Bom Hantam Pengadilan dan Restoran di Ibukota Suriah, Puluhan Tewas Ratusan Terluka

Bom Hantam Pengadilan dan Restoran di Ibukota Suriah, Puluhan Tewas Ratusan Terluka

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Dua bom martir menghantam Damaskus ibukota Suriah pada hari Rabu (15/03/2017), menewaskan puluhan orang sejak perang di negara itu memasuki tahun ketujuh.

Seorang pembom meledakkan rompi peledak di gedung pengadilan utama ibukota di awal sore hari, menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 102 lainnya, kantor berita rezim Suriah SANA melaporkan.

Penyerang kedua meledakkan dirinya di sebuah restoran di daerah Rabweh di Damaskus, menurut SANA, melukai sedikitnya 28 orang.

Reporter Al Jazeera Natasha Ghoneim, melaporkan dari kota Gaziantep di sepanjang perbatasan Suriah, mengatakan bahwa pembom pertama dilaporkan meledakkan dirinya setelah ia dihentikan oleh pasukan rezim di pintu gerbang pengadilan.

Pemboman di dalam Justice Palace, yang terletak dekat pasar Hamidiyeh yang terkenal dan ramai di Damaskus, adalah yang terbaru dalam serangkaian ledakan mematikan dan serangan martir menargetkan daerah yang dikuasai rezim Nushairiyah Assad di Suriah dan ibukota.

Menurut kepala polisi rezim Damaskus Mohammad Kheir Ismail, penyerang Justice Palace menyerang pada pukul 13:20. Seorang pria mengenakan seragam militer dengan membawa senapan dan granat tiba di pintu masuk ke istana, kepala polisi mengatakan kepada televisi pemerintah.

Para penjaga menghentikan pria tersebut, mengambil senjatanya dan meminta untuk menggeledahnya. Pada saat itu, pria itu melemparkan diri ke dalam gedung dan meledakkan dirinya, kata kepala polisi.

Jaksa Agung Suriah, Ahmad al-Sayed, yang berada di gedung hanya beberapa meter dari ledakan, menegaskan bahwa ketika para penjaga keamanan berusaha menangkap orang itu, ia menjatuhkan dirinya ke dalam ruangan dan meledakkan dirinya. Sayed mengatakan 30 orang tewas dan 45 lainnya luka-luka.

“Ini adalah tindakan kotor karena orang-orang yang masuk gedung tidak bersalah,” katanya, mencatat bahwa waktu ledakan itu direncanakan untuk membunuh sejumlah besar pengacara, hakim, dan orang lain yang ada pada saat itu.

Ambulans bergegas ke tempat kejadian untuk memindahkan korban ke rumah sakit.

Dalam serangan kedua, di distrik Rabweh, SANA mengatakan seorang pembom martir juga meledakkan dirinya di sebuah restoran, menewaskan beberapa orang. Saluran Ikhbariyeh TV mengatakan penyerang dikejar-kejar oleh agen intelijen rezim ketika ia bergegas ke sebuah restoran dan meledakkan rompinya yang penuh bahan peledak. Tidak ada pihak yang segera mengklaim serangan itu.

Pemboman Rabu tersebut mengikuti serangan kembar pada hari Sabtu di dekat tempat ritual yang sering dikunjungi oleh Syiah di Damaskus yang menewaskan sedikitnya 40 orang.

Baca juga:

Puluhan Peziarah Syiah Tewas Dihantam Bom Kembar di Ibukota Suriah

Inilah Alasan Hayat Tahrir al Sham Lakukan Serangan Bom Istisyhad di Ibukota Suriah

Bagikan