Pembiaran Kasus Perusakan Mushola Minahasa Dinilai Berpotensi Picu Konflik Lebih Besar

Pembiaran Kasus Perusakan Mushola Minahasa Dinilai Berpotensi Picu Konflik Lebih Besar

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Forum Ummat Islam Semarang (FUIS) mengelar aksi unjuk rasa mengutuk atas perusakan Ibadah Umat Islam Masjid Agape Minahasa Utara yang dilakukan oleh sekelompok ormas Manguni, Senin (3/2/2020).

Disaat peserta berorasi di depan Polda untuk menuntut keadilan atas pengrusakan tempat ibadah umat Islam di Minahasa, sebagian perwakilan ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) melakukan mediasi bersama  Polda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin(3/2/2020).

Dalam mediasi tersebut, Ketua Jamaah Ansharusyariah (JAS) Semarang, Ustadz Danang Setyadi khawatir jikalau ada pembiaran terus menerus akan terjadi ledakan kemarahan seperti halnya kasus Ambon dan Poso.

“Ini harus ada tindakan tegas dari aparat, jangan sampai bola salju ini terus bergulir yang akan meledak suatu saat nanti jika terjadi pembiaran,“ katanya.

Ia juga menyindir bahwa penangkapan  pelaku pelaku penghinaan umat Islam yang dilakukan aparat itu hanya penggembira Umat Islam, karena tidak ditindak secara tegas dengan hukuman seberat mungkin, seperti halnya 6 pelaku perusakan yang kemarin ditangkap oleh Polda Sulawesi utara

“Ketika proses ini tidak diteruskan dan hanya formalitas penangkapan, itu hanya penggembira Umat Islam saja,“ cetusnya

Menanggapi hal tersebut, Dir. Intelkam Polda Jateng, Kombes Pol. Yuda Gustawan akan menyampaikan tuntutan ormas-ormas Islam ke Pusat, karena ia mengakui bahwa kasus tersebut bukan wewenangnya di Jawa Tengah

“Nanti kami akan sampaikan aspirasi dari kawan kawan semuanya,” katanya

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X