Berita Terkini

118000 Kasus Corona Global, 27 di Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Wabah virus corona asal Wuhan, China, makin merajalela baik di dalam negeri itu sendiri, maupun menyebar ke banyak negara lainnya di dunia.

Per Rabu (11/3/2020) pagi, jumlah total korban terinfeksi corona mencapai 118.582 di seluruh dunia, dengan korban meninggal sebanyak 4.262 orang. Dari total itu, sekitar 81.000 kasus terpusat di China, menurut Johns Hopkins CSSE.

Selain China, beberapa negara di dunia juga terus melaporkan lonjakan kasus. Salah satunya adalah Indonesia.

Pemerintah RI melaporkan 8 kasus infeksi corona baru (COVID-19) pada Selasa sore, menjadikan total infeksi di Indonesia sebanyak 27 orang sejauh ini. Sebelumnya pada Senin hanya ada total 19 kasus.

sumber: cnbcindonesia

Turki Imbau Warganya Tidak Bepergian ke Luar Negeri

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kementerian Kesehatan Turki pun meminta warganya untuk tidak bepergian ke luar negeri kecuali itu tugas wajib.

“Tolong jangan pergi ke luar negeri kecuali itu wajib. Kita harus mengikuti pedoman kementerian untuk menjaga dari virus corona,” kata Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca dilansir Anadolu Agency, Rabu (11/3/2020).

Turki mengumumkan kasus pertama virus corona pada Rabu (11/3/2020) waktu setempat. Menteri Koca menyatakan semua tindakan pencegahan atas virus tersebut sedang dilakukan. “Seorang warga negara laki-laki dinyatakan positif terkena virus corona pada malam hari,” kata Koca.

Koca menerangkan, warga tersebut tertular setelah kembali dari Eropa dan saat ini sedang diisolasi. Dia mengatakan, kondisi pasien secara umum baik. Seluruh anggota keluarga pasien dan mereka yang melakukan kontak dengannya sedang dalam pengawasan.

“Diagnosis dini (dari pasien) dibuat. Jika ada infeksi virus di negara ini, itu sangat terbatas. Satu atau lebih kasus coronavirus tidak boleh dianggap sebagai epidemi. Virus corona tidak lebih kuat dari tindakan yang akan kami ambil. Seorang pasien yang dikarantina tidak dapat mengancam masyarakat,” tutur dia.

“Turki merencanakan perjuangannya melawan virus corona. Turki akan berjuang secara nasional melawan masalah global ini,” ujarnya.

Turki bulan lalu menutup perbatasannya dengan Iran yang terlebih dulu telah dilanda wabah virus corona, dan membatalkan semua penerbangan ke Iran.

Virus corona, yang secara resmi dikenal Covid-19, pertama kali terdeteksi pada Desember lalu di Wuhan, China. Korban kematian global dari virus corona sekarang lebih dari 4.260, dengan lebih dari 118.100 kasus dikonfirmasi, menurut Johns Hopkins University. Virus itu telah menyebar ke enam benua dan lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia.

sumber: republika.co.id

Selain Corona, Masyarakat Diminta Waspada DBD

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Melki Laka Lena mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada virus Covid-19 atau corona.

Ia berharap masyarakat juga mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) yang kini juga melanda.

“Kita harus pikirkan DBD, itu penyakit khas Indonesia. Corona itu penyakit impor, jangan kita terpesona dengan penyakit impor lalu melupakan penyakit dalam negeri. DBD harus kita urus,” kata Melki Laka Lena, Selasa (10/3/2020) lalu.

Dalam Kasus DBD di Indonesia ini, sebanyak 33 orang di Nusa Tenggara Timur (NTT) meninggal dunia karena penyakit tersebut. Bahkan di tingkat nasional, sejak Januari lalu sudah 100 orang meninggal karena DBD.

Maka itu, Melki berharap seluruh jajaran pemerintah maupun masyarakat tak hanya fokus pada corona dan berpaling dari ancaman DBD. Pasalnya, demam berdarah tergolong mematikan dan perlu kesiapsiagaan serta sikap tanggap pemerintah maupun masyarakat. “Corona sudah ada yang urus,” ujar Politikus Golkar itu.

Melki mengaku sudah mengunjungi salah satu daerah terparah terjangkit DBD, yakni Nusa Tenggara Timur. Ia mengatakan, demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti merupakan cerminan perilaku tak sehat di suatu daerah.

