Gandeng Founder AcceliaEdu, Pesantren Muhammadiyah se-Klaten Perkuat Strategi Digital Marketing demi Optimalkan Penerimaan Santri

Gandeng Founder AcceliaEdu, Pesantren Muhammadiyah se-Klaten Perkuat Strategi Digital Marketing demi Optimalkan Penerimaan Santri

KLATEN (jurnalislam.com)- Di tengah ketatnya persaingan institusi pendidikan, pesantren dan sekolah Islam kini dituntut untuk meninggalkan cara-cara konvensional dalam menjaring santri baru. Strategi digital marketing bukan lagi sekadar pilihan, melainkan pilar utama penentu keberlanjutan sebuah lembaga pendidikan.

Pesan kuat ini disampaikan oleh Riki Purnomo, S.Sos., M.Psi., Founder dan Mentor AcceliaEdu, dalam agenda strategis yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten. Bertempat di MBS Klaten, Minggu (11/1/2026), pelatihan ini diikuti oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari jajaran LP2M PDM, para Mudir, serta puluhan asatidzah pesantren Muhammadiyah se-Klaten.

Mas Ki, sapaan akrabnya, menekankan bahwa kesalahan fatal banyak pesantren saat ini adalah memposisikan tim media hanya sebagai tukang dokumentasi.

“Tim media pesantren bukan sekadar tukang posting agenda seremonial atau event tertentu. Mereka harus mampu melakukan produksi wacana dan mengelola isu. Inilah fondasi dari branding jangka panjang yang akan membangun kepercayaan orang tua santri,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa strategi promosi harus mengombinasikan dua jalur utama secara beriringan: jalur organik (konten kreatif harian dan media relations) dan iklan berbayar (meta ads dan google ads). Kombinasi ini dianggap sebagai cara paling efektif untuk menjangkau calon wali santri secara luas, tepat sasaran, dan terukur.

Mas Ki juga memberikan penjelasan terkait sisi beban ekonomi lembaga. Hampir seluruh pesantren modern dan sekolah Islam saat ini menggantungkan beban gaji SDM dan operasional pada SPP santri.

“Ketika kuota santri tidak terpenuhi, dampaknya akan langsung memukul beban anggaran dan mengancam keberlanjutan pesantren. Memperhatikan strategi promosi dan branding adalah upaya menyelamatkan masa depan lembaga,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan 4 lembaga dari lima pesantren Muhammadiyah Klaten, yaitu: MBS Klaten (Sangkal Putung), MBS Jatinom, MBS Prambanan, dan PPM Darun Najah (Ceper).

Melalui pelatihan ini, LP2M PDM Klaten berharap seluruh pesantren di bawah naungannya memiliki manajemen media yang profesional dengan SDM yang memadai, sehingga visibilitas lembaga meningkat dan target penerimaan santri baru (PSB) dapat tercapai secara optimal.

Terkahir, Mas Ki, menjelaskan bahwa AcceliaEdu merupakan lembaga konsultan dan pendampingan manajemen pendidikan yang berfokus pada transformasi digital, strategi branding, dan peningkatan kualitas SDM sekolah serta pesantren di Indonesia.

Bagikan