Gelar Aksi Damai di Mapolda Jateng, Forum Masyarakat Jateng Peduli Palestina, Desak Konser Andrea Bocelli Dibatalkan

SEMARANG (jurnalislam.com)— Forum Komunikasi Masyarakat Jawa Tengah Peduli Palestina menggelar aksi damai, tausiyah kebangsaan, dan audiensi di Mapolda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana konser penyanyi Andrea Bocelli di Indonesia.

Aksi yang dimulai setelah salat Zuhur itu diisi dengan penyampaian aspirasi dan tausiyah dari sejumlah tokoh serta perwakilan organisasi Islam. Para peserta menyuarakan kepedulian terhadap rakyat Palestina dan mendesak agar konser tersebut dibatalkan.

Ketua panitia, Reza Subasir, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mendorong pencabutan izin konser Andrea Bocelli. Ia menyampaikan keberatan atas dugaan keterkaitan penggalangan dana dengan dukungan terhadap militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF).

Menurut Reza, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap penderitaan rakyat Palestina sekaligus upaya menyampaikan aspirasi kepada pihak terkait.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Danang Setyadi, Amir Jamaah Ansharu Syariah Semarang, mengingatkan penyelenggara konser agar mempertimbangkan aspirasi umat Islam. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal sikap yang disebutnya sebagai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Jangan bermain ombak dengan umat Islam. Kami akan mengawal fatwa MUI. Batalkan acara konser ini. Kalau kita tidak bisa ke Gaza, kita bisa ke Borobudur untuk menyuarakan penolakan terhadap konser,” tegasnya.

Sementara itu, Ustaz Iqbal dari Persatuan Islam Jawa Tengah menekankan bahwa penolakan terhadap penjajahan merupakan prinsip yang tercantum dalam konstitusi Indonesia.

“NKRI menolak segala bentuk penjajahan, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Karena itu, sikap terhadap persoalan Palestina harus sejalan dengan semangat konstitusi tersebut,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Ustaz Amur Yudha dari Pemuda Hijrah. Dalam orasinya, ia mengingatkan umat Islam agar tidak menunjukkan sikap rela atau gembira terhadap pihak yang dipandang sebagai musuh Allah.

“Seorang Muslim yang ridha, rela, dan gembira dengan hadirnya musuh Allah harus mengevaluasi kembali sikap dan keberpihakannya,” ungkapnya.

Adapun Ustaz Zaenal dari Nurim Peduli menyampaikan bahwa penolakan terhadap konser tersebut didasarkan andrea bocelli pernah menggalang dana untuk mendukung pihak yang terlibat dalam kekerasan terhadap rakyat Gaza.

Ia juga merujuk pada sikap MUI yang, menurut keterangannya, telah menolak kehadiran Andrea Bocelli. Pernyataan tersebut menjadi salah satu landasan aspirasi yang disuarakan dalam aksi damai tersebut.

Reporter: Agus R