Berita Terkini

Libur Panjang, Satgas Klaim Covid-19 Terkendali

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan, perkembangan kasus virus corona secara nasional menunjukkan tanda-tanda relatif terkendali.

“Jadi kalau kita lihat perkembangan kasus nasional selama ini, sebenarnya menunjukkan tanda-tanda bahwa kasus COVID ini relatif terkendali,” kata Wiku di Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (9/11/2020).

Meski pada Oktober lalu ada libur panjang, tapi situasi COVID-19 masih terkendali sekalipun ada kenaikan kasus.

“Meskipun juga ada libur panjang, dan kita sudah pengalaman dengan beberapa libur panjang, mulai dari Idul Fitri, Idul Adha kemudian ada pada saat Hari Kemerdekaan memang ada peningkatan kasus cukup besar pada saat libur panjang bulan Agustus. Dan situasi terkendali setelah September ada kenaikan kasus,” katanya.

Wiku mengatakan, pada saat libur panjang pada akhir Oktober lalu terjadi angka penurunan kasus. Namun, katanya, penurunan itu bisa disebabkan beberapa faktor, salah satunya karena jumlah pemeriksaan spesimen yang menurun.

“Pada saat libur panjang memang terjadi penurunan kasus, mungkin juga karena pemeriksaannya pun juga menurun,” katanya.

Untuk melihat kasus COVID-19 dampak liburan, kata Wiku, harus dilihat dari 10 sampai 14 hari pasca liburan.

“Dan sekarang sudah sekitar 9 hari dari awal libur panjang, ada kenaikan sedikit. Tetapi kalau kita lihat biasanya kenaikan kasus itu terjadi sekitar 10 sampai 14 hari setelah libur panjang. Nah, mari kita amati bersama nanti seperti apa,” katanya.

“Tapi kalau pun naik sampai dengan sebelum libur, dan tidak naik lebih tinggi lagi itu, artinya kemampuan nasional dan masyarakatnya bekerja sama dalam antisipasi kenaikan kasus, terutama pada libur panjang dapat berjalan dengan baik. Mari kita lihat nanti dan ini adalah modal pengalaman kita bersama untuk membangun aktivitas sosial ekonomi,” kata Wiku.

Sumber: sindonews.com

Siswi Madrasah Indonesia Juarai Lomba Memanah Tingkat Internasional

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Prestasi internasional di bidang panahan diraih siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Tarakan. Annisa Devika, siswa kelas 9 MTsN Tarakan ini meraih juara II Malaysia Archery Covid 19 Remote Scoring Challenge yang digelar oleh National Archery Association of Malaysia (NAAM), 7 November 2020.

Even ini diikuti 70 peserta dari lima negara. Selain Indonesia, peserta berasal dari Malaysia,  Singapura, Kamboja, dan Philipina. “Alhamdulillah, siswa kami, Annisa Devika mengharumkan nama madrasah, Kementerian Agama, dan Indonesia di kancah internasional. Annisa berhasil meraih juara dua turnamen panahan tingkat internasional yang digelar secara virtual,” terang Kepala MTsN Tarakan, Syamsiah, di Tarakan, Senin (09/11).

“Sebelumnya, Annisa mendampat medali emas Turnamen Panahan Tingkat Nasional di Kalimantan Timur,” lanjutnya.

Menurut Syamsiah, prestasi yang diraih Annisa Devika  menjadi kebanggaan madrasah. Dia berharap prestasi tersebut bisa menjadi motivasi dan pelecut bagi seluruh siswa dalam menggali potensi dan meraih prestasi di seluruh bidang.

“Pihak madrasah akan selalu mendukung siswanya untuk menggali bakat dan mengembangkan potensi dirinya. Pihak Madrasah selalu siap memfasilitasi siswa dalam meraih prestasi untuk seluruh bidang, baik PBB, olimpide, KSM, KSN, KSON, seni, dan bidang lainnya,” ujar Syamsiah. Symasiah menambahkan bahwa MTs Negeri Tarakan juga berkomitmen menunjang prestasi siswa-siswi  baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Ekstrakurikuler panahan memang untuk saat ini belum tersedia di madrasah, tapi madrasah terus memberikan dukungan moral dan moril baik dengan memberikan motivasi, penghargaan, maupun bantuan pendanaan.

Terpisah, Annisa bercerita bahwa dirinya sudah aktif dalam olahraga panahan sejak di sekolah dasar. Dia mengikuti kegiatan ekstra kurikuler panahan. Merasa nyaman dengan olahraga ini, Annisa lalu ikut club panahan dan sering ikut dalam berbagai even perlombaan.

