Berita Terkini

Aksi Solidaritas Muslim India Juga Digelar di Sukabumi hingga Ambon

SUKABUMI(Jurnalislam.com)— Aksi solidaritas umat Islam Tanah Air tidak hanya berlangsung di Jakarta. Aksi serupa juga berlangsung di sejumlah kota antara lain Sukabumi dan Ambon.

Di Sukabumi, massa dari berbagai ormas Islam di Sukabumi mengecam aksi kekerasan terhadap Muslim di India. Mereka menggelar aksi solidaritas di sekitar Alun-Alun Kota Sukabumi, Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi, Jumat (6/3).

 

Aksi unjuk rasa ini digelar Aliansi Muslim Indonesia Raya Sukabumi pada Jumat siang. ” Kami mengecam kekerasan yang dilakukan terhadap saudara sesama Muslim di India, ” ujar salah seorang koordinator aksi, Dede W.

 

Di mana banyak umat Muslim yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Sehingga massa meminta pemerintah pusat untuk berperan aktif dalam menghentikan aksi kekerasan tersebut.

 

Bahkan Dede mendesak pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan India. Di antaranya dengan menarik Duta Besar RI di India. Aksi solidaritas Muslim Sukabumi untuk Muslim India dari 35 ormas ditambah santri dan pengurus ponpes dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.

 

Aksi dengan tuntutan yang sama digelar ormas Garis Sukabumi Raya di Gedung DPRD dan Pemkot Sukabumi pada Kamis (5/3). Dalam pernyataan sikapnya Garis Sukabumi Raya mengecam adanya diskriminasi, kekerasan, dan intimidasi terhadap muslim di India.

 

Selain itu massa meminta pemerintah Indonesia agar melalui PBB menghentikan aksi kekerasan atas muslim di India. Di Kota Ambon, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku bersama sejumlah aliansi pemuda dan komunitas serta siswa di Kota Ambon melakukan aksi solidaritas peduli Muslim News Delhi, India, Jumat.

 

Aksi solidaritas itu berlangsung dari Lapangan Galunggung hingga depan masjid Raya Alfatah Kota Ambon. “Aksi Solidaritas Peduli Muslim New Delhi ini merupakan aksi dari peristiwa pada akhir Februari lalu, dimana penganiayaan terjadi pada warga minoritas Muslim di New Delhi, India,” kata Kepala Cabang ACT Maluku Wahab Loilatu.

 

Tangkal Virus Corona, Ini yang Perlu Dilakukan!

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Hingga saat ini belum ditemukan obat ataupun vaksin terhadap virus corona (Covid-19).

Namun, menurut ahli, untuk menangkal virus tersebut, Anda hanya perlu menjalani pola hidup sehat sehingga sistem imun tubuh menjadi kuat.

“Karena ini virus. Virus itu bisa kita lawan dengan menjaga kesehatan tubuh kita sendiri,” ungkap dr. Pande Putu M.Gizi SpGK AIFO dari Indonesia Sports Medicine Centre.

Pande menjelaskan, pola hidup sehat yang pertama adalah menjaga asupan gizi tubuh. Upayakan pola gizi seimbang. “Protein cukup, karbohidrat cukup, lemak cukup, buah-buahan dan sayuran juga,” kata Pande, di Jakarta, Jumat (6/3).

Pande melanjutkan, untuk menangkal Covid-19, tak ada jenis makanan spesifik yang bisa dikonsumsi. “Ada yang bilang, ada makanan spesifik untuk anti bodi atau gimana, itu tidak ada. Jadi yang penting itu gizi seimbang,” ungkapnya.

Pola hidup sehat kedua, lanjut dia, adalah dengan rutin berolahraga. Setidaknya berolahraga lah selama 30 menit setiap hari. Ketiga, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

Keempat, sering mencuci tangan sehingga tangan steril dari virus. Caranya yang ideal, kata dia, adalah dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Kelima, jika batuk dan/atau pilek, maka segeralah pergi ke fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga, tenaga medis bisa memberikan penanganan segera.