Maka itu, sikap tanggap dari pemerintah daerah untuk menekankan kebersihan bagi warganya mutlak diperlukan. Terlebih, Indonesia tengah melewati musim penghujan.

“Kalau antisipatif ya di seluruh negeri kan hujan, tapi sejumlah daerah bisa menghandle mendorong warganya melakukan gotong royong bersih-bersih, berarti dia berhasil menangkal DBD. Ini mencerminkan kehidupan warganya,” ujar Melki.

Kementerian Kesehatan mencatat sudah ada 14.716 kasus dengan 94 korban jiwa sejak 1 Januari hingga 5 Maret 2020. Angka itu melonjak saat ini menjadi 16.099 orang terjangkit dan 100 orang meninggal dunia.

Sumber: republika.co.id

Muhammadiyah Siap Bantu Pemerintah Atasi Corona

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center, dr. Corona Rintawan menyatakan Muhammadiyah siap bantu Pemerintah atasi corona dengan menetapkan strategi untuk menggerakkan semua sumberdaya Muhammadiyah.

Corona mengatakan untuk potensi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) juga sudah dalam koordinasi tim, salah satunya gerakan yang dilakukan Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang anggotanya mencapai 7 juta orang di seluruh Indonesia.

“Selain itu ada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang segera menyelenggarakan rakornas kesehatan dalam waktu dekat, Nasyiatul Aisyiyah yang berfokus pada pencegahan dan penanganan berbasis keluarga melalui program PASHMINA (Pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah),serta edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada kepanduan Hisbul Wathan dan Perguruan Silat Tapak Suci yang rutin memiliki agenda rutin pelatihan setiap minggunya,” paparnya dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (10/3) di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat.

Selain itu Muhammadiyah juga mengoptimalkan peran takmir masjid/musholla dalam pencegahan di masjid/musholla melalui jamaah.

Beberapa edukasi untuk jamaah adalah dengan membiasakan membawa sajadah sendiri-sendiri, menyempurnakan cuci tangan sesuai dengan prosedur selain menyempurnakan wudhu, dan menyarankan jamaah yang sakit tidak berjamaah ke masjid dahulu.

Menteri Kesehatan Inggris Positif Virus Corona

INGGRIS (Jurnalislam.com ) – Menteri Kesehatan dan Anggota Parlemen Konservatif Inggris, Nadine Dorries, mengatakan dia telah didiagnosis positif terkena virus corona (COVID-19).

Dorries adalah anggota parlemen pertama Inggris yang dites positif corona. Seperti dikutip BBC, Dorries mengatakan dia telah mengambil semua tindakan pencegahan yang disarankan setelah mengetahui dirinya terinfeksi dan melakukan isolasi sendiri di rumah.

Kasus ini menambah daftar terinfeksi corona di Inggris. Data Johns Hopkins CSSE menunjukkan per Rabu (11/3/2020) pagi ini, jumlah orang terinfeksi corona di Inggris mencapai 382 dan 6 orang meninggal dunia.

Sumber: cnbcindonesia

Pendekatan Muhammadiyah soal Corona: Berbagi Masker hingga Anjuran Sedekah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center, dr Corona Rintawan, mengatakan, Muhammadiyah sudah melakukan penanganan secara massif sejak adanya virus corona di berbagai negara.

Ada dua peran yang kini digarap Muhamamadiyah.

“Pertama, Insya Allah hari ini kami me-launching program Safari (Sadar Faktor Resiko) Covid-19,” kata dr Corona dalam jumpa pers di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).

Dia menjelaskan, Program Safari Covid-19 ini terinspirasi dari dua pasien yang sadar diri dan pro aktif untuk meneriksakan diri ke rumah sakit. Upaya ini penting sebagai cara untuk mencegah wabah corona.

“Nah, di sini kita mendorong masyarakat untuk pro aktif memeriksa, termasuk apakah juga dirinya berpotensi menularkan ke keluarganya atau lingkungannya,” katanya.

Masyarakat harus segera ke rumah sakit jika merasakan gejala seperti demam, flu dan sesak nafas. “Kemudian, jika iya (terjangkit), dia akan tahu apa yang harus dilakukan dan mencegah penularan tersebut. Salah satunya, kami mendorong isolasi mandiri,” ujarnya.

