MEDAN (jurnalislam.com)— Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bahwa pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Menurutnya, pendidikan juga menjadi proses membentuk akhlak, karakter, dan kemandirian sebagai bekal berkontribusi bagi bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Haedar saat memberikan sambutan dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU, Senin (28/9/2026).
Haedar mengajak mahasiswa membangun kebanggaan terhadap almamater sekaligus memanfaatkan masa kuliah untuk meningkatkan kualitas diri.
“Harapan saya, bangun almamater pride. Bahwa kalian tidak salah alamat, datang dan kuliah di UMSU,” ujar Haedar.
Menurut Haedar, menuntut ilmu harus menjadi bagian mendasar dalam kehidupan. Pendidikan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan.
“Mencari ilmu itu harus menjadi tujuan dasar kita semua,” tegasnya.
Namun, Haedar mengingatkan bahwa proses pendidikan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan akademik. Mahasiswa juga perlu membangun sikap dan karakter dalam menjalani kehidupan.
Salah satu karakter yang ditekankan Haedar adalah penghormatan terhadap orang tua.
“Wujud dari akhlak adalah selalu hormat dan berbuat baik kepada orang tua,” katanya.
Bagi Haedar, pembentukan karakter tersebut menjadi bagian dari kontribusi pendidikan terhadap kehidupan masyarakat yang lebih luas. Ia mengajak sivitas akademika dan berbagai elemen masyarakat menjadikan pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun peradaban bangsa.
“Maka pendidikan adalah pilar strategis membangun peradaban bangsa ini,” jelas Haedar.
Haedar juga menekankan pentingnya kemandirian mahasiswa dalam menentukan masa depan. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak sepenuhnya menggantungkan perubahan hidup kepada pihak lain.
“Nasib kita semua berubah tergantung kita, jangan sandarkan pada orang lain. Itulah kesadaran kemandirian membangun diri dan bangsa. Muhammadiyah selalu punya komitmen luhur untuk membangun Indonesia,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa baru UMSU agar masa pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya digunakan untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, kemandirian, dan kesadaran untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.