Irak Lakukan Penangkapan atas Pelanggaran Kemanusiaan Milisi Syiah di Fallujah

Irak Lakukan Penangkapan atas Pelanggaran Kemanusiaan Milisi Syiah di Fallujah

kerahkan-20-ribu-pasukan-irak-bersiap-rebut-fallujah-dari-isis-smCFALLUJAH (Jurnalislam.com) – Irak sedang menyelidiki milisi Syiah yang membantu tentara Irak merebut kembali Falluja telah mengeksekusi puluhan pria Muslim Sunni dari kota yang dikuasai kelompok Islamic State (IS) tersebut, Alarabiya News Channel mengatakan, Senin (13/06/2016).

“Pihak berwenang telah menindaklanjuti pelanggaran dan sejumlah penangkapan telah dilakukan,” kata juru bicara pemerintah Saad al-Hadithi pada hari Senin setelah gubernur daerah mengatakan 49 orang Sunni telah dieksekusi setelah menyerah kepada milisi Syiah.

Suhaib al-Rawi, gubernur provinsi Anbar di mana Fallujah terletak, mengatakan pada hari Ahad bahwa 643 orang telah hilang antara 3 dan 5 Juni dan “semua tahanan yang masih hidup mengalami penyiksaan parah dan kolektif dengan berbagai cara.”

Partisipasi milisi Syiah dalam pertempuran Fallujah, sebelah barat Baghdad, di samping tentara Irak telah menimbulkan kekhawatiran akan pembunuhan muslim Sunni.

Fallujah adalah benteng bersejarah pejuang Sunni terhadap pasukan agresi AS yang menggulingkan Saddam Hussein, seorang Sunni, pada tahun 2003, dan pemerintah pimpinan Syiah setelahnya.

“Perintah ketat dikeluarkan untuk melindungi warga sipil,” kata juru bicara pemerintah Hadithi, menambahkan bahwa petunjuk ini juga diberikan kepada Hashid Shaabi, atau Angkatan Mobilisasi Populer (Syiah), koalisi milisi yang sebagian besar beranggotakan Syiah yang didukung oleh Iran yang terlibat dalam pertempuran.

PBB mengatakan bahwa mereka pekan lalu mendapat laporan yang sangat menyedihkan dan dapat dipercaya bahwa para pengungsi pria dan anak laki-laki disiksa dan dibunuh oleh kelompok-kelompok bersenjata Syiah yang bekerja dengan pasukan Irak setelah para pengungsi melarikan diri dari Fallujah.

160531122024_fallujah_640x360_ap_nocredit

Pihak berwenang Irak secara rutin memisahkan laki-laki berusia di atas 15 dari keluarga mereka ketika mereka berhasil melarikan diri dari Fallujah, untuk menyaring dan memastikan bahwa mereka tidak menimbulkan risiko keamanan dan memeriksa apakah mereka mungkin telah terlibat dalam kejahatan perang.

Kepala HAM PBB Zeid Ra’ad al Hussein mengatakan bahwa skrining tersebut sah tetapi tidak harus dilakukan oleh kelompok-kelompok paramiliter.

“Warga sipil Fallujah telah menderita dua setengah tahun hidup dalam neraka di bawah Islamic State dan tidak hanya menghadapi bahaya melarikan diri yang besar tetapi juga double jeopardy dalam bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang serius,” kata Zeid.

PBB mengatakan hingga 90.000 orang terjebak di kota dengan sedikit makanan atau air.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses