Gus Kikin Dorong Hubungan Indonesia-Palestina Diperkuat Lewat Pendidikan dan Ekonomi

SURABAYA, (jurnalislam.com)— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong agar hubungan Indonesia dan Palestina tidak hanya dibangun melalui solidaritas kemanusiaan dan ikatan historis, tetapi juga diperluas melalui kerja sama di bidang pendidikan dan ekonomi.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin saat menerima kunjungan sejumlah tokoh Palestina di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Ahad (27/9/2026).

Para tokoh Palestina tersebut sebelumnya mengunjungi Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, dan bertemu Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Rangkaian kunjungan tersebut menjadi ruang pertemuan antara tokoh agama dan pemimpin Palestina dengan ulama Indonesia.

Dalam pertemuan di Tebuireng, Gus Kikin mengatakan hubungan Indonesia-Palestina telah memiliki akar sejarah yang panjang. Ia mengaitkannya dengan sikap Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari yang disebut telah menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sejak 1938.

Menurut Gus Kikin, semangat tersebut masih dirawat di lingkungan Pesantren Tebuireng, salah satunya melalui doa untuk Palestina dalam shalat berjamaah.

“Sekarang kita masih membacakan Qunut Nazilah yang dibaca setiap saat kita shalat berjamaah di Masjid Tebuireng. Ini dengan kita mendoakan Palestina, kemerdekaan Palestina, kesejahteraan Palestina itu dimulai diajarkan oleh Kyai Haji Hasyim Asy’ari sejak saat itu,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Muhadhoroh ‘Ammah di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Namun, Gus Kikin menilai hubungan tersebut perlu dikembangkan lebih jauh agar tidak hanya bertumpu pada ikatan sejarah dan solidaritas.

“Di masa depan keakraban ini harus kita tingkatkan kepada hubungan pendidikan atau kerja sama-kerja sama di bidang lainnya. Kita harus saling mendukung supaya kita bisa bersama-sama berkembang,” harapnya.

Ia berharap penguatan kerja sama tersebut dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas sekaligus mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Palestina.

Rais Aam PBNU Sambut Tokoh Palestina

Sebelum berkunjung ke Tebuireng, para tokoh Palestina diterima Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya.

Tokoh yang hadir antara lain Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan Mahmoud S.A. Al-Habash, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Sheikh Mohammad A.M. Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Satar.

KH Miftachul Akhyar menyambut para tamu Palestina dalam suasana kekeluargaan dan menegaskan kedekatan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Palestina.

“Selamat datang di rumah Anda sendiri dan di tengah saudara-saudara Anda,” kata Kiai Miftach saat menerima para tokoh Palestina.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan keumatan, kemanusiaan, pendidikan, dan perdamaian. Kiai Miftach juga memanjatkan doa bagi bangsa dan rakyat Palestina serta berharap umat Islam dapat menunaikan shalat di Masjidil Aqsha dalam keadaan merdeka dan mulia.

Kunjungan para tokoh Palestina ke Jawa Timur kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, untuk menghadiri acara Muhadhoroh ‘Ammah bersama Gus Kikin.

Rangkaian pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Palestina melalui jalur keagamaan, kemanusiaan, pendidikan, serta kerja sama antarlembaga.