Keenam, dalam kondisi sakit harus menggunakan masker. Sehingga virus yang ada tidak menyebar ke orang lain. “Kalau kita sehat tidak perlu menggunakan masker,” ucapnya.

Presiden Jokowi mengumumkan dua kasus orang warga Kota Depok positif terjangkit Covid-19 pada Senin (2/3) lalu. Pada Jumat, pemerintah mengumumkan bahwa terdapat dua orang lagi positif terjangkit virus yang pertama kali muncul di China itu.

Sumber: republika.co.id

 

Pakar: Orang Sehat Pakai Masker Malah Lebih Mudah Tertular Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dua orang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) awal pekan ini, masyarakat langsung ramai-ramai memborong masker. Padahal, menurut ahli, orang yang dalam kondisi sehat tak perlu menggunakan masker.

Dr. Pande Putu M.Gizi SpGK AIFO dari Indonesia Sports Medicine Centre, mengatakan, jika orang sehat menggunakan masker, maka cenderung akan semakin mudah terpapar Covid-19.

Sebab, penggunaan masker hanya akan membuat seseorang lebih sering menyentuh area muka, padahal tangannya dalam kondisi tidak steril.

“Kalau kita pakai masker, tapi tangan kita tidak bersih, percuma juga. Sama saja. Akhirnya malah terpapar juga,” kata Pande ketika memberikan sosialisasi terkait Covid-19 di Kantor Republika, Jakarta, Jumat (6/3).

Lantas siapa saja yang seharusnya menggunakan masker?

Menurut Pande, mengacu pada panduan WHO, masker seharusnya hanya digunakan untuk tiga jenis keperluan. Pertama, bagi orang yang memang sadang sakit, misalnya sedang batuk dan pilek.

Kedua, orang-orang yang sedang merawat mereka yang sedang batuk-pilek. Ketiga, untuk para tenaga medis.

Khusus untuk orang yang dalam kondisi sakit, ia menekankan, agar harus menggunakan masker. Sehingga virus yang ada pada tubuhnya tidak menyebar ke orang lain. “Kalau memang sakit, jangan tidak pakai masker, tolong pakai masker,” katanya.

Namun demikian, kepanikan masyarakat akan Covid-19 telah membuat harga masker di pasaran melambung tinggi. Selain itu, kata dia, tak jarang masyarakat yang dalam kondisi sakit malah tak kebagian masker.

sumber: republika.co.id

Sehat Pikiran dan Gaya Hidup Dinilai Kunci Cegah Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Indonesia akhirnya bergabung dengan puluhan negara lain yang memiliki kasus COVID-19setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan pada Senin (2/3) bahwa dua warga Indonesia positif terinfeksi virus yang menghebohkan dunia dalam beberapa bulan terakhir itu.

Bahkan pada Jumat (6/3) dilaporkan dua kasus baru positif corona.

Menurut keterangan terakhir dari juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, kasus positif itu dimulai di lantai dansa.

Pasien 1 datang menghadiri sebuah acara dansa di salah satu klub di Menteng, Jakarta pada 14 Februari.

Di sana, warga negara Jepang tersebut menjadi pasangan dansa pasien 1, yang memang bergabung dalam komunitas yang rajin melakukan acara dansa.

Berdasarkan data aktual (real time) yang dikumpulkan oleh Center for Systems Science and Engineering (CSSE) Johns Hopkins University, Amerika Serikat per Jumat (6/3), total 55.444 orang sudah sembuh dari virus tersebut.

Tidak mengherankan bila Menkes Terawan menyebutnya sebagai jenis self limited disease atau bisa sembuh sendiri dengan imunitas tubuh yang baik.

Penyakit jenis self limited disease dapat sembuh dengan sendirinya ketika tubuh membangun imunitas untuk melawan virus-virus tersebut.

Oleh karena itu, Menkes Terawan terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Jika tubuh berada dalam keadaan baik maka tidak akan mudah terjangkit virus atau penyakit.

“Bukan hanya Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), juga hati pikiran kita. Namanya, psikoneuroimunologi. Kalau kita mendapat persepsi dan hal-hal yang salah tersebut, membuat kita khawatir, cemas, imunitas tubuh kita juga ikut turun,” kata Menkes.

Menjaga kondisi tubuh dan kebersihan diri memang salah satu cara sederhana untuk mencegah penularan virus corona, tegas spesialis paru dr Andika Chandra Putra.

“Pada prinsipnya kalau yang namanya virus itu self limiting disease artinya tubuh kita bisa memberikan kemampuan untuk melawan dan tergantung kepada daya tahan tubuh, untuk menjaga daya tahan tubuh itu yang paling penting,” kata dokter spesialis paru Rumah Sakit St. Carolus Jakarta tersebut.

 

Ahli Sarankan Olahraga Rutin untuk Cegah Corona

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah telah mengumumkan 4 kasus positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Indonesia. Meski demikian, menurut ahli, masyarakat tak perlu mengurung diri untuk menghindari virus tersebut.

Bahkan, masyarakat tak perlu khawatir berlebihan jika ingin pergi jalan-jalan di dalam negeri.

Dr. Pande Putu M.Gizi SpGK AIFO dari Indonesia Sports Medicine Centre mengatakan agar selama berpelesir, masyarakat harus tetap menjaga kesehatan tubuh agar sistem imun tetap kuat.

“Yang penting kita selalu makan makanan yang gizi sehat, seimbang dan makan masakan yang dimasak sempurna,” ujar Pande.

Selanjutnya, masyarakat yang pergi berlibur harus tetap berolahraga. Setidaknya 30 menit setiap hari.

“Dan harus selalu menjaga kebersihan tangan kita dengan sering mencuci tangan. Yang perlu diingat adalah cuci tangan pakai sabun dan air mengalir,” ucapnya. Selain itu, jika sakit, segeralah pergi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Presiden Jokowi mengumumkan dua kasus orang warga Kota Depok positif terjangkit Covid-19 pada Senin (2/3) lalu.

Pada Jumat, pemerintah mengumumkan bahwa terdapat dua orang lagi positif terjangkit virus yang pertama kali muncul di China itu.

Sementara itu, secara global sudah lebih dari 100 ribu orang terjangkit virus yang pertama kali ditemukan di China ini. Jumlah korban jiwa sudah lebih dari 3 ribu orang sejak kasus ini pertama muncul akhir Desember lalu.

Akibat mewabahnya Covid-19 ini, sektor pariwisata global lesu. Tak terkecuali Indonesia. Walhasil, pemerintah Indonesia mengeluarkan insentif untuk sektor pariwisata sejak awal Maret. Salah satu bentuknya adalah diskon tiket pesawat sebesar 50 persen ke 10 destinasi wisata pilihan.

sumber: republika.co.id

Soal Corona, Dokter: Tetap Aktif, Justru Mengurung Diri Turunkan Imunitas

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah telah mengumumkan 4 kasus positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Indonesia. Meski demikian, menurut ahli, masyarakat tak perlu mengurung diri untuk menghindari virus tersebut.

Bahkan, masyarakat tak perlu khawatir berlebihan jika ingin pergi jalan-jalan di dalam negeri.

Dr. Pande Putu M.Gizi SpGK AIFO dari Indonesia Sports Medicine Centre mengatakan, masyarakat tak perlu mengurung diri demi menghindari Covid-19.

Sebab, mengurung diri malah akan membuat imunitas tubuh menurun sehingga rentan diserang virus.

“Akhirnya kita malah mengunci diri, tidak terpapar sinar matahari, tidak bergerak, ya akhirnya imunitas tubuh kita malah jelek. Tetap aktif saja bergerak, tetap hidup sehat, pasti kita bisa melewati penyakit ini,” kata Pande, Jakarta, Jumat (6/3).

Untuk itu, kata dia, tak masalah jika masyarakat ingin pergi jalan-jalan atau berwisata di dalam negeri.

Namun demikian, selama berpelesir harus tetap menjaga kesehatan tubuh agar sistem imun tetap kuat.

sumber: republika.co.id

Sediakan Disinfektan, Sebagian Masjid Mulai Terapkan Imbauan DMI

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) memberikan himbauan kepada seluruh masjid Indonesia agar lebih rajin membersihkan masjid dengan disinfektan.
Hal ini guna mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19.

Tidak hanya masalah kebersihan, Masjid Sunda Kelapa telah memberikan berbagai pemahaman kepada para jamaah untuk selalu menjaga kesehatan fisik.
“Jadi mereka masuk masjid tidak hanya sehat secara batin tapi juga fisik,” kata Sekretaris Masjid Sunda Kelapa, Ismed Hasan Putro, Jumat (6/3).

Dia menjelaskan, masjid tersebut selalu dibersihkan setiap pagi dan sore, sehingga kebersihan tetap terjaga. Selain itu fasilitas tempat wudhu masjid juga sesuai dengan kapasitas jamaah agar memudahkan mereka untuk bersuci.

Dalam hal himbauan DMI mengenai pencegahan penyebaran virus Covid-19, masjid telah memberikan himbauan kepada jamaah perempuan pada saat taklim agar menjaga kebersihan diri dan keluarga, khususnya anak-anak, sebelum melakukan ibadah ke masjid.

Selain itu, bagi jamaah yang sakit, masjid memberikan imbauan untuk sholat di ruang samping yang terbuka. Karena udara dingin dari AC di dalam tidak baik bagi yang sakit dan dapat lebih mudah menyebarkan penyakit.
Dengan menghindari untuk sholat di dalam, jamaah yang sakit juga telah menghormati dan memberikan kenyamanan bagi jamaah lainnya.

“Jadi memang Masjid Sunda kelapa ini sudah memastikan kenyamanan jamaah dengan menyediakan ruang sholat yang banyak. Tidak hanya untuk virus corona, tapi untuk penyakit lainnya,” jelasnya.

sumber: republika.co.id

Renungkanlah Hal Ini Ketika Pasangan Mulai Tak Saling Menghargai

Oleh : Adi Hadiyanto
Qoid Sariyah Muslimah Jamaah Ansharu Syariah

JIKA ada sesuatu yang sangat mendasar dan sangat dibutuhkan oleh pasangan maka itu adalah keinginan untuk dihargai. Seseorang akan merasa bahagia jika dirinya dihargai terutama oleh pasangannya. Jika hal ini tidak ada, maka pasangan tidak akan merasakan kebahagiaan.

Pasangan yang baru menikah mungkin mereka akan saling menghargai satu sama lain bahkan kekurang pasangan pun seolah tak terlihat, tetapi setelah berjalannya waktu perasaan itu mulai berkurang atau bahkan hilang. Mereka tidak lagi saling menghargai apa yang telah diperbuat oleh pasangannya bahkan justru kekuranganlah yang selalu dilihat dan terus diingat.

Jika hal itu terjadi, maka ingatlah beberapa hal berikut ini :

  1. Suamilah yang  telah memberikan rumah untuk tempat bernaung namun istri pun telah membuat rumah menjadi rapi sehingga nyaman untuk ditempati.
  2. Suamilah yang telah membelikan pakaian namun istri pun telah membersihkan dan merapikan pakaian sehingga nyaman dipakai.
  3. Suamilah yang  telah membelikan makanan namun istri pun telah memasakkan makanan sehingga enak untuk dimakan.
  4. Suamilah yang telah mengantar kemanapun istri pergi, dan istri pun telah merawat dan menjaga rumah ketika suami pergi.
  5. Suamilah yang setiap malam pulang untuk menemui istri, dan istri juga menyambut suami dengan ramah ketika suami pulang.

Pasangan kita adalah anugerah dari Allah yang membuat hidup kita menjadi nyaman. Berikan penghargan pada pasangan kita, maka kebahagiaanpun akan datang walaupun ia bukan lagi pengantin baru lagi.

Bersyukurlah karena kita mempunyai pasangan dan bersabarlah dengan kekurangan pasangan kita agar Allah menambah kenikmatan itu, namun sebaliknya jika kita tidak bersyukur, maka nikmat itu akan berubah menjadi azab. Allah SWT berfirman,

لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” [QS. Ibrahim : 7]

Polisi Israel Menembak Anak Palestina Saat Sedang Sekolah

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Tentara penjajah Israel menembakkan peluru berujung spons ke dua anak Palestina di Yerusalem Timur dalam dua insiden terpisah minggu ini.

Kedua insiden terjadi di Issawiya, yang telah mengalami hampir setahun pelecehan dengan kekerasan oleh pasukan pendudukan Israel.

Laporan media Israel, Haaretz news mengungkapkan, Mohamed Atia yang berusia 16 tahun itu ditembak pada Senin (2/3/2020) ketika berdiri di halaman sekolahnya dan lengannya patah.

“Sementara itu, Fawzi Abid yang berusia sepuluh tahun ditembak pada hari Selasa ketika berdiri di balkon rumahnya dan mengalami cedera pada tangannya yang membutuhkan perhatian medis,” ungkap laporan itu.

Dalam kasus Atia, sebuah rekaman video kejadian itu menunjukkan petugas polisi keluar dari kendaraan dan mendorong seorang pria yang penjual makanan kepada siswa di pintu masuk sekolah.

“Seorang petugas Polisi Perbatasan kemudian terlihat memasukkan senjatanya di antara jeruji gerbang di pintu masuk sekolah dan menembakkan lima tembakan ke anak-anak di halaman sekolah,” kata ayah bocah itu, Awani Atia.

Polisi berkilah, insiden itu dimulai setelah seorang siswa melemparkan batu ke kendaraan polisi yang lewat.

Seperti yang dijelaskan oleh Haaretz, kegiatan polisi di Issawiya termasuk penggerebekan setiap hari di lingkungan, “patroli, menangkap dan mendirikan pos pemeriksaan dan melakukan penyergapan”.

Dalam beberapa tahun terakhir, “belasan anak-anak telah terluka oleh peluru berujung spons, dengan banyak dari mereka kehilangan mata”, surat kabar itu menambahkan, termasuk seorang remaja yang terbunuh “setelah ditembak di kepala”.

“Sejauh ini, tidak ada petugas polisi yang diadili karena menggunakan peluru berujung spons secara ilegal.”

Di Jakarta, Massa Umat Islam Geruduk Kedubes India

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Massa gabungan sejumlah ormas Islam berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar India di Jakarta pada Jumat (6/3/2020). Mereka mengecam tindakan kekerasan terhadap Muslim India yang telah menewaskan puluhan jiwa.

Dalam aksi itu, Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) mendesak pemerintah India segera menghentikan kekejaman dan pelanggaran HAM berat yang dilakukan kelompok ekstrimis Hindu.

“Kami mengutuk keras berbagai tindakan kekerasan dan pembantaian umat Islam yang dilakukan oleh kelompok Hindu ekstremis, dan radikalis India yang disponsori oleh rezim Narendra Modi,” kata Ketua Umum FPI Sobri Lubis dalam orasinya.

Dia juga mendesak pemerintah India segera menghentikan berbagai tindakan persekusi terhadap umat Islam India dan menangkap para pelaku persekusi, termasuk di dalamnya pimpinan kelompok ekstremis yang mensponsori berbagai tindak kekerasan.

Sementara itu, Ketua GNPF-Ulama Yusuf Muhammad Martak menyampaikan berbagai tindak kekerasan dan kekejaman terhadap muslim di India semakin masif setelah pemerintah setempat mengesahkan UU Kewarganegaraan yang diskriminatif terhadap umat Islam.

Untuk itu, dia mendesak Pemerintah India segera mencabut UU tersebut karena telah memicu berbagai tindakan persekusi terhadap umat Islam India.

“Kami juga mendesak Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan kecaman dan protes keras kepada Pemerintah India atas pelanggaran HAM berat yang terjadi di India,” ujar dia.

Selama dua bulan terakhir, ribuan orang India memprotes undang-undang yang memudahkan orang-orang non-Muslim dari negara-negara regional untuk mendapatkan kewarganegaraan India, tetapi mengecualikan Muslim dari manfaat-manfaat itu.

Kerusuhan kekerasan komunal atas hukum terjadi di Delhi pekan lalu yang menewaskan 47 orang dan melukai lebih dari 250 lainnya. Belum lagi ratusan pertokoan milik umat Islam rusak berat termasuk 1 masjid.