Berita Terkini

HPN, Pers Diharap Jadi Penjernih di Tengah Maraknya Hoaks

 JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memberikan ucapan selamat kepada insan pers di Indonesia yang hari ini memeringati ke-36 Hari Pers Nasional (HPN). Atas nama Kementerian Agama (Kemenag), Menag Yaqut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pers nasional yang selama ini telah banyak berkontribusi positif dalam penyebaran informasi, khususnya terkait isu dan layanan Kemenag.

“Pers dan Kemenag faktanya tidak bisa dipisahkan. Untuk itu kami berharap sinergi yang positif ini terus bisa dipertahankan demi kebaikan bangsa bersama,” ujar Menag Yaqut di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Gus Menteri mengatakan, pers memiliki peran dan fungsi strategis dalam pembangunan bangsa. Tak sekadar menjadi penyebar informasi, fungsi pers saat ini juga lebih luas yakni menyampaikan pengetahuan yang berharga bagi khalayak. Upaya ini, diakui Gus Menteri, tidak mudah seiring kian masifnya perkembangan dunia teknologi informasi digital yang sangat cepat.

“Di sinilah tantangan insan pers nasional agar bisa beradaptasi sekaligus menjadi penjernih di tengah banjirnya informasi dari mana-mana,” kata Gus Menteri.

Menag berharap, fungsi penjernih ini bisa menjadi perhatian insan pers. Sebab dampak dari kebebasan informasi saat ini telah banyak bermunculan berita tidak benar (hoaks), ujaran kebencian dan hal-hal negatif lainnya. Jika hal ini tidak disadari bersama dan diantisipasi dengan baik, maka sangat berpotensi mengoyak tatanan kehidupan di tengah masyarakat.

Menurut Gus Menteri, pada posisi ini pers dan Kemenag hakikatnya memiliki misi yang sama untuk menciptakan kedamaian dan ketenangan masyarakat. Dengan informasi yang benar berbasis faktual, maka tidak ada ketegangan, intoleransi atau aksi-aksi ekstremisme yang bisa  merugikan bangsa.

Tak hanya itu, Gus Menteri juga sangat berharap, HPN 2021 ini menjadi momentum kalangan pers Indonesia untuk bangkit di tengah situasi sulit pandemi Covid-19. Gus Menteri mengakui, tekanan yang dialami pers kian berat dengan adanya wabah saat ini. Namun demikian, Gus Menteri meyakini sesulit apa pun kondisi jika diikuti dengan upaya berpikir keras dan berani melakukan terobosan, maka akan menemukan jalan solusi.

Tema HPN 2021 yakni “Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan” juga tepat. Gus Menteri menilai, posisi pers sangat strategis sebagai motor dan akselerator perubahan bangsa, utamanya bagaimana agar bangsa ini berhasil menangani pandemi Covid-19.

Fungsi ini juga selaras dengan upaya Kemenag dalam komitmennya menangani Covid. Menag mengatakan, untuk mencegah penularan virus corona yang lebih luas, dirinya telah menerbitkan Surat Instruksi No 1/2021 tentang Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan 5 M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan.

“Peran pers terbukti sangat vital dan strategis bagi Kemenag, kuncinya harus bersama-sama beradaptasi, berkolaborasi, bersinergi sehingga terciptanya ekosistem yang saling berinteraksi positif. Di saat pandemi, kita tidak mungkin bekerja sendiri-sendiri,” ujar Gus Menteri.

Podcast Siswa SMP Muhammadiyah Peringati Hari Pers Nasional 2021

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta turut memperingati Hari Pers Nasional 2021 dengan melaunching program yang bernama PK Knowledge Podcast di ruang multi media pada Senin (8/2/2021). Hadir sebagai narasumber pada acara tersebut antara lain Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul dan penyiar Radio Konata Solo yang juga alumni SMP Muh PK, Kayla Maritza Jundi.

