Harits Abu Ulya : Pembunuhan Terduga Teroris Hanya Akan Membuat Radikalisme Makin Mengkristal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri menangkap lima terduga teroris di Poso, Sulawesi Tengah, salah satunya tewas ditembak. Pemerhati Kontra Terorisme, Harits Abu Ulya, menyayangkan terbunuhnya Ilham Safi'i yang diduga sebagai jaringan kelompok Santoso, dalam operasi penangkapan tersebut.

"Densus menangkap orang-orang di ring luar dari lingkaran jejaring Santoso Cs. Tapi menurut saya sangat disayangkan jika jatuh korban tewas lagi, apalagi yang meninggal Ilham Safi'i, diduga kurir Santoso," ungkap Harits kepada Jurniscom, Ahad (11/1/2015).

Dia menambahkan, sebaiknya Densus bisa dilumpuhkan hidup-hidup sehingga akan memudahkan pencarian jejak Santoso. "Tapi kenapa tidak ada prioritas tangkap hidup? Hak diskresi yang melekat pada aparat kepolisian tidak diterjemahkan dalam bentuk pelumpuhan," tegasnya.

Jatuhnya korban tewas saat penindakan, lanjut Harits, akan menambah panjang daftar kasus extra judicial killing yang dilakukan oleh Densus. Di sisi lain justru kasus seperti ini menjadi stimulan dendam dari pihak-pihak yang merasa terdzalimi.

"Artinya jatuhnya korban tewas dan proses interogasi dengan kekerasan fisik serta mental kepada orang-orang yang statusnya baru terduga dan korban dari label jaringan teroris akan menjadi sebab spiral kekerasan makin menemukan momentumnya," paparnya.

Dia berpendapat, "harusnya Polri banyak belajar dari proses-proses penindakan sebelumnya, percuma langkah kontra radikalisasi atau deradikalisasi kalau Densus di lapangan justru melahirkan sikap radikalisme makin mengkristal," tutur Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) itu.

Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.