Berita Terkini

Minat Umat Islam Belajar Agama Lewat Medsos Sangat Tinggi

SENTUL (Jurnalislam.com) – Menteri Agama, Fachrul Razi dalam rapat pleno Koordinasi Indonesia Maju, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyatakan pengguna aktif media sosial di Indonesia mencapai 130 juta orang dari populasi masyarakat Indonesia yang menggunakan medsos sebanyak 254,4 juta jiwa.

Itu dikatakan Menag dengan mengutip laporan berjudul ‘Essential Inside Into Internet, Social Media, Mobile, and E-Commerence Use Around the Wolrd’ yang diterbitkan 30 Januari 2018.

Fachrul menyebutkan, hampir dari setengah masyarakat Indonesia menggunakan medsos untuk melakukan interaksi dengan orang lain.

Medsos juga memicu penggunanya untuk mencari informasi tentang persoalan kehidupan termasuk masalah agama.

“Jadi ini menunjukan minat pemaham-pemaham agama mencari pengetahuan di medsos luar biasa tingginya,” kata Fachrul di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, dengan fasilitas internet saat ini, masyarakat cenderung menganggap otoritas agama seperti kyai, ustaz, guru agama yang tradisional hanya pilihan alternatif belaka dari kehidupan sehari-hari mereka.

“Berbeda dengan generasi sebelumnya yang sangat taat kepada fatwa kepala otoritasnya. Saat ini masyarakat lebih sering fokus pada kebutuhan individual, personal dan sangat kritis terhadap nilai-nilai tradisional,” ujarnya.

Kemenag Masih Kaji Program Deradikalisasi untuk ASN

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan, rencana program deradikalisasi yang akan menjadi tugas kementerian/lembaga, masih dibahas bersama sejumlah menteri lainnya. Nantinya, program ini juga berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kementerian.

“Ada, untuk ASN kita keluarkan putusan bersama 8 menteri, nanti bisa dilihat. Semua sama delapan menteri itu,” katanya saat rapat pleno Koordinasi Indonesia Maju, pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Mengenai tanggapan anggota DPR dan sejumlah pihak yang menyatakan program deradikalisasi tidak efektif, Fachrul membantah hal tersebut. “Siapa yang bilang? Kalau DPR tanya ke sana, jangan ke saya,” ujarnya.

Menurut dia, ukuran efektivitas sangat nisbi. Namun, program ini perlu terus digalakkan guna mengurangi adanya ancaman ideologi dan gerakan radikalisme.

“Kalau efektif nggak efektif itu kan relatif ya, tapi yang jelas upaya itu dilakukan intesif. Semua orang sadar itu sangat berbahaya,” katanya.

Balas Dendam Diduga Jadi Motif Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengamat terorisme, Harits Abu Ulya mengatakan, terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11/2019) pagi, terkait jaringan ISIS.

“Dikabarkan semalam telah melakukan bai’at mati untuk melakukan serangan, baiat ke daulah. Tapi masih perlu dielaborasi lagi untuk menyingkap siapa dan apa dibalik aksi teror ini,” kata Harits saat dihubungi Jurnalislam.com, Rabu (13/11/2019).

Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) ini menduga, motif penyerangan masih sama dengan aksi-aksi sebelumnya, yaitu balas dendam.

“Ya, itu siklus dendam saja, terkait dengan tindakan polisi sebelumnya terhadap kawanan mereka. Dan dianggap menjadi penghalang tujuan dan misi mereka ata dianggap telah berbuat tidak manusiawi terhadap kawan mereka yang tertangkap,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Harits menyayangkan kinerja aparat yang masih kecolongan dengan aksi-aksi penyerangan serupa. Padahal, kata dia, aparat mempunyai alat yang lengkap untuk melakukan pencegahan aksi terorisme, dari mulai undang-undang, SDM hingga teknologi.

“Ada BIN, BAIS, BNPT, Intelkam Polri, Densus88, dll, mereka ada payung UU, ada anggaran, SDM, teknologi canggih, deteksi dini idealnya berjalan maksimal agar bisa lakukan langkah antisipasi bahkan pre-emptif,” papar Harist.

Selain itu, lanjutnya, aparat juga sudah banyak melakukan penangkapan dalam beberapa bulan terakhir akan tetapi aksi teror masih terjadi.

“Kali ini publik bisa saja mengkritisi aparat kecolongan, alasannya cukup rasional; sudah banyak yang ditangkap dalam beberapa bulan terakhir. Tapi masih juga ada aksi teror,” kata Harits.

Sebagaimana diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di area parker Mapolrestabes Medan pagi in, Rabu (13/11/2019). Peristiwa itu menewaskan pelaku dan melukai enam orang lainnya, 5 diantaranya aparat kepolisian dan 1 orang sipil.

Pelaku diketahui bernama Rabbial Muslim Nasution, pemuda 24 tahun dengan status pekerjaan Pelajar/Mahasiswa.

Saat melakukan aksinya, Rabbial mengenakan jaket Go-Jek. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku melilitkan bom di tubuhnya.

10 Warga Gaza Termasuk Komandan Brigade Al-Quds Gugur oleh Serangan Udara Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Serangan udara militer Israel di Jalur Gaza menewaskan salah seorang pimpinan Brigade Al-Quds, Bahaa Abu Al-Ataa, Selasa (12/11/2019). Bahaa bersama istrinya meninggal dalam serangan tersebut. Sementara dua anaknya terluka serius dan dirawat di RS setempat.

Selain menghancurkan rumah Bahaa Abu Al-Atta, penjajah Isarel juga melakukan serangan udara di daerah Gaza Utara.

Seperti dilansir AFP, Rabu (13/11/2019), Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa total 10 orang tewas dan lebih dari 40 orang lainnya luka-luka akibat gempuran udara yang dilancarkan Israel pada Selasa (12/11) waktu setempat.

Serangan itu memicu serangan balasan dari Brigade Al-Quds. Sejumlah pemukim ilegal Israel dilaporkan terluka oleh serangan roket dari pejuang Brigade Al-Quds.

Mahasiswa Indonesia di Gaza, Muhammad Husein melaporkan, hingga saat ini, penjajah Israel masih melakukan serangan udara di wilayah Gaza.

KH Said Aqil Sebut Pencekalan Habib Rizieq Seharusnya Urusan Polisi

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengaku enggan mengomentari terkait pengakuan Habib Rizieq Shihab soal surat pencekalan.

“Itu urusan polisi dong, bahwa pertimbangan keamanan polisi Rizieq masih harus dicekal, ya itu saya tak akan intervensi,” kata Said di PBNU, Jalan Kramatraya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut Kapolri Jenderal Idham Azis bersilaturahmi dengannya. Namun, Said menegaskan tidak akan membahas soal pencekalan Habib Rizieq.
“Tak disangkutpautkan karena itu merupakan kebijakan, pertimbangan yang sangat dalam,” ucapnya.
Said memastikan, pengakuan pencekalan Habib Rizieq tidak menimbulkan kegaduhan politik. “Kita sudah dewasa berpolitik kok, berpengalaman, jangka panjang sudah. Kemarin dicoba pilpres, pileg serentak, kita bisa melewati dengan baik,” tutupnya.

Sumber:okezone.com

Silaturahim, Kapolri Idham Azis Sambangi PBNU

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Idham Azis bersilaturahim ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Dalam kunjungannya, Kapolri mengatakan kunjungannya ke PBNU seperti seorang anak mengunjungi orang tua.

“Ke sini sebagai seorang anak datang kepada orang tua, sebagai orang baru yang menjabat mendapat amanat untuk melanjutkan tongkat estafet Kepala Polisi Negara Republik Indonesia, saya datang bersama beberapa staf, bersilaturahim, yang merupakan tradisi,” katanya.

Jenderal kelahiran Sulawesi Selatan mengatakan, dirinya tahu bahwa NU adalah ormas terbesar yang komitmennya terhadap NKRI tidak perlu diragukan lagi.

“Sangat merasakan bantuan yang diberikan PBNU untuk kita bersama-sama membawa Indonesia ke arah yang lebih aman, tentram, tertib. Kami tidak mungkin bisa bekerja sendiri,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua PBNU, Said Aqil Siradj mengatakan selama ini, NU dan Polri selalu bergandengan tangan dalam memperkuat tatanan masyarakat dan memiliki komitmen menjaga empat pilar.

“Selama NU dan ormas-ormas lain bekerja sama dengan Polri, maka Indonesia menjadi aman,” katanya.

Perkuat Ekonomi Syariah Bidang Digital, Investree Hadiri IFSB Summit

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sebagai satu-satunya perusahaan fintech lending yang memperoleh izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan untuk 2 (dua) lini bisnis yaitu konvensional dan syariah, Investree (PT Investree Radhika Jaya) memiliki tujuan untuk turut memajukan perekonomian Islam.

Untuk itu, Investree berpartisipasi di 14th IFSB Summit yang diselenggarakan oleh Islamic Financial Services Board selama 3 (tiga) hari, Selasa-Kamis, 12-14 November 2019 di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC).

Investree menjadi satu-satunya perusahaan marketplace lending yang bergabung di acara bertema “Islamic Finance for Sustainable Development in the Era of Technological Innovations” ini dan tak hanya membuka booth, Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, juga akan berbicara dalam salah satu sesi seminar.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, mengatakan bahwa pihaknya bangga karena dapat mewakili industri fintech Asia Tenggara untuk menjadi bagian dari acara internasional bergengsi 14th IFSB Summit ini.

“Kami sadar bahwa belum meningkatnya inklusi keuangan masih jadi isu yang signifikan di negara-negara yang memiliki industri keuangan syariah seperti Indonesia padahal potensinya sangat besar,”kata Adrian.

Oleh karena itu, katanya, melalui Investree Syariah, pihaknya ingin membantu industri ini di Indonesia dan regional agar mencapai pembangunan yang berkelanjutan terlebih di era inovasi digital seperti saat ini.

“Kami mau masyarakat semakin mengenal produk dan layanan Investree Syariah sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh mereka semua, membuka akses pembiayaan sesuai dengan prinsip Islam bagi segmen pasar yang lebih inklusif terutama UKM-UKM berkembang,” pungkasnya.