“Awalnya sih hanya iseng-iseng dan penasaran dengan ekskul panahan. Setelah lama ikut latihan, saya merasa nyaman dengan olahraga ini. Sempat berhenti waktu kelas 6 SD karena fokus persiapan ujian nasional, saya melanjutkan latihan setelah lulus sekolah sampai sekarang,” tuturnya.

“Karena ingin memaksimalkan rasa penasaran terhadap, panahan saya pun ikut club di luar dan sering diikutkan dalam lomba-lomba yang ada sampai mendapatkan juara,” tandasnya.

 

 

Pemerintah Jamin Vaksin Merah Putih Aman

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Memerangi Covid-19 hanya dengan mengandalkan pengobatan dan langkah pencegahan sesuai protokol kesehatan hingga tercipta herd immunity (kekebalan massal) secara alami adalah sebuah keniscayaan. Makanya seluruh masyarakat dunia termasuk Indonesia kini berlomba menemukan dan mengembangkan vaksin Covid-19.

Khusus di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/ BRIN) tengah fokus mengembangkan vaksin yang dinamai Merah Putih. Selain sebagai wujud kemandirian bangsa, pengembangan vaksin juga mutlak diperlukan negara berpenduduk 270 juta jiwa ini.

 

Khusus di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/ BRIN) tengah fokus mengembangkan vaksin yang dinamai Merah Putih. Selain sebagai wujud kemandirian bangsa, pengembangan vaksin juga mutlak diperlukan negara berpenduduk 270 juta jiwa ini

Karena jika harus membeli seluruh vaksin Covid-19 dari luar, akan banyak menguras anggaran negara. Bisa dibayangkan, minimal 2/3 penduduk Indonesia harus divaksinasi dan itu pun diberikan dua kali sehingga dibutuhkan 360 juta vaksin.

 

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro Jumat (6/11), mengatakan, karena mendesaknya kebutuhan akan vaksin Covid-19 ini, mau tidak mau pemerintah harus berupaya serius dan membangun kemandirian vaksin. Untuk mengetahui persis kebutuhan-kebutuhan apa saja selama proses pengembangan vaksin Covid-19 dan pengerjaannya, berikut hasil wawancaranya.

Sumber: sindonews.com

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, Warga Mengungsi

MAGELANG(Jurnalislam.com) – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus meningkat. Warga Kabupaten Magelang yang tinggal di lereng gunung teraktif di dunia itu memilih mengungsi ke tempat aman.

Hingga 9 November 2020 pukul 18.00 WIB, jumlah pengungsi mencapai 795 orang. Mereka adalah warga Desa Paten, Krinjing, Ngargomulyo dan Keningar, Kecamatan Dukun. Warga mengungsi ke 9 titik tempat pengungsian.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang, jumlah warga Desa Paten yang mengungsi sebanyak 421 jiwa.

Rinciannya, sebanyak 250 jiwa warga Dusun Babadan 1 mengungsi ke gedung, tempat evakuasi akhir Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.

Warga Dusun Babadan 2 sebanyak 171 jiwa mengungsi ke Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan. Kemudian, jumlah warga Desa Krinjing yang mengungsi sebanyak 122 jiwa.

Rinciannya, sebanyak 23 jiwa warga Dusun Trono mengungsi ke Gedung Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, 47 warga Dusun Pugeran mengungsi ke Gedung Balai Desa Deyangan dan 52 jiwa warga Dusun Trayem mengungsi ke Gedung Balai Desa Deyangan.

Jumlah pengungsi dari Desa Ngargomulyo sebanyak 120 jiwa terdiri dari warga Dusun Batur Ngisor sebanyak 18 jiwa yang mengungsi di Gedung NU Dusun Ketaron, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan.

Sumber: sindonews.com

Biden Presiden, Ini Pengaruhnya terhadap Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio Nugroho menyebut, terpilihnya Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat turut berpengaruh terhadap Indonesia. Setidaknya ada empat poin pengaruh terhadap Indonesia setelah Biden terpilih.

“Pertama, ruang kerja sama bilateral antara kedua negara akan lebih ketat, karena memang balik lagi kebijakan perdagangan yang jadi referensi oleh Biden adalah regional daripada perjanjian kerja sama bilateral,” ujar Andry dalam video conference, Minggu (8/11/2020).

