Dunia Kutuk Serangan Israel pada Hari Land Day

Dunia Kutuk Serangan Israel pada Hari Land Day

ANKARA (Jurnalislam.com) – Daftar pemimpin dunia yang mengutuk serangan-serangan pasukan penjajah zionis terhadap warga sipil di Jalur Gaza yang telah membuat martir 16 warga Palestina dan 1.500 lebih terluka selama protes damai hari sebelumnya terus bertambah pada hari Sabtu, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (1/4/2018).

Kementerian luar negeri Jerman menyuarakan keprihatinan mendalam atas ketegangan antara Palestina dan pasukan penjajah Israel.

Bentrokan itu memperjelas bahwa, “Kelanjutan negosiasi antara Palestina dan Israel mutlak diperlukan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Hanya dengan cara ini bisa tercipta solusi yang memberikan hak untuk hidup yang bermartabat dan penentuan nasib sendiri bagi semua warga yang hidup antara Mediterania dan Sungai Yordan.”

Erdogan pada PM Israel: Anda Seorang Teroris, Negara Anda adalah Negara Teror

Kementerian Inggris untuk Timur Tengah dan Afrika Utara menyatakan kekhawatiran yang sama.

“Kami sangat prihatin dan sedih dengan peristiwa di Gaza. Inggris menyerukan untuk tenang dan menahan diri serta memperbarui & mendesak komitmen proses politik untuk menyelesaikan masalah yang tidak bisa dilakukan dengan kekerasan,” kata Alistair Burt di Twitter.

Yang juga bergabung dengan paduan suara keprihatinan adalah Menteri Luar Negeri Italia Angelino Alfano, yang mendesak kedua belah pihak untuk menemukan solusi mendesak untuk meredakan ketegangan dan memungkinkan warga Israel dan Palestina hidup dalam damai dan keamanan.

Di Irak, juru bicara kementerian luar negeri Ahmad Mahcub mengatakan negaranya berdiri bersama Palestina. Dia menegaskan dukungan kuat Baghdad untuk Palestina dan mencela penggunaan peluru tajam terhadap pengunjuk rasa damai di Jalur Gaza sebagai pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional.

“Saya dengan tegas mengutuk kekerasan yang tidak perlu dan tidak proporsional dari Israel, terhadap warga sipil Palestina yang tidak bersenjata yang melancarkan protes demi menyoroti situasi sulit yang mereka hadapi,” isi pesan dari Bakir Izetbegovic, anggota Bosniak dari Presidensi Tripartit Bosnia-Herzegovina.

Ulama Internasional Ajak Kaum Muslim Dunia Dukung Hak Tanah Warga Palestina

Dia menyoroti fakta bahwa warga Gaza menggunakan listrik hanya selama empat jam setiap hari, dan sebagian besar penduduk kekurangan akses atas air minum, sementara 70 persen penduduk hidup dengan kurang dari $ 2 dolar per hari.

Izetbegovic mendesak PBB, Uni Eropa dan komunitas internasional mengakhiri kekerasan Israel terhadap warga Palestina.

Ikhwanul Muslimin Mesir juga mengutuk serangan dan penggunaan “kekuatan mematikan” oleh Israel terhadap warga Gaza.

The Great Return March adalah referendum revolusioner terhadap proyek-proyek untuk melikuidasi Palestina dan surat kematian untuk the Deal of Century (Kesepakatan Terbesar Abad Ini),” kata Talaat Fahmi, juru bicara kelompok itu.

Fahmi mengatakan warga Palestina membela tanah suci sementara komunitas internasional tetap diam dalam menghadapi pelanggaran Israel.

Selain warga Gaza yang tewas, ribuan lainnya juga terluka ketika pasukan Israel menembaki demonstran dalam menandai Land Day, peringatan tahunan kematian enam warga Arab Israel yang dibunuh oleh pasukan Israel pada tahun 1976, selama demonstrasi menentang penyitaan tanah pemerintah di Israel utara.

54 Warga Gaza Tewas, Begini Kondisi Penjara Terbuka Terbesar di Dunia

Demonstrasi hari Jumat tersebut adalah awal dari protes enam pekan yang puncaknya akan berlangsung pada 15 Mei, yang oleh warga Palestina disebut hari “Nakba,” atau Malapetaka, yaitu hari ketika Israel didirikan.

Para demonstran menuntut agar para pengungsi Palestina memperoleh hak untuk kembali ke kota-kota dan desa-desa yang ditinggalkan keluarga mereka ketika melarikan diri, atau diusir, saat negara Israel diciptakan pada tahun 1948.

Bagikan
Close X