Inilah Alasan Hayat Tahrir al Sham Lakukan Serangan Bom Istisyhad di Ibukota Suriah

Inilah Alasan Hayat Tahrir al Sham Lakukan Serangan Bom Istisyhad di Ibukota Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com)Hayat Tahrir al Sham (HTS), sebuah kelompok jihad yang terdiri dari faksi-faksi jihad di Suriah termasuk Jabhat Fath al Sham (JFS) didalamnya, mengaku bertanggung jawab atas dua pemboman di Damaskus kemarin. Puluhan tewas dan banyak lainnyai terluka ketika pembom menyerang peziarah Syiah yang sedang mengunjungi tempat-tempat ritual Syiah di ibukota Suriah. Banyak korban berasal dari negara tetangga Irak. (baca juga:Puluhan Peziarah Syiah Tewas Dihantam Bom Kembar di Ibukota Suriah )

Sebagaimana yang dirilis The Long War Journal, Ahad (12/03/2017), HTS menyampaikan serangan itu sebagai serangan balasan terhadap milisi Syiah yang didukung Iran, yang telah membantai banyak warga sipil Sunni di Irak dan Suriah. Dalam pernyataannya, HTS melaporkan bahwa salah satu pembom menyerang “milisi Iran” dan pembom yang kedua menghantam pasukan Assad. Pernyataan itu bisa diartikan sebagai upaya untuk menarik perbedaan antara warga sipil dan sasaran militer.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) melaporkan bahwa sedikitnya 20 anggota pasukan rezim Nushairiyah [Assad] dan milisi Syiah yang setia kepada mereka, termasuk 16 anggota polisi dan orang-orang bersenjata yang setia kepada rezim, serta sejumlah warga sipil Syiah yang berada diantara mereka juga tewas. Korban tewas terus meningkat sejak laporan awal. SOHR memperkirakan 74 orang tewas.

Sumber SOHR mengindikasikan bahwa ledakan itu terjadi secara berurutan. Satu perangkat bom diledakkan di dekat kuburan dan kemudian jihadis kedua meledakkan dirinya saat pengunjung dari 9 bus berkumpul.

Dalam pedoman umum pelaksanaan jihad Al Qaeda, Syeikh Ayman al Zawahiri menegaskan bahwa jihad Sunni hanya harus melawan Syiah dan aliran Islam sesat lainnya dalam keadaan tertentu. “Jika mereka memerangi Sunni, bahkan kemudian serangan balasan harus dibatasi untuk pihak-pihak di antara mereka yang secara langsung terlibat dalam perlawanan.” Al Zawahiri menulis. “Para jihadis Sunni harus memperjelas bahwa kita hanya membela diri (membalas serangan).” Selain itu, Syeikh al Zawahiri melanjutkan, “Mereka dan keluarga mereka yang tidak berpartisipasi dalam perang melawan kami, tidak boleh ditargetkan di rumah, tempat ibadah, festival keagamaan mereka dan pertemuan keagamaan mereka.”

Namun, bom di Damaskus kemarin sengaja menargetkan acara pertemuan keagamaan yang memang dihadiri para tentara rezim Assad, milisi Syiah Iran dan Irak.

Cabang Al Qaeda di Suriah yang awalnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah juga pernah melakukan serangkaian bom syahid yang serupa, termasuk di Damaskus, selama tahun-tahun awal perang Suriah.

Pada Oktober 2015, Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham dan kelompok ketiga, Ajnad al Sham, menciptakan ruang operasi bersama bernama Jund al Malahim (Tentara epos) untuk menggabungkan upaya militer mujahidin di pedesaan Damaskus.

Pada Februari tahun 2016, dua faksi jihad (Ansar al Syariah dan Al Muntasir Billah) bersumpah setia kepada amir Jabhah Nusrah, Syeikh Abu Muhammad al Jaulani. Para jihadis itu berjanji untuk melawan agresor Rusia, milisi Syiah dan loyalis rezim Nushairiyah Assad di dalam dan sekitar Damaskus.

Pada bulan Juli 2016, Jabhah Nusrah diluncurkan kembali sebagai Jabhat Fath al Sham (JFS). Kemudian, pada bulan Januari, JFS mengaku bertanggung jawab atas dua pemboman syahid di lingkungan Kafr Sousa di Damaskus. Menurut SOHR, puluhan anggota dan pasukan rezim serta milisi Syiah yang setia kepada Assad tewas dalam ledakan itu.

JFS dan empat organisasi lain bergabung untuk membentuk Hay’at Tahrir al Sham (Majelis untuk Pembebasan Suriah) pada bulan Januari 2017. Dan pemboman di Damaskus pada 11 Maret kemarin dilakukan dengan membawa nama Hayat Tahrir al Sham. (baca juga: Laporan JFS atas Operasi Martir pada Pasukan Rusia di Damaskus, 16 Penasihat Rusia Tewas dan Terluka )

Bagikan
Close X