Erdogan Desak OKI Bertindak Tegas Atas Serangan Israel Terhadap Al Aqsha

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengambil peran aktif atas pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, sumber kepresidenan mengatakan hari Selasa (15/09/2015).

Pada hari Ahad, Senin, hingga Selasa  warga Palestina dan pasukan keamanan Israel bentrok di Masjid yang dihormati  kaum Muslimin mengakibatkan puluhan korban warga Palestina luka-luka.

Puluhan pasukan Israel pada hari Selasa memaksa masuk ke Masjid Al Aqsha pada hari ketiga berturut-turut dan menyerang jamaah Muslim.

Dalam percakapan telepon dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, Erdogan menggambarkan serangan Israel tersebut sangat mengkhawatirkan.

Presiden Turki menggarisbawahi bahwa dunia Islam dan masyarakat internasional harus mengambil sikap bersama terhadap pelanggaran tersebut.

Al Saud sepakat bahwa serangan Masjid Al-Aqsa sudah tak tertahankan dan umat Islam tidak bisa diusir dari tempat ibadah suci Masjid Al Aqsha.

Dia mengatakan bahwa masalah ini juga harus dibawa ke PBB.

Ketegangan meningkat di kompleks Masjid Al-Aqsha setelah ekstremis Yahudi menyerukan pengikutnya menyerbu masjid selama Rosh Hashanah, Tahun Baru Yahudi.

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi mengklaimnya sebagai situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Beberapa kelompok Yahudi ekstremis telah menyerukan pembongkaran Masjid Al-Aqsha sehingga sebuah kuil Yahudi dapat dibangun di tempatnya semula (menurut perkiraan mereka).

Pada September 2000, kunjungan ke Al-Aqsha oleh politisi Israel yang kontroversial Ariel Sharon memicu apa yang kemudian dikenal sebagai Intifada Kedua – perlawanan rakyat Palestina  melawan penjajah Yahudi  Israel di mana ribuan warga Palestina tewas.

Yahudi Israel mencaplok Yerusalem Timur selama Perang Timur Tengah tahun 1967. Israel kemudian menjajah kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi yang memproklamirkan diri sendiri yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan PBB untuk bertindak terhadap "pelanggaran" Israel terhadap Masjid Al-Aqsha di Yerusalem timur, sumber kepresidenan mengatakan Senin.

Dalam percakapan telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada hari Senin Erdogan menggambarkan tindakan Israel sebagai "tindakan yang tidak dapat diterima" dan penyebab "kemarahan serius" di dunia Muslim, menurut sumber, yang berbicara dengan syarat anonimitas.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses