Berita Terkini

Pakar: Pelaku Perusakan Mushola Minahasa Utara Bisa Dijerat Pasal Penodaan Agama

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Pakar Hukum Universitas Juanda Bogor Dr Muhammad Taufik menilai bahwa pelaku perusakan mushola Al Hidayah di Perum Agape, Minahasa Utara bisa dijerat dengan dua pasal KUHP yakni pasal 170 dan 156.

Sebelumnya, Senin (3/2/2020) polisi telah menetapkan 5 tersangka atas kasus tersebut, mereka adalah NS, HK, DHM, JS dan JMM.

“Banyak pasal yang dilanggar, terutama pasal 170, apa itu? Perusakan terhadap orang atau barang dengan tangan kosong maupun alat bantu, senjata tumpul atau tajam, itu maksud intinya pengeroyokan,” katanya kepada jurnalislam.com beberapa waktu yang lalu di Karanganyar.

“Dia bisa dikenakan juga yang paling berat adalah pasal 156, apa itu, penodaan terhadap salah satu agama, terlihat di video itu kan laki laki perempuan masuk masjid, pakai sepatu, pakai sendal, menghancurkan dan sebagainya,” imbuh Dr Taufik.

Lebih lanjut, Dr Taufik khawatir apabila pihak kepolisian tidak menggunakan pasal 156 untuk menjerat pelaku, maka hal itu bisa memicu konflik antar agama sebagaimana yang pernah terjadi di Poso silam.

“Pasal itu kan masih berlaku, pasal pasal yang penodaan terhadap agama itu, kalau pelaku perusakan itu tidak dikenakan, saya khawatir akan mengulang kembali peristiwa kerusuhan poso 1 dan poso 2 juga aktornya atau penciptanya itu dari aktifis aktifis gereja,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa perusakan tersebut telah direncanakan sebelumnya, hal itu terlihat dari video yang beredar di medsos, ia menyebut ada beberapa orang yang mengomando untuk mushola tersebut.

“Ini pasal perusakan 170 maupun pasal 156, ayat a tentang penodaan terhadap suatu agama yang dianggap di Indonesia, itu terpenuhi dan ancaman hukumannya itu 6 tahun,” pungkasnya.

Pembiaran Kasus Perusakan Mushola Minahasa Dinilai Berpotensi Picu Konflik Lebih Besar

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Ummat Islam Semarang (FUIS) mengelar aksi unjuk rasa mengutuk atas perusakan Ibadah Umat Islam Masjid Agape Minahasa Utara yang dilakukan oleh sekelompok ormas Manguni, Senin (3/2/2020).

Disaat peserta berorasi di depan Polda untuk menuntut keadilan atas pengrusakan tempat ibadah umat Islam di Minahasa, sebagian perwakilan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) melakukan mediasi bersama  Polda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin(3/2/2020).

Dalam mediasi tersebut, Ketua Jamaah Ansharusyariah (JAS) Semarang, Ustadz Danang Setyadi khawatir jikalau ada pembiaran terus menerus akan terjadi ledakan kemarahan seperti halnya kasus Ambon dan Poso.

“Ini harus ada tindakan tegas dari aparat, jangan sampai bola salju ini terus bergulir yang akan meledak suatu saat nanti jika terjadi pembiaran,“ katanya.

Ia juga menyindir bahwa penangkapan  pelaku pelaku penghinaan umat Islam yang dilakukan aparat itu hanya penggembira Umat Islam, karena tidak ditindak secara tegas dengan hukuman seberat mungkin, seperti halnya 6 pelaku perusakan yang kemarin ditangkap oleh Polda Sulawesi utara

“Ketika proses ini tidak diteruskan dan hanya formalitas penangkapan, itu hanya penggembira Umat Islam saja,“ cetusnya

Menanggapi hal tersebut, Dir. Intelkam Polda Jateng, Kombes Pol. Yuda Gustawan akan menyampaikan tuntutan ormas-ormas Islam ke Pusat, karena ia mengakui bahwa kasus tersebut bukan wewenangnya di Jawa Tengah

“Nanti kami akan sampaikan aspirasi dari kawan kawan semuanya,” katanya

Melanggar Perppu Ormas, FUI Semarang Minta Ormas Perusak Mushala Minahasa Dibubarkan

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Ummat Islam Semarang (FUIS) mengelar aksi unjuk rasa mengutuk atas perusakan Ibadah Umat Islam Masjid Agape Minahasa Utara yang dilakukan oleh sekelompok ormas Manguni, Senin (3/2/2020).

Disaat peserta berorasi di depan Polda untuk menuntut keadilan atas perusakan tempat ibadah umat Islam di Minahasa, sebagian perwakilan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) melakukan mediasi bersama  Polda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin(3/2/2020)

Dalam mediasi tersebut, Ketua bidang hukum FPI Zainal Petir menjelaskan bahwa Manguni adalah Organisasi masyarakat, bahwa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang ditetapkan sebagai undang-undang dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017.

Yang berkaitan dengan Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan Menjadi Undang-Undang (UU Ormas”), bahwa ormas yang melakukan tindakan pidana ancaman hukumannya 20 tahun

“Tolong dicatat bahwa ormas yang melakukan tindak pidana ancaman hukumannya adalah 20 tahun, maka jangan enak enakan besok hanya kena pasal perusakan, tidak bisa seperti itu, jadi harus dikenakan undang-undang ormas,” terangnya

“Saya minta, polri harus adil, saat inilah polri ditunggu, mau adil atau diskriminatif,” tambahnya.

FPI Jateng: Perusakan Mushola Minahasa Bukan Masalah Biasa, Penghinaan terhadap Islam

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Ummat Islam Semarang (FUIS) mengelar aksi unjuk rasa mengutuk atas perusakan Ibadah Umat Islam Masjid Agape Minahasa Utara yang dilakukan oleh sekelompok ormas Manguni, Senin (3/2/2020).

Di saat peserta berorasi didepan Polda untuk menuntut keadilan atas pengrusakan tempat ibadah umat Islam di Minahasa, sebagian perwakilan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) melakukan mediasi bersama  Polda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin(3/2/2020)

Diantara perwakilan yang tergabung dalam FUIS tersebut adalah JAS, FPI, GPK dan Sahabat Masjid

Panglima laskar FPI Jateng, KH. Ahmad Rofi’i menyampaikan bahwa perusakan itu bukan masalah biasa yang selesai hanya dengan dibangunnya kembali Masjid dengan yang Lebih bagus, karena menurutnya itu adalah penghinaan terhadap Umat Islam

“Ini bukan masalah negara bisa membangun atau gak, InsyaAllah Umat Islam membangun Masjid tanpa rezim bisa berdiri, bukan bisa atau haknya, tapi ini adalah penghinaan tempat munajat Umat Islam,” jelasnya

FUI Semarang Desak Pelaku Perusak Masjid Minahasa Utara Dihukum Berat

SEMARANG-(Jurnalislam.com) Forum Ummat Islam Semarang (FUIS) mengelar aksi unjuk rasa mengutuk atas pengrusakan Ibadah Umat Islam Masjid Agape Minahasa Utara yang dilakukan oleh sekelompok ormas Manguni, Senin (3/2/2020).

Aksi unjuk rasa dimulai longmarch dari Masjid Baiturrahman simpang lima menuju Mapolda Jawa Tengah, jalan Pahlawan Semarang.

Diantara ormas yang tergabung dengan FUIS tersebut diantaranya FPI Jateng, JAS, GPK, Sahabat Masjid

Ketua FUIS, Wahyu Kurniawan menyampaikan aksinya tersebut untuk menuntut keadilan atas tindakan pengrusakan Ibadah Umat Islam yang dilakukan oleh sekelompok ormas Radikal Manguni

“Kami menuntut keadilan atas tindakan intoleran oleh para kafirin yang merusak Ibadah umat Islam,” ucapnya kepada jurnalislam

Selain itu FUIS menuntut agar aparat menindak tegas dengan menghukum pelakunya seberat mengkin karena termasuk perbuatan sara yang merusak toleransi

“Kami dari fuis meminta aparat pemerintahan untuk menindak tegas dengan menghukum pelakunya dengan seberat mungkin, “katanya

Tak hanya orasi didepan Polda, sebagian ormas Islam juga mengadakan audiensi bersama perwakilan Polda Jateng terkait kasus tersebut

Dalam kondisi hujan lebat tersebut para peserta tidak patah semangat dalam menyampaikan orasinya menuntut keadilan, aksi berakhir menjelang asar

Haedar: Gus Solah Ingin Kenalkan Umat Pendiri NU-Muhammadiyah

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir menyampaikan bahwa KH Salahudin Wahid (Gus Solah) sangat ingin umat dan masyarakat luas mengenal KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari. Mereka adalah kedua tokoh umat dan bangsa yang telah melahirkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Haedar menceritakan, sebelum Gus Solah sakit pada pekan lalu masih berkomunikasi tentang rencana pemutaran Film Jejak Langkah Dua Tokoh Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari. Rencananya akan mengundang Presiden Indonesia pada pemutaran film tersebut.

“Beliau begitu rupa ingin agar umat dan masyarakat luas mengenal KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari, kedua tokoh umat dan bangsa yang besar jasanya dan melahirkan Muhammadiyah dan NU sebagai warisan terpenting,” kata Haedar kepada Republika, Ahad (2/2).

Ia menyampaikan, beberapa bulan yang lalu sempat silaturrahmi ke rumah. Perhatian Gus Solah pada pendidikan sangat luar biasa terutama untuk pengembangan pendidikan Islam yang berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni.

Ketua Umum PP Muhammadiyah sudah lama mengenal Gus Solah. Di matanya Gus Solah adalah sosok yang rendah hati, bergaul luas dengan banyak kalangan, moderat, memiliki komitmen keislaman yang kuat dan visi kebangsaan yang luas. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini menaruh perhatian besar pada demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) dengan konsisten.

“Kita lepas kepergian Gus Solah dengan ikhlas, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, semoga almarhum husnul khatimah dan diterima di sisi Allah SWT,” kata Haedar.

Sumber: republika.co.id

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, Gus Sholah Berpulang

JAKARTA (Jurnalislam.com)Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid berpulang pada Ahad (2/2/2020) malam. Sebelumnya, Almarhum dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Kabar duka tersebut disampaikan puteranya, Ipang Wahid. Seperti yang dikutip dari akun twiternya.

“Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20:55. Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.” demikian unggahan pukul 9:16 Ahad malam.

Beberapa jam sebelumnya, Irfan sempat mengunggah twit yang mengabarkan kondisi ayahnya yang sedang kritis.

“Asslm ww. Dengan kerendahan hati, kami mohon keikhlasan doa untuk Ayahanda kami @Gus_Sholah yg sedang dalam keadaan kritis. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan, kesabaran & yang terbaik bagi Beliau. Semoga Allah SWT mencabut sakit Beliau tanpa disertai rasa sakit,” katanya.

Sesepuh Nahdlatul Ulama yang juga adik dari Presiden ke 4 RI Abdurrahman Wahid ini sempat menjalani tindakan medis ablasi. Operasi itu dilakukan karena ada masalah pada selaput jantungnya.

Padahal, Gus Sholah sebelumnya telah sukses menjalani operasi untuk mengatasi gangguan irama jantung atau ablasi di rumah sakit. Setelah itu, Gus Sholah dibolehkan pulang.

Beberapa hari di rumah, tubuh Gus Sholah kembali lemas sehingga keluarga langsung membawanya kembali ke rumah sakit

 

100 Hari Rezim Jokowi Jilid 2, Rakyat Sejahtera atau Binasa?

Oleh : Djumriah Lina Johan
Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial Ekonomi Islam

Terhitung 100 hari telah berlalu tepat pada Selasa, 28 Januari 2020 lalu sejak dilantiknya Jokowi-Ma’ruf. Kabinet Indonesia Maju pun telah terbentuk. Sekitar 34 jabatan menteri telah dilantik beserta kepala staf kepresidenan, sekretaris kabinet, kepala badan koordinasi penanaman modal, dan jaksa agung. Kebijakan demi kebijakan telah digelontorkan. Mulai dari kebijakan di bidang politik ekonomi hingga perang melawan radikalisme. Namun, tak satupun dari kebijakan-kebijakan tersebut yang menyentuh kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Dikutip dari CNNIndonesia, pada Selasa (28/1/2020) Ekonom dan Direktur Riset dari Center of Reforms on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai wajar banyaknya keluhan masyarakat terhadap kebijakan 100 hari kinerja Jokowi. Piter merasa kebijakan Jokowi pada periode sebelumnya lebih baik daripada kebijakan yang diambilnya pada awal periode ini. “Pak Jokowi mengatakan di kampanye bahwa dia sudah nothing to lose, dia akan all out. Tapi yang kita lihat, kalau saya membandingkan periode pertama dengan kedua, justru periode yang pertama yang lebih nothing to lose,” ucap Piter.

Menurut Piter, Jokowi lebih berani untuk mengambil kebijakan yang mengapresiasi anggaran, seperti mengurangi jumlah subsidi sehingga dapat mengubah struktur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan mengerek investasi. “Dia lebih membebani masyarakat. Seperti menaikkan cukai rokok, (iuran) BPJS Kesehatan, kemudian ini juga arahnya akan mengubah terkait dengan subsidi gas. Ini selain dia membebani, tapi dampaknya terhadap APBN-nya, ya tidak positif juga,” tuturnya.

Menurutnya, kesalahan utama yang dilakukan Jokowi pada periode ini terletak pada strategi kebijakan-kebijakan yang memberikan tekanan terhadap daya konsumsi masyarakat secara keseluruhan di tengah kondisi tekanan perekonomian global. Hasilnya, disamping turunnya daya beli masyarakat, tak sedikit dari publik yang memprotes dan lebih sensitif terhadap kebijakan-kebijakan tersebut.

Setidaknya ada tujuh poin yang bisa dianalisa dari 100 hari kinerja rezim Jokowi jilid 2 :

Pertama, dalam bidang politik. Pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju dengan orang-orang yang terpilih menjadi menteri cukup tak terduga. Hal ini disebabkan adanya menteri agama dengan latar belakang militer hingga menteri pendidikan yang berlatar belakang pengusaha. Walhasil, kebijakan-kebijakan yang lahir dari kementerian-kementerian tersebut sesuai dengan latar belakang mereka.

Menteri Agama dengan kebijakan rasa militer, mulai dari kebijakan perang melawan radikalisme dengan kebijakan turunannya pelarangan cadar dan celana cingkrang bagi ASN hingga menjadikan materi jihad dan Khilafah sebagai pelajaran sejarah bukan lagi fikih. Mendikbud dengan kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, justru mengarahkan generasi dan perguruan tinggi semakin liberal.

Kedua, dalam bidang hukum. Revisi UU KPK yang malah mengakibatkan kelumpuhan pada instansi tersebut. Lihatlah drama antara KPK dengan partai kepala banteng. Menggelikan sekaligus membuktikan bahwa rezim sekarang justru berpihak dan melindungi koruptor. Belum lagi banyaknya rancangan omnibus law, mulai dari Omnibus Law IKN, Pajak, hingga Cipta Lapangan Kerja. Tak ada satupun hukum yang berpihak kepada rakyat serta tidak ada hukum yang dibuat demi kesejahteraan dan kepentingan rakyat. Semua demi dan hanya untuk menyenangkan para kapitalis.

Ketiga, dalam bidang ekonomi. Rapor merah rezim yang sangat menzalimi rakyat. Mulai dari kenaikan iuran BPJS Kesehatan, kenaikan tarif jalan tol, kenaikan tarif dasar listrik, wacana penghilangan subsidi gas 3 kg, hingga gempuran investasi asing di mega proyek pembangunan IKN. Sekali lagi, menegaskan tak ada satupun kebijakan yang dibuat demi kemaslahatan rakyat.

Keempat, dalam hal infrastruktur. Adanya peresmian bendungan dan tol layang Jakarta – Cikampek. Namun, efek buruk dan negatif yang ditimbulkan justru lebih besar dan dahsyat. Yakni, banjir. Polemik yang terus menghantui negeri ini. Konsep smart city yang diagung-agungkan pun tak mampu membendung gempuran banjir bandang di beberapa kota metropolitan. Tak terkecuali Jakarta dan daerah calon IKN. Maka, apa yang bisa dibanggakan dari hasil kerja rezim?

Kelima, dalam hal birokrasi. Kebijakan pemangkasan Eselon I di Kementerian BUMN, Eselon III dan IV di Kementerian/lembaga serta perombakan direksi dan komisaris di 14 perusahaan BUMN. Namun, nyatanya kebijakan tersebut tumpang tindih dengan kebijakan yang lain sebagaimana adanya pengangkatan stafsus presiden serta wakil menteri dengan tupoksi dan jam kerja yang tidak jelas akan tetapi bergaji tinggi. Belum lagi terungkapnya kasus korupsi di BUMN, yaitu Jiwasraya, Asabri, serta Pelindo II menambah daftar panjang salah urus negeri ini.

Keenam, dalam bidang sosial budaya. Kebijakan penghapusan tenaga honorer tak akan menjamin penyelesaian masalah penyaluran dan pengaturan tenaga kerja. Karena pada dasarnya kesalahan bukan pada tenaga honorer tetapi rumit dan ruwetnya menjadi ASN. Sejatinya tujuan awal rekrutmen tenaga honorer bertujuan untuk mengurangi pengangguran sekaligus mendapatkan tenaga yang mau dibayar rendah sesuai budget negara karena belum berpengalaman atau karena janji direkrut sebagai ASN. Namun, menumpuknya tenaga honorer justru diklaim sebagai beban negara.

Ketujuh, akar dari semua permasalahan di atas karena penerapan sistem kapitalis sekuler. Sehingga negara yang sejatinya berperan mengurusi masalah rakyat malah hari demi hari terus berupaya menyengsarakan rakyat. Secara gamblang rezim menunjukkan ketidakpeduliannya mereka kepada nasib rakyat. Penguasa hanya mementingkan kepentingan korporasi dan antek-anteknya. Maka tak ada jawaban lain untuk menyolusikan masalah yang menimpa rakyat negeri ini selain mengganti sistem sesat nan zalim sekarang.

Hanya Islam yang mampu menjawab tantangan mengurusi masalah umat dengan tuntas dan benar. Sesuai kalamullah dan sunnah RasulNya. Hal ini terbukti dan tercatat dalam buku-buku karya ulama terdahulu maupun orang-orang kafir yang melihat dengan mata kepala sendiri atau telah melakukan penelitian mengenai sejarah peradaban Islam. Dengan demikian, campakkanlah sistem saat ini dan ganti dengan menerapkan Islam secara kaffah. Wallahu a’lam bish shawab.

Siap-siap! Februari Ini Bakal Ada “Banten Love Hijrah” di Kota Cilegon

CILEGON (Jurnalislam.com) – Sebuah acara bertema “Hijrah” dengan nama “Banten Love Hijrah” akan segera digelar di Kota Cilegon, Banten pada 15-16 Februari 2020 mendatang.  Acara dengan tema “Sedulur Sedanten, Merajut Cinta dengan Hijrah” yang akan diramaikan oleh dai nasional dan artis-artis hijrah ini akan dilangsungkan di halaman Masjid Arrohmah Kec. Grogol, Kota Cilegon, Banten.

“Insya Allah persiapan untuk acara ini sudah 70% tinggal hal-hal yang bersifat teknis saja,” kata Ketua Pelaksana Banten Love Hijrah, Bamas Hidayaturrahman kepada Jurnalislam.com, Sabtu (1/2/2020).

“Untuk pengisi acara ini selain ustaz-ustaz lokal Banten, Insya Allah akan mengundang ustadz nasional dan beberapa artis hijrah untuk inspirasi hijrah,” sambung Bamas.

Seperti acara-acara hijrah lainnya, Banten Love Hijrah juga akan disajikan semenarik mungkin.

“Selain kegiatan tabligh akbar, kegiatan-kegiatan penunjang lainnya seperti bazar muslim, pojok anak, wisata kuliner, cek kesehatan akan hadir di acara ini. Bahkan akan disediakan booth/tempat menghapus tato bagi umat Muslim yang sudah bertato dan ingin menghapus tato nya,” papar Bamas.

Bamas menjelaskan, selain ingin mengenalkan komunitas-komunitas hijrah lokal, Banten Love Hijrah ini juga untuk meluruskan pemahaman tentang “Hari Kasih Sayang” yang masih dirayakan oleh sebagian generasi muda Islam.

“Bulan Februari ada istilah Love (Cinta) dan banyak kalangan anak muda yang salah mengartikan nya melalui Valentine’s Day. Nah, acara ini ingin meluruskan hal itu juga bahwa tidak ada istilah Valentine’s Day dalam Islam,” ujarnya.

Acara ini diinisiasi Yayasan Abnaul Ummah Banten dan DKM Arrohmah serta komunitas Pemuda Hijrah yang ada di Cilegon dan Serang. Sedikitnya, 50 booth/tenda sudah disiapkan panitia untuk bazar, media partner, medis, wisata kuliner dan kegiatan penunjang lainnya. Banten Love Hijrah juga bersifat terbuka untuk umum dan gratis.

Antisipasi Virus Corona, 173 Wisatawan Cina Dipulangkan dari Solo

SOLO (Jurnalislam.com) – Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Surakarta terpaksa memulangkan 173 wisatawan asal Tiongkok sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus Corona.

Kepala Sub Seksi Pemeriksaan Bandara Adi Sumarmo, Lucky Ariwibowo mengatakan 173 wisatawan itu berasal dari Kumning, Cina itu dipulangkan pada hari Rabu (29/1/2020).

“Pada tanggal 27 Januari sudah mulai ramai virus Corona ini, kemudian kami dari otoritas bandara mengadakan rapat, termasuk untuk mencegah penyebaran virus Corona ini dan mulai tanggal 27 Januari itu penerbangan sudah dihentikan,” kata Lucky di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Jumat (31/1/2020).

Lucky melanjutkan, setelah diperiksa, dari 173 wisatawan itu tidak ada satu pun yang terinfeksi virus Corona. Kendati demikian, pihaknya tetap memulangkan mereka sebagai tindakan pencegahan.

“Berdasarkan pemeriksaan dari pihak Akap, tidak ada yang terindikasi terinfeksi virus Corona, secara pantauan dari terpal kamera, jadi kemarin mereka semuanya aman,” ujarnya.

Para wisatawan asal Cina itu pulang sepekan lebih cepat dari jadwal seharusnya. Mereka tiba di Indonesia pada Kamis (23/1/2020) dan akan untuk mengunjungi beberapa kota di Jawa Tengah.

“Mereka datang pada hari kamis pagi, kemudian selama satu minggu itu mereka berada di Indonesia, sejauh yang kami pantau kemarin, informasi dari travel agen dan dari humasnya, akan tur ke Semarang ke Jogja dan terakhir ke Solo, sekalian mereka kembali pada hari rabu minggu depannya,” papar Lucky.