Kedua, Muhammadiyah menggalakkan program Gemes (Gerakan Memberi Masker) Covid-19. Menurut dr Corona, masker lebih diutamakan untuk orang sakit, bukan orang sehat.

“Sedangkan sekarang orang menjadi egois membeli masker untuk dirinya sendiri, sehingga kita akan mengubah menjadi kontra egois, dermawan dan merubah menjadi gerakan sedekah,” tuturnya.

Dengan demikian, masyarakat tidak lagi panic buying melalui pembelian masker sebanyak-banyaknya untuk dirinya sendiri. “Kita tahu, dalam kontes spiritual dengan banyaknya sedekah, maka Insya Allah akan mendorong adanya kesembuhan,” katanya.

Kunjungi Indonesia Raja Belanda Minta Maaf atas Penjajahan

BOGOR (Jurnalislam.com) – Raja Belanda Willem Alexander dengan didampingi Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf kepada Indonesia atas kekerasan berlebihan dari bangsa Belanda pada masa penjajahan.

“Selaras dengan pernyataan pemerintahan saya sebelumnya, saya ingin menyampaikan penyesalan saya dan permohonan maaf untuk kekerasan yang berlebihan dari Belanda di tahun-tahun tersebut,” kata Raja Willem dalam pernyataan pers bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (10/3/2020).

Raja dan Ratu Belanda melakukan kunjungan kenegaraan khusus ke Indonesia pada 9-13 Maret 2020 dengan disertai rombongan pengusaha dalam jumlah besar.

Dalam pernyataan pers bersama, Raja Willem mengatakan di tahun-tahun setelah diumumkannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terjadi sebuah perpisahan yang menyakitkan dan mengakibatkan banyak korban jiwa.

Oleh karena itulah, Pemerintahannya merasa perlu menyampaikan permohonan maaf.

“Saya melakukan ini dengan kesadaran penuh bahwa rasa sakit dan kesedihan keluarga-keluarga yang terdampak masih dirasakan sampai saat ini,” katanya.

Raja Belanda menambahkan, 75 tahun lalu pada 17 Agustus 1945, Indonesia mengumumkan Proklamasi, dan menuntut tempatnya di antara negara-negara yang bebas dan merdeka.

“Pemerintah Belanda secara tegas telah mengakui hal ini, baik secara politik maupun secara moral, 15 tahun yang lalu. Hari ini kami dengan penuh kehangatan mengucapkan selamat pada rakyat Indonesia pada saat perayaan 75 tahun kemerdekaan,” katanya.

Menurut dia, merupakan tanda yang sangat menjanjikan dua negara yang sebelumnya pernah berada di pihak yang berlawanan dapat menjalin hubungan yang semakin erat dan mengembangkan sebuah hubungan baru berdasarkan rasa hormat, saling percaya, dan persahabatan.

Sumber: republika.co.id

Pakar Minta Pemerintah Akomodasi Aspirasi Warga tentang Omnibus Law

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pengamat hukum dan tata negara Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Asep Warlan Yusuf memandang biasa gejolak di masyarakat soal draf omnibus law cipta lapangan kerja.

Menurut dia, pemerintah dan DPR selaku pembuat undang-undang harus mengakomodasi kepentingan masyarakat.

“Undang-undang yang banyak melibatkan banyak pihak memang pasti sedikit ada resistensi,” kata Asep di Jakarta, Senin (9/3).

Dia menilai bahwa draf omnibus law cipta kerja yang sudah dilayangkan pemerintah kepada DPR bukan harga mati. Artinya, menurut Asep, masih terdapat kesempatan bagi pembuat undang-undang untuk menampung seluruh aspirasi dari masyarakat.

Dia menjelaskan bahwa aspirasi masyarakat dibutuhkan pembuat undang-undang untuk membuat produk legislasi yang dapat bermanfaat bagi semua pihak. Dia meminta pemerintah dan DPR untuk melibatkan banyak pihak dalam menggarap omnibus law tersebut.

“Jangan sampai undang-undang lahir prematur. Banyak orang menggugat dan ada tudingan konspirasi dengan asing,” katanya.

Asep memandang positif lahirnya aturan tersebut. Dia menilai aturan yang ada saat ini kerap tumpang-tindih dan inkonsisten antara aturan yang satu dan yang lain. Menurut dia, semua pembuatan undang-undang tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa.