Kedua, Andry menyebut dengan terpilihnya Joe Biden membuat adanya peluang untuk Indonesia bisa meningkatkan ekspor ke negeri Paman Sam.

“Dari segi impor, nilai impor perdagangan AS sebelum era Trump itu jauh lebih rendah daripada setelah era Trump. Itu menjadi salah satu hal yang mungkin kita bisa meningkatkan ekspor ke AS,” katanya.

Ketiga, terpilihnya mantan wakil presiden AS ini bisa meningkatkan Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi asing langsung AS di beberapa negara.

Hal ini terlihat dari pernyataan Biden terkait beberapa fasilitas mengenai minimum corporate tax di perusahaan-perusahaan di luar AS yang akan mendorong FDI AS di beberapa negara. “Terutama negara berkembang itu akan meningkat, termasuk rencana investasi di Indonesia. Ini yang perlu jadi perhatian,” ucapnya.

Sumber: sindonews.com

Ratusan Kendaraan Dipersiapkan untuk Jamaah Sambut Habib Rizieq

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Persaudaraan Alumni (PA) 212 wilayah Garut, Jawa Barat, akan ikut serta menyambut kepulangan Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November 2020.

Salah seorang pimpinan rombongan penjemputan PA 212 Garut, Zamzam Zomantara mengatakan, ada puluhan bus yang disiapkan bagi anggota PA 212 untuk menyambut kepulangan Rizieq.

“Kayanya kalau minibus 100 lebih. Kalau bus sekitar 20 ini masih nunggu (jumlah pastinya),” kata Zamzam, Senin (9/11/2020).

Selain keluarga dari PA 212, kata Zamzam, dalam rombongan tersebut juga ada dari FPI Garut. Rencananya mereka langsung kumpul di Bandara Soetta pada Selasa 10 November pagi.

“Berangkat tentatif paling Selasa pagi sudah kumpul di Bandara Soetta,” ujarnya.

Menurut Zamzam, tidak ada agenda khusus dalam penjemputan tersebut. Penyambutan hanya dilakukan secara normal. “Enggak ada kegiatan, cuma nyambut saja,” tuturnya.

Rombongan, tambah Zamzam, rencananya tidak ke rumah Rizieq Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Kendati demikian tidak menutup kemungkinan pihaknya juga akan meramaikan kepulangan Rizieq di rumahnya.

“Lihat situasi kalau ada waktu bisa saja ke Petamburan kalau tidak mepet ya langsung pulang,” katanya.

Sementara itu, terkait pengamanan sendiri pihaknya tidak meminta kepada jajaran kepolisian. Pengamanan hanya dilakukan secara internal PA 212. “(Pengamanan) itu urusan yang di pusatlah. Pengamanan internal aja,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui imam besar FPI itu akan berangkat dari Arab Saudi pada 9 November 2020. Ia diperkirakan tiba ke Tanah Air pada 10 November 2020.

Sumber: okezone.com

Kemenag Gelar Seleksi 205 Calon Imam Masjid di UEA

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ditjen Bimas Islam Kemenag menggelar Seleksi Calon Imam Luar Negeri. Total ada 205 penghafal Al-Qur’an (Hafiz) yang mendaftar seleksi calon imam yang akan bertugas di Uni Emirat Arab. Termasuk di dalamnya, delapan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri.

Seleksi calon imam masjid luar negeri ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung di Jakarta, 8 – 10 November, diikuti 90 peserta. Seleksi ini dibuka oleh Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin.

Tahap kedua akan diikuti 115 peserta dan kemungkinan dilaksanakan setelah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Sumatera Barat.

“Total ada 205 peserta yang mendaftar dan terverifikasi memenuhi persyaratan,” terang Kamaruddin Amin di Jakarta, Minggu (08/11). Hadir dalam pembukaan, Direktur Timur Tengah Kemenlu, Bapak Bagus Hendraning Kobarsih, Direktur Penerangan Agama Islam Juraidi beserta jajaran Ditjen Bimas Islam.

Menurut Kamaruddin, penyelenggaraan seleksi bagian dari  implementasi kerja sama yang bertujuan memperluas dan memperkuat hubungan Indonesia dan UEA. “Calon Imam Masjid ini akan diproyeksikan sebagai Duta Bangsa Indonesia dan pahlawan devisa karena mereka akan bekerja sebagai Imam di UEA,” tuturnya.

Sehubungan itu, UEA telah menetapkan kriteria imam yang dipersyaratkan. Calon imam harus hafal Al-Qur’an 30 Juz, sehat jasmani dan rohani, menguasai ilmu tajwid (teori dan praktek), serta memiliki suara yang fasih dan merdu.

