Responsive image
Responsive image
Responsive image

Dinilai Gagal Memimpin, Aliansi Pemuda Indonesia Soloraya Minta Jokowi Mundur

Dinilai Gagal Memimpin, Aliansi Pemuda Indonesia Soloraya Minta Jokowi Mundur

SOLO (Jurnalislam.com)- Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia (API) Soloraya melakukan aksi turun ke jalan di Bundaran Gladak, Solo pada Jum’at (20/5/2022) menuntut Presiden Jokowi turun dari jabatannya sebagai Presiden RI.

Massa membentangkan spanduk dan poster berisi kritik terhadap kinerja Presiden Jokowi, terlihat juga beberapa orator bergantian memberikan orasinya dari atas mobil komando.

Menurut ketua aksi Salman Al Farisi, kegiatan teraebut sebagai bentuk kritik dan masukan kepada Presiden Jokowi yang dinilai gagal dalam mengelola bangsa dan negara.

“Dalam rangka menyikapi keprihatinan dalam pemerintahan bapak Jokowi, keprihatinan dalam membawa dan mengelola negara ini,” katanya kepada Jurnalislam.com.

“Yang kedua bapak Jokowi justri tidak memikirkan kesejahteraan rakyat, dan peran kemajuan bangsa ini, tapi justru mementingkan daripada oligarki, yaitu asing dan asong,” imbuh Salman.

Salman menilai apabila Presiden Jokowi terus memimpin negara Indonesia hingga 2024, maka akan semakin membuat rakyat sengsara, untuk itu ia tegas menolak wacana masa jabatan 3 periode yang sempat muncul di piblik beberapa waktu yang lalu.

“Maka kami sebagai rakyat karena sudah terlalu berat bilamana pak Jokowi ini masih memimpin sampai 2024 itu sangat luar biasa dampak yang akan diterima oleh rakyat,” ungkapnya.

“Pertama utang semakin menambah, itu siapa yang membayar, akhirnya dibebankan kepada rakyat, anak yang baru lahir sudah dibebani oleh utang, ini ulah pak Jokowi, apa kemauan pak Jokowi untuk rakyat dan bangsa ini,” lanjutnya.

Untuk itu, Salman berharap Presiden Jokowi mau dengan besar hati untuk turun dari jabatannya sebagai presiden karena dinilai tidak bisa mensejahterakan rakyat.

“Maka untuk itu kami mengharap bapak Jokowi selaku presiden, untuk mundur saja dengan legowo, rakyat sudah tidak menghendaki pak Jokowi jadi presiden, maka turun dengan legowo, supaya tidak malu dengan keluarga dan tidak mempermalukan rakyat dan bangsa ini,” pungkasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X