Ikhwanul Muslimin Suriah Tolak Deklarasi Daerah Administrasi Komunis PYD

SURIAH (Jurnalislam.com)Ikhwanul Muslimin Suriah pada hari Jumat mengecam deklarasi kelompok komunis PYD satu hari sebelumnya tentang "sistem federal" di daerah Suriah utara yang dikuasai PYD, dan menekankan penolakan setiap upaya untuk "membangun wilayah Suriah", lansir World Bulletin, Sabtu (19/03/2016).

"Apa yang dilakukan para pembajak revolusi Suriah dengan mengambil alih sebagian wilayah Suriah dan menyatakannya sebagai 'sistem federal kita anggap sebagai pelanggaran persatuan dan integritas wilayah Suriah," kata Ikhwanul Muslimin dalam pernyataan.

Kelompok melanjutkan untuk menegaskan bahwa,"Langkah ini didorong oleh kekuatan eksternal yang ingin memecah belah Suriah".

Ikhwanul mendesak rakyat Suriah, termasuk bangsa Kurdi, untuk mempertahankan kesatuan negara mereka dan "mengembalikan pembajakan kehendak milisi nasional Kurdi, yang telah keluar dari luar lingkup revolusi Suriah".

"Suriah adalah negara bersatu," kelompok menekankan. "Dan Suriah tidak akan membiarkan dirinya untuk dilelang atau dibagi."

Ikhwanul melanjutkan dengan mengatakan bahwa bentuk pemerintahan yang diadopsi oleh Suriah adalah untuk rakyat Suriah sendiri.

Ikhwanul menambahkan bahwa, "Kelompok teroris PYD tidak berbeda dari milisi lain yang menyerang Suriah dan tanah air mereka, serta menahan sandera Kurdi untuk mencapai agendanya, seperti yang Daesh lakukan di bagian lain negara itu".

Pada hari Kamis, menyusul pertemuan dua hari para pemimpin Kurdi Suriah di kota utara Rmeilan, PYD yang merupakan afiliasi organisasi teroris komunis PKK di Suriah, menyatakan "sistem federal" di daerah Hasake, Afrin dan Ayn al-Arab yang dipegang PYD.

Seluruh tiga daerah tersebut berada di Suriah utara dekat perbatasan dengan Turki, yang telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas afiliasi PYD dengan PKK, yang saling bertukar informasi dan persenjataan.

Atas permintaan Turki, perwakilan PYD tidak diundang untuk menghadiri pembicaraan yang didukung PBB di Jenewa yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik lima tahun di Suriah.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X