Eks Gafatar Dipulangkan, Muhammadiyah Banten : Pulangkan Aqidah Mereka!

BANTEN (Jurnalislam.com) – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Banten, Dr. Syamsudin M.Pd mengatakan, penyelewengan akidah Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) adalah upaya penyatuan tiga agama: Islam, Yahudi dan Nasrani.

Hal tersebut dikatakan Syamsudin menyinggung pernyataan mantan Ketua Umum Gafatar, Mafhul Tumanurung yang mengatakan Gafatar telah keluar dari agama Islam dan menganut faham milah ibrahim.

“Tidak ada istilah milah Abraham, ada juga Ibrahim, Ibrahim menurut pandangan kita kan agama yang dilanjutkan oleh Nabi Muhammad, memang mereka menarik talinya kelihatan seperti ada benang merah, menyatukan tiga agama besar: Islam, Yahudi dan Nasrani. Disitu letak menyelewengnya,” katanya kepada Jurnalislam, Selasa (26/1/2016).

Syamsudin juga melihat ada keganjilan dalam kasus Gafatar ini. Kelompok bentukan Ahmad Musadeq itu sudah ada sejak tahun 2011, tapi kenapa baru diekspos sekarang.

“Yang tidak bisa saya terima, Gafatar berdiri tahun 2011 dan baru diekspos setelah ada masalah besar, seolah ada pembiaran oleh pemerintah. Sudah besar baru ribut,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya menyelesaikan masalah dengan tuntas tidak reaksioner. “Hampir semua masalah tidak diatasi dengan tuntas oleh pemerintah. Padahal yang namanya paham ajaran itu takkan pernah hilang contoh seperti PKI masih tetap ada,” tandasnya.

Syamsudin menjelaskan, untuk mengatasi masalah Gafatar harus diikuti dengan pembinaan secara bertahap sampai mereka kembali kepada ajaran yang benar

“Kedua, harus melibatkan banyak pihak seperti MUI, Kemenag dan ormas. Harus ada team work untuk penanggulangan bersama yang dilakukan secara komperhensif sampai mereka kembali kepada jalan yang benar. Membentengi yang ada dan mengembalikan yang tersesat,” paparnya.

Ketiga, Syamsudin menjelaskan Al Qur'an surat Ali Imran ayat 110. Menurutnya, seharusnya ulama lah yang menginisiasi untuk melakukan sebuah gerakan yang diikuti umat. "Bukan Islam reaksioner. Islam itu konsepsional, sistematis, langkah-langkahnya pasti. Pembinaan dalam Islam mempunyai tahapan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW," terangnya.

Terkait pemulangan eks-Gafatar, Syamsudin menegaskan, masalahnya bukan pada pengembalian orang, akan tetapi pengembalian keyakinan. “Pulangkan aqidah mereka,” tegas Syamsudin.

“Seharusnya ada pihak yang bertanggung jawab dalam pengembalian keyakinan kepada jalan yang benar. Tugas kementerian agama untuk menghandle ini, harusnya pakai berita acara ditandatangani kepada siapa diserahkan pembinaannya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 115 warga Banten yang sempat bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) akan dipulangkan ke daerah masing-masing dan dijemput oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Reporter : Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.