Empat Langkah Tangkal Hoaks Seputar Pandemi

Empat Langkah Tangkal Hoaks Seputar Pandemi

AKARTA(Jurnalislam.com) — Perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan berbagai dampak dalam aspek kehidupan. Karenanya, dewasa ini dunia digital tidak mengenal batas (borderless) sehingga semua informasi dapat diakses tanpa terkecuali.

Berdasarkan data yang dirilis oleh We are Social pertahun 2021, terdapat 170 juta penduduk Indonesia atau 61,8% orang yang aktif bersosial media. Bahkan diperkirakan pada 2025 diperkirakan 80% orang di seluruh dunia tersambung dengan internet.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Karo Humas, Data, dan Informasi Kementrian Agama RI Dr Thobib Al-Asyhar, MSi pada webinar “Literasi Pandemi dan Pemulihan Ekonomi Se-Papua”. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komisi Infokom MUI yang berkolaborasi dengan Kemenkominfo pada Selasa (12/10).

Menurut Dr. Thobib, terdapat empat cara yang bisa dilakukan untuk menangani dampak infodemi yang menjalar di masyarakat.

Pertama, cek keterandalan (reability) sumber informasi yang diterima. Hal ini untuk menelusuri apakah berita yang didapatkan dari informan tersebut benar adanya.

 

Kedua, pertanyakan konten yang terasa aneh karena memungkinkan hal tersebut memang sebuah kepalsuan. Adanya kritik terhadap konten yang beredar sebagai uoaya validasi ulang berita yang diterima.

Ketiga, waspadai “bias diri”. Adanya sikap kebencian ataupun kecintaan terhadap tokoh memicu munculnya berita bohong.

Keempat, tengarai ciri-ciri kepalsuan. Hal ini meliputi salah ketik ataupun adanya tata bahasa yang didapat oleh penerima informasi.

“Sikap bijak dalam bersosial media harus terus digalakan. Karenanya jejak digital seseorang dapat dengan mudah dicari. Jika saja tidak mawas diri sedari awal, maka dosa jariyah berterus mengalir melalui konten di media sosial yang kita buat baik secara iseng ataupun dengan tujuan tertentu,” ungkapnya. (mui)

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.