“Calon Imam memungkinkan berkomunikasi dalam bahasa Arab,” ujar Kamaruddin.

Kriteria lainnya yang dipersyaratkan adalah memahami hukum fiqh, memiliki pemikiran yang jernih, tidak tergabung dalam partai politik, serta memahami retorika dakwah dan mampu berkhutbah. Peserta juga harus memiliki akhlak yang baik serta berfaham Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan Manhaj Wasathiyah.

“Peserta harus menyiapkan dokumen ke luar negeri, sudah berkeluarga atau umur minimal 25 tahun,” jelasnya.

“Para imam yang lulus seleksi akan bertugas di UEA mulai tahun 2021 selama tiga tahun,” tandasnya.

Sebagai dewan  juri dalam seleksi ini: Direktur Penais Dr. Juraidi, Dr KH Muhsin Salim, MA, Dr KH Ilhamuddin Qosim, MA, Dr KH Luthfi Fathullah, MA, dan Udin Saefuddin Lc, MA.

Kamaruddin berharap ke depan program ini dapat dilaksanakan, bukan hanya saja bekerjasama dengan UEA, tetapi juga  Negara Timur Tengah lainnya.

 

FPI: Tak Ada Persiapan Khusus Sambut Habib Rizieq

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan tidak ada persiapan khusus untuk menyambut kepulangan Habib Rizieq Shihab. Menurutnya penyambutan dilakukan secara biasa layaknya penjemputan.

“Biasa seperti orang menjemput biasa (tidak ada acara khusus),” kata Munarman kepada Okezone, Senin (9/11/2020).

Munarman tidak mengungkapkan secara gamblang berapa banyak jumlah personel penjemputan nantinya. Ia juga mengatakan tidak meminta pengamanan untuk penjemputan dari jajaran kepolisian sebab penjemputan dilakukan secara biasa.

“Normal saja, Insya Allah normal,” singkatnya.

Sebagaimana diketahui, Imam Besar FPI itu akan berangkat dari Arab Saudi pada 9 November 2020. Ia diperkirakan tiba ke Tanah Air pada 10 November 2020 atau sehari kemudian.

Sebelumnya Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengimbau seluruh pendukung Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab untuk tertib saat hendak menjemput di Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Imbauan itu guna mengantisipasi kemungkinan banyaknya massa yang ikut menjemput Rizieq Shihab, saat pulang ke Indonesia dari Arab Saudi.

“Tentunya kami mengimbau kepada para pengikutnya, pendukungnya tentunya laksanakan penjemputan dengan tertib, ingat bandara Soetta adalah bandara internasional, banyak kepentingan di sana,” kata Awi, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Sumber: okezone.com

MUI Ajak Umat tak Terpancing Siasat Anti-Islam Negara Barat

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Kekerasan terhadap penghina Nabi Muhammad SAW yang terjadi di Eropa dan negara-negara Barat sejatinya  seperti bumerang bagi Muslim sendiri. Selama ini Muslim kerap digeneralisasi sebagai teroris dan ekstremis, dan ketika kekerasan itu terjadi, maka wacana Islamofobia semakin menguat.

Pernyataan ini disampaikan Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, KH Marsudi Syuhud, merespons provokasi majalah satir Charlie Hebdo dan reaksi kekerasan oknum Muslim di Prancis. Ini sebagaimana terjadi pada Sammeul Paty, guru yang dipenggal ekstremis asal Chechnya,  Abdoullakh Anzorov (18.

Kiai Marsudi mengatakan umat Islam terpancing dalam provokasi kalangan anti-Islam. Dia pun mengibaratkannya seperti  kepiting yang dipancing ke penggorengan.  “Umat Islam seperti dibikin cerita memancing kepiting. Pakai batu diikat di bambu, kemudian kepitingnya dipukul-pukul pakai batu, kemudian kepiting itu mencapit batu keras-keras, setelah itu ditarik ke atas dan masuk ke penggorengan, itulah rezeki yang memancing,” ujarnya, Rabu (04/11) di dalam Rapat Pleno Dewan Pertimbangan MUI Pusat secara virtual.

Menurutnya, umat Muslim terutama di negara Barat kerap sekali dibikin seperti kepiting itu.  Muslim dipancing emosinya dengan berbagai cara, termasuk karikatur Nabi Muhammad, lalu Muslim marah bahkan sampai menggunakan tindakan kekerasan.

