Responsive image
Responsive image
Responsive image

Corona Tersebar di Tabligh Akbar Malaysia, Hadir 696 WNI

Corona Tersebar di Tabligh Akbar Malaysia, Hadir 696 WNI

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Sebanyak 696 warga negara Indonesia (WNI) diketahui ikut serta kegiatan tabligh akbar di Masjid Petailing, Malaysia.

Belakangan, pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa terdapat 12 kasus baru corona di negeri tersebut akibat aktivitas publik tersebut. Acara digelar selama tiga hari dari 28 Februari hingga 1 Maret.

Melibatkan 10 ribu orang dari sejumlah negara. “(Karenanya) semua acara yang melibatkan massa harus dihentikan sementara untuk meminimalisir penyebaran COVID-19,” kata kementerian kesehatan Malaysia dalam Twitter-nya, dikutip dari Reuters, Kamis (12/3/2020).

Lantas bagaimana dengan 696 WNI yang ada di kegiatan tersebut? Juru Bicara Pemerintah RI untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan sampai saat ini belum ada kabar terkait keikutan ratusan WNI tersebut di mesjid Malaysia, dan menunggu laporan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia.

“Kalau ada begini pastinya KBRI komunikasi dengan kita, kita pasti dikasih tahu,” ujarnya. Yuri menegaskan bahwa pemerintah benar-benar sangat serius dan bergerak cepat untuk penanganan corona.

Apalagi, idul fitri dan ramadan tinggal menghitung waktu saja. “Ini kekhawatiran kita, kenapa kami gerap cepat karena itu. Masa iya kita tidak sungkem sama orang tua kita, makanya kita serius. Kalau tidak bisa solat ied kan report. Ini kita hati-hati betul.”

Terkait kegiatan tabligh akbar tadi, Malaysia saat ini menelusuri 5000 orang peserta di acara besar tersebut. Sejumlah negara bagian-pun meminta warga yang datang ke acara tersebut memeriksakan diri dengan sukarela.

Kasus ini merupakan pengembangan dari pasien corona di Brunei. Seorang pria berusia 53 tahun menderita gejala COVID-19, setelah empat hari pulang dari tabligh akbar di Malaysia. Sebagaimana ditulis media lokal, Bebasnews, ada 27 warga negara lain yang ikut dalam acara ini.

Selain Malaysia, ada juga peserta dari Indonesia (696), Filipina (215), Thailand (132), Vietnam (130), Singapura (95). Lalu Kamboja (79), Brunei Darusalam (74), China (35), India (18), Bangladesh (9), Myanmar (6), Aljazira (6), Tunisia (5), Jordan (5), Afrika Selatan (4), Australia (4), Arab Saudi (3). Dan juga Korea Selatan (2), Gambia (2), Kanada (1), Selandia Baru (1), Jerman (1), Mesir (1), Tanzania (1) dan Jepang (1).

sumber: republika.co.id

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close X