Responsive image

DDII Bantah Keluarkan Fatwa Larangan Menshalatkan Jenazah Pendukung Pemimpin Kafir

DDII Bantah Keluarkan Fatwa Larangan Menshalatkan Jenazah Pendukung Pemimpin Kafir

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) membantah telah mengeluarkan fatwa resmi larangan menshalatkan jenazah pendukung penista agama dan pemimpin non-muslim. Hal itu disampaikan Ketua Majelis Fatwa dan Pusat Kajian DDII, Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA. Ia menegaskan bahwa teks fatwa yang telah menyebar itu merupakan draft mentah hasil tulisan pribadi.

“Saya klarifikasi supaya tidak ada salah paham bahwa itu (teks fatwa) belum resmi dari Dewan Dakwah,” kata Dr. Zain dilansir Kiblat.net, Selasa (14/3/2017).

“DDII tidak bertanggung jawab terhadap penyebaran itu. Itu hanya tulisan pribadi atau draft yang belum matang,” tegasnya.

Direktur Pesantren Tinggi Al-Islam ini menjelaskan bahwa sampai saat ini tidak ada rapat, musyawarah atau kajian resmi dari DDII membahas hal itu. Ia mengungkapkan teks tersebut sebenarnya tulisan pribadi yang akan diajukan ke majelis fatwa untuk dikaji.

Akan tetapi, imbuhnya, draft mentah itu sudah disebarkan. Oleh karena itu, dia kembali menegaskan bahwa DDII tidak bertanggung jawab atas penyebaran teks fatwa tersebut.

Seperti diketahui, di media sosial telah tersebar teks fatwa yang mengatasnamakan Dr Ahmad Zain An-Najah selaku Ketua Majelis Fatwa DDII dan sekretarisnya, Drs. H. Syamsul Bahri Ismaiel, MH. Teks tersebut melarang menyalatkan jenazah pemilih pemimpin nonmuslim dan pendukung penista agama.

Jenazah mereka tidak dishalatkan karena dianggap munafik. Akan tetapi, larangan ini tidak berlaku bagi yang tidak mengetahui kemunafikan si pendukung.

Sumber: Kiblat.net

Bagikan
Close X