Anas Syahirul, ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kota Surakarta melaunching dan memberikan apresiasi terhadap podcast SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

“Ternyata sekolah ini sudah memiliki podcast untuk dipakai anak didik menuangkan bakat-bakat mereka di dunia audio visual. Sangat cocok untuk menjadi jembatan siswa untuk memberikan edukasi dan inspirasi kepada anak didik karena anak-anak sekarang cocok dengan model begini. Mereka anak-anak tidak hanya sekadar diberikan tulisan, tetapi harus ada pola interaksi,” ujarnya kepada media.

Anas pun menambahkan bahwa langkah yang luar biasa karena teknologi ini disaut oleh SMP Muhammadiyah PK untuk menghadirkan jembatan pola komunikasi antara sekolah dengan anak didik bahkan anak didik dengan anak didik yang lain.

“Semoga memberikan dampak positif untuk pengembangan sekolah dan layak untuk diapresiasi dan menjadi tempat belajar dan ruang pengembangan bakat mereka dalam literasi digital. Cocok untuk dunia pendidikan di era kekinian,” tandasnya.

Sementara itu, Kayla Maritza Jundi berbagi pengalaman tentang dunia kepenyiaran di Radio Konata Solo termasuk bagaimana mengatur waktu hingga mampu melakukan siaran yang baik.

“Tips intinya adalah harus percaya diri di depan kamera dan mik. Kalau lagi siaran ngomongnya santai saja dan tidak gugup agar tidak salah. Jangan lupain sekolah kalian. Sekolah yang paling penting,” jelasnya.

Remaja yang aktif di dunia penyiar sejak duduk di SMP Muhammadiyah PK menambahkan pesan kepada teman-temannya generasi remaja untuk jangan terpengaruh kepada hal yang negatif dan semoga banyak yang minat masuk dalam dunia pers.

“Selamat Hari Pers Nasional 2021 semoga banyak yang berminat di dunia pers dan semoga semakin sukses dan maju,” ungkapnya.

Program PK Knowledge Podcast tayang secara live di youtube sekolah, PK TV, bersama dua siswa yang bertindak sebagai penyiar yaitu Nabiila dan Aqila. Keduanya bergantian dalam memandu jalannya ngobras (ngobrol asyik dan santai) bertema peran media dalam mengembangkan bakat siswa.  Podcast tersebut ditonton ratusan viewer baik dari siswa maupun luar sekolah.

 

Nakes Rumah Bersalin Cuma-Cuma Jalani Vaksin COVID-19

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Para bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya di Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) jalani program vaksin yang digalakkan pemerintah, Kamis (4/2). Mereka menjadi salah satu dari 3.300 nakes lainnya yang divaksin massal di Jawa Barat.

“Alhamdulillah, nakes di Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) sudah divaksin COVID-19. Ini menjadi ikhtiar bersama membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit Corona,” tutur Asep, CEO Sinergi Foundation selaku lembaga yang menginisiasi program RBC.

Ia menerangkan, keberadaan vaksin ini tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi banyak orang. “Mudah-mudahan bisa menekan angka sakit atau meninggal akibat penyakit satu ini. Apalagi, mengingat angka pasien berguguran terus bertambah,” lanjutnya.

Total nakes RBC yang telah divaksin ada sebanyak 19 orang, meliputi: 15 bidan, 1 dokter umum, 1 dokter spesialis kandungan, dan 1 dokter spesialis anak. Masih ada Sebagian nakes lainnya yang akan tertib melakukan vaksin di tahap berikutnya.

Kendati sudah divaksin, para bidan di RBC tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat melayani para ibu dhuafa. Tak lupa mereka terus mengedukasi para ibu dhuafa ini untuk terus menjalankan 3M: mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“RBC juga telah menyiapkan jadwal pemeriksaan dan layanan. Dalam sehari maksimal 25 orang ibu yang dapat memeriksakan diri dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Asep.

RBC merupakan program layanan kesehatan ibu hamil dan anak dari kalangan dhuafa. Seluruh akses yang diberikan sepenuhnya gratis karena memanfaatkan donasi zakat.

