Responsive image

BPK Sebut Kesenjangan Ekonomi Pemicu Radikalisme

BPK Sebut Kesenjangan Ekonomi Pemicu Radikalisme

JEMBER (Jurnalislam) – Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Dr. Ali Masykur Musa mengatakan, kesenjangan ekonomi merupakan salah satu faktor pemicu radikalisme. Hal itu dikatakan dalam acara Seminar dan Konferensi Ikatan Sarjana NU (ISNU) Cabang Jember di Auditorium Hotel Bintang Mulia, Jumat (20/4/2018).

Menurutnya, persoalan kesenjangan ekonomi menjadi sumber ketidakadilan dan berpotensi melahirkan kekerasan. Dia mencontohkan, dengan 1 persen dari penduduk kaya menguasai 66 persen modal pihak ketiga yang nilainya lebih dari Rp 10 ribu triliun..

“1 persen penduduk terkaya itu hanya berjumlah 40 orang. Kekayaan satu orang tersebut setara dengan kekayaan 37 juta warga Indonesia pada umumnya,” paparnya

Jika pemerintah ingin mengatasi persoalan radikalisme, kata dia, maka harus mencari solusi terkait kesenjangan ekonomi.

Menurut alumni Fisip Universitas Jember ini, sistem ekonomi sudah sangat oligarkis dan sangat berpotensi melahirkan kekerasan. Kondisi ini juga, lanjutnya, berpotensi menjadikan orang nekad menghalalkan segala cara untuk melindungi kepentingannya dan menciptakan monopoli.

“Kami menghimbau para memimpin ormas Islam di Indonesia ini menyusun sistem ekonomi sesuai dengan etika ekonomi ahlussunah wal jamaah guna memberi solusi konkrit,” pungkasnya.

Bagikan
Close X