Sayangnya, Barat menjamin kebebasan berpendapat namun tidak menghendaki adanya kekerasan. Bila kekerasan itu terjadi, maka nasib Muslim seperti kepiting yang masuk ke penggorengan dan disantap habis pemancingnya.

Kiai Marsudi melanjutkan, Muslim di Eropa maupun Amerika memang menghadapi masalah berlapis. Satu sisi mereka dihadapkan pada kondisi minoritas, di sisi lain mereka terus ditekan dengan wacana-wacana Islamofobia. Saat mereka melawan dengan kekerasan, catatan Islamofobia itu semakin menguat.

Kiai Marsudi mengatakan, penggunaan cara freedom of speech sebagai cara membalas itu, kata dia, sekaligus akan menunjukkan ke dunia bahwa cara yang ditempuh Muslim lebih berbobot dan variatif, tidak berupa kekerasan atau boikot produk.

“Ketika tidak begini, ini tidak akan selesai, karena perbedaan hukum dan pandangan dan model teori ini pula yang digunakan untuk dunia Islam kocar-kacir sementara freedom of speech terus digunakan,” ujarnya.

Dia mengajak kedepan, umat Islam jangan lagi terjebak pada lubang yang sama dalam merepons kebebasan berpendapat. Muslim, kata dia, harus mulai menggunakan kebebasan berpendapat untuk melawan dengan lebih keras.

Sebab, bila Muslim terus menggunakan cara-cara kekerasan, hukum di Barat selalu tidak menyetujuinya. Apalagi di dunia Barat, terutama di negara yang menganut kebebasan tinggi seperti Prancis, tidak ada Blasphemy Law (UU Anti Penodaan Agama).

“Kita rata-rata dibuat seperti kepiting itu, dibuat marah dahulu. Kita berharap kita jangan jadi kepiting. Kita harus memahami bahwa hurriyatul ibdair ro’yi (kebebasan menguarakan pendapat), yaitu dibalas yang sama,” katanya.

Ijtima Tsanawi DSN, Wapres: Pemerintah Serius Dorong Ekonomi Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, menyatakan Pemerintah saat ini serius mengembangkan ekonomi syariah.

Pemerintah bahkan ingin agar Indonesia menjadi jawara ekonomi syariah dunia.
Apa yang dilakukan pemerintah ini, menurut Kiai Ma’ruf, merupakan era baru dalam mendorong ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Selama ini swasta dan masyarakat yang lebih dominan terlibat dalam menumbuhkembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

“Istilahnya pendekatan yang dilakukan adalah bottom up. Sehingga perkembangan market sharenya terasa lambat dan kurang progresif. Dengan kuatnya keterlibatan pemerintah dibaharapkan akan semakin mempercepat pertumbuhan dan penguatan ekonomi syariah di Indonesia,” paparnya saat membuka Ijtima Tsanawi Dewan Syariah Nasional MUI 2020 secara virtual, Kamis (6/10).

Dia mengatakan, pemerintah selama ini juga sudah membuat beberapa bukti dukungan dalam mendorong semakin maju dan kuatnya ekonomi syariah di Indonesia. Misalnya dengan adanya penguatan BMW, BMT, LKMS, maupun Koperasi Syariah.

Terbaru, kata dia, pemerintah juga merencanakan melakukan merger tiga bank menjadi Himbara. Ke depan, di internal peemerintah terutama di Kementerian/Lembaga terkait akan ada direktorat khusus halal atau syariah. Sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan yang lebih cepat.
“Pemerintah juga menyiapkan ekosistem di bidang produk halal, social fund, dan bisnis syariah. Semua itu menjadi bukti komitmen kuat Pemerintah dalam mendorong semakin maju dan kuatnya ekonomi syariah di Indonesia,” ucapnya.

Semangat baru pemerintah ini, menurut Kiai Ma’ruf, sejalan dengan tujuan memperbaiki ekonomi nasional setelah terdampak Covid-19. Ekonomi dan keuangan syariah yang berkembang dengan baik maka akan membantu pemerintah memecahkan berbagai permasalahan ekonomi dan sosial, seperti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. Sejak Covid-19 melanda, kemiskinan semakin meningkat dan jurang ketimpangan ekonomi juga semakin menganga.

“Karena sebagian besar masyarakat miskin berasal dari kalangan umat, saya berpandangan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat meningkatkan keterlibatan umat dalam kegiatan ekonomi, sehingga mendorong umat untuk keluar dari jeratan kemiskinan melalui kekuatannya sendiri,” katanya.