Klinik Masjid London Vaksinasi Warga Muslim Inggris

LONDON(Jurnalislam.com) — Ratusan orang divaksinasi di sebuah klinik yang didirikan oleh masjid London Timur untuk mendorong umat Islam agar mau diberikan vaksin di masa pandemi Covid-19. Tujuan dari klinik tersebut adalah untuk meyakinkan komunitas muslim yang masih ragu untuk divaksin.

Sebagian besar dari mereka yang menghadiri London Muslim Centre, di sebelah masjid, pada Sabtu (6/2) kemarin adalah Muslim berusia di atas 68 tahun, dan banyak yang dibantu oleh kerabatnya yang lebih muda. Di antara yang pertama menerima suntikan adalah Khoyrun Nessa (76) yang ditemani oleh menantu perempuannya, Ruzina.

Klinik tersebut mendapat izin dari pejabat kesehatan masyarakat pada Kamis (4/2) lalu. Mereka memberikan izin kepada pihak masjid hanya satu hari untuk mempromosikannya kepada penduduk setempat. Pihak masjid akhirnya mengumumkan lewat pengeras suara masjid.

“Kami menggunakan perangkat yang biasanya memungkinkan orang mendengar adzan di rumah mereka untuk mendesak orang agar datang dan mendapatkan vaksinasi,” kata yang mempelopori proyek tersebut, Asad Jaman dilansir dari theguardian, Senin 8/2).

Sementara itu, seorang direktur Masjid London Timur, Dilowar Hussein Khan mengatakan, setelah berkonsultasi dengan para sarjana Islam dan profesional medis, pihaknya meyakini bahwa vaksin merupakan cara terbaik untuk menghadapi Covid-19.

“Kami sangat yakin bahwa vaksinasi adalah cara terbaik untuk memerangi pandemi dan kembali ke cara hidup normal kita,” ucap Hussein.

“Dalam Islam, menjaga kehidupan adalah yang paling penting, jadi kami ingin melakukan bagian kami untuk meyakinkan mereka yang ragu tentang vaksinasi,” imbuhnya.

Klinik tersebut dijalankan oleh AT Medics, sebuah kemitraan lokal para dokter dari Pusat Kesehatan Whitechapel dengan masjid London Timur dan dewan Tower Hamlets. Tim dari Pusat Kesehatan tersebut mencakup staf dwibahasa untuk berkomunikasi secara efektif dengan komunitas lokal.

Di antara kekhawatiran yang muncul adalah apakah vaksin itu aman secara medis dan apakah mengandung produk yang dilarang bagi penganut agama tertentu. Namun, pakar medis dan keyakinan serta pemimpin komunitas telah menjamin bahwa vaksin tidak mengandung produk hewani atau telur, sehingga halal dan suci.

Jaman menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat masyarakat takut untuk divaksin. Dia antaranya, ada beberapa orang yang tidak bertanggung jawab yang sengaja membuat takut masyarakat bahwa vaksin itu tidak halal.

Tetapi, menurut dia, faktor terbesar adalah kekhawatiran tentang kemungkinan efek samping jangka panjang, terutama karena banyak masyarakat yang sudah memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

“Kami memberi tahu orang-orang bahwa menjaga kehidupan adalah kewajiban tertinggi bagi seorang Muslim, dan meminum vaksin berarti Anda tidak hanya membantu diri sendiri tetapi Anda membantu seluruh komunitas,” kata Jaman.

“Pemimpin agama, tokoh masyarakat, pengusaha lokal, dokter, dan siapa pun yang memiliki pengaruh memiliki kewajiban untuk melakukan apa saja untuk mendorong orang agar mau divaksinasi,” tegasnya.

Kepala eksekutif AT Medics, Omar Din mengatakan, dokter setempat telah mengalami tantangan dalam meningkatkan vaksinasi pasien di daerah tersebut. “Kami berharap inisiatif ini akan mendorong lebih banyak pasien untuk melapor saat diundang,” jelasnya.

