baik dengan cara merobek, membakar, menaruh di tempat yang tidak layak, atau tindakan klain yang melecehkan karena semua itu termasuk dan terkategori menistakan agama.
  3. Bahwa konstitusi melalui Pasal 29 ayat (2) UUD l945 menyatakan :

“Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. ”

  1. Bahwa ditegaskan pula dalam ketentuan Pasal 4 Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (“UU HAM”), yang menyatakan :

“Hak. untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surat  adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun. ”

  1. Bahwa membuat, memiliki, membawa, mengibarkan, menyosialisasikan, atau melakukan serangkaian tindakan untuk mensyiarkan kalimat tauhid dalam bendera tauhid, adalah bagian dari syiar dan dakwah Islam yang merupakan rangkaian ibadat dalam pandangan ajaran Islam. Karena itu, melarangnya berarti sama saja melarang umat Islam beribadat menurut agama Islam dan karenanya ini merupakan pelanggaran konstitusi.
  2. Bahwa selain melanggar konstitusi, melarang, merampas, menyita, meminta menurunkan, atau tindakan lain yang pada pokoknya menghalangi dan merampas hak konstitusi umat Islam mengibarkan bendera tauhid, melanggar Hak Asasi Manusia; sebagainya ditegaskan dalam Pasal 4 Undang-I Jndang No. 39 Tahun I999 tentang Hak Asasi Manusia (“UU HAM”).
  3. Bahwa dalam ketentuan UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 2009 TENTANG BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN, di dalamnya tidak ada satupun ketentuan pasal yang mengatur larangan pengibaran bendera tauhid dan tidak ada satupun klausul pidana yang menjadi sanksi bagi para pengibar bendera tauhid.
  4. Bahwa oleh karenanya kami tegaskan siapapun individu, oknum Ormas, oknum Satpol PP, Oknum Penegak hukum yang melakukan tindakan represif di luar hukum baik dengan cara melarang, merampas, menyita, meminta menurunkan, atau tindakan lain yang pada pokoknya tidak menginginkan bendera tauhid berkibar dan dikibarkan kaum muslimin, TELAH SECARA SAH DAN MEYAKINKAN MELAKUKAN KEJAHATAN KONSTITUSI.
  5. Bahwa oleh dan karenanya, negara beserta seluruh perangkat kekuasaan yang ada padanya wajib menjaga dan melindungi setiap warga negara yang ingin mengekspresikan hak konstitusionalnya dengan mengibarkan bendera tauhid; dan menjaminnya terbebas dari seluruh tudingan, fitnah, ancaman dan intimidasi.
  6. Bahwa kami menghimbau kepada seluruh kaum muslimin agar tetap Istiqomah dalam dakwah, terus konsisten mendakwahkan dan mensyiarkan kalimat tauhid, serta tetap bersabar dalam ibadat dan ketaatan.
Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X