“Kalau ingin melibatkan semua orang juga butuh waktu. Jadi, pemerintah menganggap selesaikan dulu versi pemerintah, kemudian nanti silakan DPR kalau ingin melibatkan banyak pihak, DPR yang mengundang,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Menteri Kebudayaan Prancis Dikabarkan Positif Corona

PARIS(Jurnalislam.com) — Menteri Kebudayaan Prancis Franck Riester dikabarkan positif terinfeksi virus corona jenis baru atau Covid-19, Selasa (10/3) waktu setempat. Sejumlah anggota parlemen Prancis juga diketahui positif terinfeksi virus.

“Franck Riester baik-baik saja dan beristirahat di rumah,” kata Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran di BFM Television.

Menurut laporan media setempat, setidaknya lima anggota parlemen Prancis didiagnosis terinfeksi positif virus corona baru. Seorang pekerja di kafetaria Majelis Nasional diduga juga tertular.

Virus yang didera menteri kebudayaan diduga berasal dari salah satu dari lima anggota parlemen. “Dia sempat bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron beberapa hari lalu,” kata Veran.

Kepala eksekutif operator bandara Paris yang dikendalikan negara ADP, Augustin de Romanet, juga dinyatakan positif mengidap virus tersebut.

Juru bicara bandara mengatakan, dia kini mengkarantina dirinya sendiri dengan bekerja dari rumah.

Veran menagtakan, tidak ada pejabat pemerintah lainnya yang diketahui terkena virus corona.

Rekan kabinet di Kementerian Kesehatan juga telah mengamati rekomendasi yang telah mereka keluarkan kepada publik.

“Tidak ada yang berjabatan tangan dalam rapat kabinet selama dua minggu terakhir,” katanya.

Paris telah mencatat jumalh korban meniggal dunia akibat corona sebanyak 25 orang. Sementara terdapat 1.412 kasus yang dikonfirmasi ada di seluruh negeri.

Sumber: republika.co.id

 

Ribuan Anak Ikuti Festival Anak Sholeh Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com) Seribu anak saleh se-Jakarta Utara mengikuti Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) ke-XI di Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta Utara.

Dalam festival tersebut, anak-anak mengikuti berbagai lomba keagamaan yang diadakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pengembangan TK Alquran (LPPTKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

“FASI pada kali ini diikuti  sekitar seribu anak soleh se Jakarta Utara. Pada kesempatan ini saya menyampikan apresiasi kepada penyelangara FASI semoga anak-anak ini dapat maju pada tinggkat provinsi dan mendapat juara,” ujar Direktur LPPTKA BKPRMI Jakarta Utara Abdul Kadir Al-Bantani dalam siaran pers, Senin (9/3).

Berbagai lomba yang digelar dalam festival ini antara lain, lomba busana muslim, lomba mewarnai, lomba azan, lomba tartil Alquran, lomba nasyid Islami, lomba pergaan Sholat, lomba cerdas cermat, lomba ceramah agama, lomba tilawah Alquran, lomba tahfidz Juz Amma, lomba mendongeng, dan lomba kaligrafi.

Pengasuh LPPTKA BKPRMI Jakarta Utara, Hamiduddin mengapresiasi kegiatan FASI ini sebagai ajang belajar dan juga penanaman kepercayaan diri sejak dini.  “Kegiatan FASI ini adalah sebagai ajang silaturahmi dan juga peningkatan perestasi bagi anak-anak agar kedepannya secara kualitas dapat meningkat,” ucap Abdul Kadir.

LPPTKA BKPRMI Jakarta Utara menggelar acara Festival Anak Sholeh Indonesia  (FASI) ke-XI di Jakarta Islamic Center (JIC) Jakarta Utara, Ahad (8/3). Ajang pembinaan anak-anak tunas bangsa ini dibuka oleh Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara Desi Putra.

Dalam sambutannya, Desi mengatakan, kegiatan Festival tersebut sangat baik untuk mempersiapkan masa depan anak-anak. Karena, menurut dia, kegitan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku anak-anak.

“Saya yakin anak saleh ini sikap prilakunya sudah diajarkan dari awal, jadi nggak perlu diberikan lagi, hanya kita perlu mengarisbawahi, memberikan pemahaman karena di era teknologi ini semua bisa dilihat tinggal bagaimana iman kita kuat apa tidak,” kata Desi.

Sumber: republika.co.id