Walikota Tower Hamlets, John Biggs menambahkan, dengan beredarnya informasi yang salah tentang vaksin, inisiatif Masjid London Timur tersebut sangat membantu membangun kepercayaan masyarakat untuk divaksin.

“inisiatif akar rumput seperti ini membantu membangun kepercayaan dan mengurangi keraguan vaksin,” jelasnya.

Sumber: republika.co.id

Sertifikasi Halal Alami Terus Alami Kenaikan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati mengatakan, meskipun saat ini berada di tengah pandemi covid-19, tetap ada pencapaian peningkatan dari pusat untuk sertifikasi halal.

“Ada kenaikan sedikit dibandingkan dengan tahun 2019, dari segi jumlah 2020 ada peningkatan di pusat,” kata Muti pada Senin (8/2).

Sebelumnya pada Oktober 2020 lalu juga sudah mulai mengimplementasikan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Menurut Muti, dengan adanya UU tersebut perusahaan mulai berupaya mengikuti aturan yang ada. Peningkatan sertifikasi juga lebih banyak di LPPOM provinsi dibandingkan di pusat.

“Justru lebih banyak di provinsi untuk produk lokal. Artinya kesadaran tetap baik. Meskipun pandemi ini tidak menurun, karena ada perusahan-perusahan lain yang mengalami keterbatasan di masa pandemi, ada yang pasarannya menurun, tapi secara umum masih baik,” ucapnya.

Adapun jumlah perusahaan yang disertifikasi LPPOM MUI Pusat pada 2018 yakni 1.728, kemudian 2019 yakni 2.026, dan 2020 sebanyak 2.112. Sementara itu, LPPOM Provinsi, data dari 18 provinsi pada 2018 yakni 1.718, 2019 sebanyak 2 015, dan 2020 ada 4.814.

“Bagi perusahaan yang akan ingin disertifikasi di masa pandemi tidak perlu kawatir terjadi kelambatan pelayanan LPPOM, karena kami menerapkan audit secara daring yang kami sebut Modified On SIte Audit (MOSA) sehingga pelayanan tetap dapat berjalan dengan baik,” kata Muti.

Sumber: republika.co.id

Kuasa Hukum: Sampai Wafat, Penangguhan Penahanan Ustaz Maaher Tak Pernah Dikabulkan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Salah satu kuasa hukum Ustaz Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata, Novel Bakmukmin menyesalkan upaya penangguhan kliennya yang tak dikabulkan oleh pihak kepolisian. Hal ini diungkapkan menyusul kabar meninggalnya Ustaz Maheer di Rutan Bareskrim Polri.

Novel menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Ustaz Maheer pada malam ini. Dia mengatakan, tim kuasa hukum telah berupaya keras untuk kesembuhan kliennya tersebut.

“Saya sebagai kuasa hukum beliau turut berduka cita sedalam dalamnya dan sudah kami upayakan untuk penangguhan beliau,” kata Novel saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (5/2/2021) malam.

Wakil sekretaris Jenderal (Wasekjen) PA 212 itu mengatakan, upaya yang selama ini dilakukan tim kuasa hukum sayangnya tak pernah mendapatkan restu dari pihak kepolisian.

“Namun tidak pernah dikabulkan dan saya sangat menyesalkan upaya yang sudah tidak menimbang unsur kemanusian,” ujar dia.

Sumber: viva.co.id

 

 

Kemenkes Tambah 15 Ribu Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan hingga saat ini Kemenkes sudah menambahkan 15.000 tempat tidur di ruang perawatan dan ICU di rumah sakit rujukan covid-19.

Nadia mengatakan upaya ini sebagai langkah antisipasi menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Apalagi, secara umum jumlah kasus Covid-19 masih belum menunjukkan penurunan secara signifikan.

“Kalau kita melihat secara umum jumlah kasus yang positif Covid-19 itu kayaknya belum belum lihat secara signifikan penurunannya,” kata Nadia dalam keterangannya secara virtual dikutip dari laman BNPB, Selasa (9/2/2021).

