IPHI Gagas Umrah dengan Kapal Pesiar

IPHI Gagas Umrah dengan Kapal Pesiar

JAKARTA (Jurnalislam.com)— Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) sedang menggagas pemberangkatan umrah dengan kapal pesiar. Hal ini disampaikan Ketua Umum IPHI Ismed Hasan Putro saat puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-32 IPHI.

“Keberangkatannya akan menelan waktu sekitar tujuh sampai delapan hari,” kata Ismed dalam pidatonya pada peringatan Harlah ke-32 IPHI, Selasa (22/3).

Sejauh ini, Ismed melanjutkan, banyak daerah yang antusias dengan gagasan ini. Ia menyampaikan, ketika disampaikan bahwa satu kapal pesiar itu hanya berkapasitas 1.200 orang, Jawa Barat mengatakan, jangan dijual ke daerah lain cukup Jawa Barat saja selesai itu sekali berangkat.

“Artinya, sangat luar biasa antusiasmenya, demikian juga Sulawesi Selatan. Katanya kalau cuma 1.200 orang kapasitasnya itu kami sekali berangkat selesai,” ujarnya dalam peringatan bertema “Haji Mabrur Sepanjang Hayat untuk Indonesia Sejahtera dan Berkeadilan” itu.

Ismed sangat optimistis, umrah menggunakan kapal pesiar akan jadi alternatif dan bermanfaat. Khususnya nanti bagi kalangan milenial karena mereka bukan hanya beribadah dalam konteks religius, melainkan juga bisa mendapatkan kegiatan-kegiatan baik di dalam perjalanan itu.

Dalam pidatonya, Ismed juga mengungkapkan, IPHI meluncurkan produk Mie Haji yang dibuat dari bahan baku yang sehat. Mie Haji tersebut sebagai wujud konkret dari penguatan ekonomi umat.

Mie Haji, Ismed melanjutkan, bukanlah produk berbahan baku impor. Produk ini dibuat dari paduan sayur-sayuran, seperti daun kelor dan singkong. Karena itu, Mie Haji merupakan mi yang sehat.

Selain meluncurkan Mie Haji, IPHI juga membagikan 32 ribu paket bantuan kepada anak yatim piatu kalangan dhuafa dan keluarga yang terdampak stunting. “Kalau kita totalkan, dana yang terkumpul Rp 4,8 miliar dari akumulasi 34 provinsi dan 365 kabupaten/kota se-Indonesia. Ini jumlah fantastis,” ujar dia.

Sementara, pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kehormatan IPHI Jusuf Kalla (JK) menyampaikan selamat dan rasa syukur untuk IPHI yang berulang tahun ke-32. Ia menilai, IPHI selama ini telah memberikan pengabdian kepada masyarakat dan berkumpul untuk mendapat haji mabrur.

“Haji mabrur adalah tujuan kita semua dan ciri-ciri yang menjadi haji mabrur adalah selalu menjaga kedamaian di manapun kehidupannya baik di keluarga dan masyarakat, dan dalam kehidupan selalu santun kepada diri sendiri, keluarga, dan seluruh masyarakat,” kata JK dalam pidatonya pada acara tersebut.

JK menyampaikan, ciri-ciri haji mabrur lainnya adalah kepedulian sosialnya tinggi dan suka membantu.

Ia menerangkan, melaksanakan haji dalam rukun Islam syaratnya mampu. Berarti secara ekonomi semua haji itu harus mampu, mampu untuk berangkat haji tapi bukan sekadar naik haji.

Sebab haji yang mabrur tecermin dalam kepedulian sosialnya. Suka memberi bantuan kepada anak yatim dan piatu serta masyarakat. “Itu sifat-sifat haji mabrur seperti itu, yang paling penting menghindari maksiat,” ujar JK.

JK mengatakan, mungkin dirinya orang Indonesia yang paling tua dalam hal haji. JK bercerita pertama kali berhaji pada 1947 saat masih kecil, tepatnya masih berumur lima tahun. JK bersama keluarganya menunaikan ibadah haji sekitar 75 tahun yang lalu.

“Mungkin di Indonesia tidak ada yang pernah naik haji 75 tahun yang lalu, walaupun sunah, tapi telah melaksanakan ibadah haji sembilan kali,” kata JK.

Sumber: republika.co.id

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X