Diancam Tidak Bantu $ 300 Juta pada Rakyat Palestina, Ini Jawaban Abbas pada Trump

4 Januari 2018
Diancam Tidak Bantu $ 300 Juta pada Rakyat Palestina, Ini Jawaban Abbas pada Trump

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kantor Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan pada hari Rabu (3/1/2018) bahwa Yerusalem “tidak dijual” setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengurangi bantuan tahunan lebih dari $ 300 juta untuk memaksa mereka ke meja perundingan.

“Yerusalem adalah ibukota abadi negara Palestina dan bukan untuk dijual untuk emas atau miliaran dollar,” juru bicara Abbas Nabil Abu Rudeina mengatakan kepada AFP, mengacu pada pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Deklarasi 6 Desember tersebut membuat Abbas mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak dapat lagi berperan dalam proses perdamaian Timur Tengah.

“Kami tidak menentang untuk kembali ke perundingan, tapi (perundingan ini seharusnya) berdasarkan undang-undang dan resolusi internasional yang telah mengakui sebuah negara Palestina merdeka dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya,” kata Abu Rudeina.

Presiden Palestina: Israel Lancarkan Agresi Brutal terhadap Rakyat, Tanah dan Tempat Suci

Trump membuat ancaman pendanaan dalam tweet pada hari Selasa, dengan mengatakan: “Kami membayar orang-orang Palestina RATUSAN JUTA DOLLAR setahun dan tidak mendapat penghargaan atau penghormatan.”

“Dengan rakyat Palestina yang tidak lagi mau berbicara damai, mengapa kita harus melakukan pembayaran masa depan yang besar-besaran ini kepada mereka?”

Belum jelas apakah Trump mengancam semua anggaran, senilai $ 319 juta pada 2016, menurut data pemerintah AS.