Nadia mengatakan Kemenkes telah melakukan koordinasi dan meminta kepada pemerintah daerah yakni Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menambah ruang perawatan baik untuk isolasi, perawatan ataupun tempat tidur untuk ruang isolasi.

“Tentunya kemarin, pada waktu kita menghadapi lonjakan kasus ya, kita memang minta untuk pemerintah daerah yaitu Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menambah perawatan ya, baik tempat tidur perawatan untuk isolasi maupun tempat tidur perawatan untuk ICU,” katanya.

Nadia menjelaskan 15.000 tempat tidur tersebut terdiri dari lebih 13.000 tempat tidur perawatan. “Dan ini sudah terjadi peningkatan kalau kita bandingkan di tanggal 25 Januari itu sudah ada penambahan kurang lebih 13.000 tempat tidur perawatan,” katanya.

Sementara, kata Nadia, 2.000 tempat tidur lainnya adalah untuk ruang ICU di rumah sakit rujukan Covid-19. “Dan yang terbanyak adalah tempat tidur untuk isolasi sementara untuk tempat tidur ICU adalah berkisar sampai dengan 2.000 penambahannya kemarin,” ungkapnya.

Sumber: okezone

Polisi: Ustaz Maaher Sudah Jadi Tahanan Jaksa

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Mabes Polri memberikan penjelasan seputar meninggalnya Ustaz Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. Perkaranya sudah masuk tahap 2 dan sudah diserahkan ke kejaksaan, tapi sebelum tahap 2 yang bersangkutan mengeluh sakit.

“Kemudian, petugas rutan termasuk tim dokter membawanya ke RS Polri Kramat Jati. Setelah diobati dan dinyatakan sembuh, yang bersangkutan dibawa lagi ke Rutan Bareskrim,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Senin (8/2).

Menurut Argo, setelah tahap dua selesai, barang bukti dan tersangka diserahkan ke jaksa, Maaher kembali mengeluh sakit. Lagi-lagi, petugas rutan dan tim dokter menyarankan agar dibawa ke RS Polri, tapi polisi mengklaim yang bersangkutan tidak mau sampai akhirnya meninggal dunia.

“Soal sakitnya apa, tim dokter yang lebih tahu. Jadi, perkara Ustaz Maaher ini sudah masuk tahap 2 dan menjadi tahanan jaksa,” terang Argo.

Sebelumnya, Ustaz Maaher ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melakukan penghinaan terhadap Habib Luthfi. Dia dijerat Pasal 45 ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

sumber: republika

PPKM Mikro Mulai 9 Februari, Ini Teknisnya

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) resmi diperpanjang mulai hari ini, 9 Februari hingga 22 Februari 2021. Perpanjangan kali ini, pemerintah akan melaksanakan PPKM Mikro yang menyasar hingga tingkatan RT di wilayah Provinsi-Provinsi Jawa-Bali dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

PPKM Mikro ini berlaku di seluruh kelurahan atau desa pada Kabupaten atau kota yang ditetapkan oleh masing-masing Gubernur sebagai prioritas wilayah pemberlakukan PPKM Mikro.

Dalam kebijakan baru ini, pemerintah melalui satgas Covid-19 di tingkat desa akan memetakan wilayah atau zona hingga tingkat RT dan RW.

“Indikator penerapan PPKM tingkat RT tersebut akan memetakan kondisi masing-masing wilayah seperti zona hijau, zona kuning, zona orange dan zona merah dengan ketentuan yang sudah ditetapkan,” kata Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Misalnya, zona hijau jika tingkat RT tersebut tidak ada rumah yang terdapat kasus positif dalam 7 hari terakhir. Untuk daerah tersebut, tetap dilakukan surveillance aktif, seluruh suspect dites dan pemantauan kasus tetap berlangsung secara berkala.