Fadli Zon: Kalau Pemerintah Memang Mau, Seharusnya Mudah Pulangkan HRS

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut seharusnya pemerintah tidak kesulitan memulangkan Imam Besar FPI Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Menurutnya, masih tertahannya Rizieq di Arab Saudi hanya disebabkan persoalan politik. Dalam beberapa pertemuan dengan imam besar Front Pembela Islam itu, Fadli menyebut, kepulangan Rizieq seolah dihalangi.

“Jadi memang ada upaya supaya Habib Rizieq tidak kembali ke Indonesia, itu yang dilaporkan kepada saya tempo hari. Jadi menurut saya dalam hal ini kalau mempunyai satu niat baik dan ini amanat dari konstitusi harus melindungi segenap warga negara Indonesia, termasuk Habib Rizieq agar bisa difasilitasi (pulang),” kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/11).

Anggota Komisi I itu menyatakan, pemerintah akan mudah memulangkan Rizieq jika benar-benar niat. Bahkan, dia mengungkapkan, proses pemulangan tersebut bisa selesai dalam satu hari.

“Kalau pemerintah sekarang ini mau, mudah sekali. Saya kira ukuran satu hari selesai ibaratnya,” ujarnya.

Saat ini, Fadli menjelaskan, ada tangan-tangan pesanan yang tak ingin Rizieq kembali ke Tanah Air. Meski begitu ia tak menyebut identitas atau kelompok mana yang menolak Rizieq.

“Dan ini berulang, berkali- kali, seperti ada pesanan,” tutupnya.

Sumber: merdeka.com

 

DPR dan Menlu Gelar Pertemuan Tertutup Bahas Habib Rizieq

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Komisi I DPR RI dan Kementerian Luar Negeri RI melakukan pembicaraan tertutup untuk membahas Habib Rizieq Shihab (HRS).

Pembicaraan tertutup tersebut dilakukan pada rapat kerja Komisi I DPR RI dan Kemenlu di Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Selasa (12/11).

Pada rapat kerja tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendapatkan pertanyaan soal pencekalan Imam Besar FPI. Pertanyaan itu dilontarkan setelah Retno memaparkan visinya.

Komisi I DPR RI fraksi PDIP Effendi Simbolon yang melontarkan pertanyaan soal pencekalan Habib Rizieq itu ke Retno.

Ini pertanyaan titipan. Mohon penjelasan soal terkait status pencekalan Habib Rizieq,” tanya Effendi.

Namun, pertanyaan Effendi tak langsung dijawab. Retno menyebut, terlebih dahulu menampung pertanyaan-pertanyaan yang datang dari Anggota Komisi I DPR.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Teuku Riefky Harsya pun melakukan skorsing rapat untuk melaksanakan istirahat, shalat, dan makan sebelum rapat dilanjutkan dengan Retno.

Namun, Effendi meminta penegasan terkait kapan pertanyaannya soal pencekalan HRS akan dijawab oleh Retno.

Pimpinan Sidang pun menjawab bahwa pembahasan itu bakal dilangsungkan secara tertutup. “Tertutup pak, itu disampaikan barusan,” jawab Teuku.

sumber: republika.co.id

Bertemu Dubes Saudi, Prabowo Buka Peluang Bahas Pemulangan HRS

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Pertahanan Prabowo Subianto membuka kemungkinan untuk membahas pemulangan Rizieq Shihab saat bertemu Dubes Arab Saudi Esam A Abid Althagafi.

“Mudah-mudahan nanti kita lihat,” ujar Prabowo di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (12/11).

Pertemuan dengan Dubes Arab Saudi tersebut akan digelar di Kantor Kemenhan pada sore hari ini. Kendati demikian, Prabowo mengaku akan mempelajari lebih lanjut terkait masalah Rizieq.

“Nanti kita ini ya, kita pelajari dulu, saya belum dengar,” kata dia.

Sebelumnya, keluarga Habib Rizieq Shihab (HRS), Habib Hanif Alatas, mengatakan, imam besar FPI itu overstay (tinggal di suatu tempat lebih lama dari masa yang diizinkan) karena dicekal. Ia menegaskan, HRS bukan dicekal karena overstay.

“Beliau sudah dua kali mencoba pulang ke Indonesia, ada tiket pesawatnya. Beliau sudah sampai bandara, cuma tahu-tahu tidak bisa berangkat karena dicekal,” kata Habib Hanif saat konferensi pers di Jakarta, Senin (11/11).

Setelah dua kali percobaan tersebut, barulah HRS mengalami overstay di Arab Saudi dan sampai sekarang belum bisa kembali ke Indonesia.

Ia berharap pemerintah mengirimkan klarifikasi secara resmi ke otoritas Arab Saudi bahwa tidak ada pencekalan dari Indonesia.

“Memang itu yang kami minta. Sebetulnya selama ini pemerintah menyatakan tidak terlibat urusan hukum Saudi, sementara Arab Saudi menyatakan bahwa itu kan permintaan dari sini,” katanya.

Sumber: republika.co.id