Untuk zona kuning, jika terdapat 1-5 rumah yang memiliki kasus konfirmasi positif atau dalam perawatan isolasi mandiri selama 7 hari terakhir. Untuk zona ini, maka akan dilakukan perintah temukan kasus suspect dan lakukan pelacakan kontak erat. Selanjutnya, harus dilakukan isolasi mandiri pasien dan kontak erat, dengan pengawasan ketat.

Untuk zona oranye, jika terdapat 6-10 rumah di satu RT yang memiliki kasus konfirmasi positif atau isolasi mandiri, dalam 7 hari terakhir. Untuk itu, akan dilakukan perintah temukan kasus suspect dan pelacakan kontak erat.

Selanjutnya, harus dilakukan isolasi mandiri pasien dan kontak erat, dengan pengawasan ketat, serta penutupan tempat ibadah, tempat bermain, dan tempat umum ditutup, kecuali sektor esensial.

Untuk zona merah, jika terdapat lebih dari 10 rumah di satu RT yang memiliki kasus konfirmasi positif atau isolasi mandiri, dalam tujuh hari terakhir. Untuk itu, akan dilakukan perintah temukan kasus suspect dan pelacakan kontak erat.

Di zona merah, akan dilakukan isolasi mandiri pasien dan kontak erat, dengan pengawasan yang sangat ketat, serta penutupan tempat ibadah, tempat bermain, dan tempat umum ditutup, kecuali sektor esensial. Masih ditambah pula, pembatasan kumpul maksimal 3 orang. Bahkan, di zona merah akan dibatasi jam keluar masuk orang di wilayah itu hanya sampai jam 20.00.

Adapun, untuk PPKM pada periode 9-22 Februari, penetapan masih sama, hanya saja sektor bisnis seperti mal atau pusat perbelanjaan diperbolehkan buka hingga pukul 21.00.

Sumber: okezone.com

 

 

 

BPKH Dilibatkan dalam Program Pengembangan Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjajaki kerja sama dalam pengembangan pesantren. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono Abdul Ghafur mengatakan, pihaknya sudah merumuskan sejumlah item kesepakatan untuk program priotitas kegiatan kemaslahatan yang akan dilakukan pada tahun 2021.

Menurutnya, berbagai terobosan itu terus dilakukan dalam rangka pengembangan pesantren, agar tidak semata bergantung pada APBN. “Alhamdulillah, setelah melakukan pertemuan, kami dan BPKH sepakat merumuskan sejumlah program prioritas yang akan dibantu dengan dana kemaslahatan dari BPKH,” terang Waryono di Jakarta, Senin (8/2/2021).

Program prioritas tersebut, lanjut Waryono, antara lain berupa pemberian beasiswa pendidikan bagi para santri, pembangunan atau rehab asrama santri dan rumah tahfidz/Taman Pendidikan Al-Qur’an. “Kita juga merencanakan program pemagangan pesantren enterpreneur bagi anak yatim dan dhuafa,” ujar Waryono.

Selain dengan BPKH, pihaknya juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah lembaga lain seperti Dompet Dhuafa. Kemenag, kata Waryono, juga terus menjalin sinergi dan koordinasi lintas kementerian/lembaga (K/L). Di antaranya adalah pemberian bantuan pengembangan sanitasi bagi 4.000 pesantren yang akan dilakukan oleh Kementerian PUPR, peningkatan kualitas 400 dapur pesantren oleh Kemenkes, serta pengembangan Balai Latihan Kerja(BLK) pesantren oleh Kemenaker.

“Ini menjadi terobosan kami dalam upaya melakukan pengembangan pesantren,” tuturnya.

Kemenag juga tengah memperkuat koordinasi dengan 20 K/L dalam rangka pemberdayaan ekonomi pesantren. Pihak yang terlibat antara lain Kementan, Kemenperin, dan Bank Indonesia.

“Selasa besok, kita akan bahas program pemberdayaan ekonomi pesantren agar bisa dilakukan secara sinergis dengan 20 K/L,” tandasnya.