Berita Terkini

Tahun Ini, Ada 27.303 Formasi PPPK untuk Guru Agama

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama terus mengupayakan kuota PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) untuk formasi guru agama. Setelah melalui serangkaian rapat dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudyaaan serta kementerian/lembaga terkait lainnya, disepakati kuotanya sebanyak 27.303.

“Rapat terakhir, sudah ditentukan kuota PPPK untuk formasi guru agama sebanyak 27.303,” terang Direktur Pendidikan Agama Islam Rohmat Mulyana di Jakarta, Jumat (19/3/2021).

“Alhamdulillah, dari semula tidak ada, akhirnya ada kebijakan untuk mengalokasikan kuota sebanyak itu. Meski ini tentu belum mengakomodasi semua kebutuhan,” sambungnya.

Menurut Rohmat, 27.303 guru agama yang akan ikut seleksi PPPK tersebut sudah terdata dalam sistem Dapodik Kemendikbud. “Saat ini, Kemenag akan mempersiapkan soal ujian untuk seleksi calon PPPK-nya. Ini masih kita upayakan bersama,” jelasnya.

“Ke depan, Kemenag juga akan terus memperjuangkan agar bisa mendapat kuota PPPK untuk formasi guru agama dalam seleksi-seleksi selanjutnya,” tandasnya.

Tokoh Agama Serukan Pentingnya Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beserta para tokoh agama kembali menyerukan pentingnya menaati protokol kesehatan. Seruan ini disampaikan Menag dan tokoh lintas agama dalam doa kebangsaan bertema “Mengetuk Pintu Langit, Doa Lintas Iman untuk Keselamatan Bangsa”, yang digelar  di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta.

Dalam kegiatan yang digelar untuk mendoakan keselamatan bangsa ini , Menag Yaqut menyampaikan bahwa pemerintah sejauh ini telah bersama-sama menjalankan sejumlah program untuk menanggulangi pandemi. “Masyarakat diimbau agar senantiasa mematuhi protokol Covid-19 yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan,”kata Menag, Kamis (18/3/2021) malam.

Hal senada diungkapkan Imam besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar . “Insyaallah kalau ini kita lakukan, mudah-mudahan ini bagian dari kontribusi kita terhadap melandainya virus covid-19 di lingkungan masyarakat kita,” kata KH Nasaruddin Umar.

Seruan ini juga berlaku bagi umat Kristiani seperti yang diungkapkan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom. “Sebagai warga gereja kita memiliki panggilan umat untuk mensejahterakan masyarakat. Mari kita bahu membahu membangun bangsa utamanya mengatasi pandemi covid-19,” ajak Gomar Gultom.

Sependapat dengan Gomar, Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo menuturkan pentingnya dukungan dan partisipasi umat beragama untuk kesuksesan program pencegahan penyebaran covid-19 di Indonesia. Bagi Ignatius Kardinal Suharyo, Pandemi adalah masalah bersama, upaya habis-habisan pemerintah dan semua pihak untuk mengatasi masalah ini, meski didukung dengan segenap hati.

“Dukungan itu adalah wujud tanggapan kita terhadap perintah kasih kristus, kasih kepada Tuhan, kasih kepada sesama. Menghindari kerumunan adalah langkah sederhana untuk mencegah adanya klaster baru covid-19,” tegas Kardinal Suharyo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Karenanya, Sabha Pandita Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Ida Pandita Mpu Jaya Archarya Nanda pun mengajak umat beragama, terutama umat Hindu untuk selalu waspada akan ancaman covid-19.

“Umat Hindu harus selalu waspada dan mematuhi protokol kesehatan 5M. Umat Hindu sedharma sudah mengetahui bersama bahwa pandemi covid-19 adalah masalah yang harus diatasi bersama,” tukas Ida Pandita Mpu Jaya Archarya Nanda.

Selanjutnya, tokoh Agama Buddha, Bhikku Nyana Suryanadi Mahathera juga mengajak seluruh umat Buddha di Indonesia untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan 5 M. kesehatan adalah anugerah terbesar. Pandemi merupakan masalah serius untuk diatasi bersama. “Pemerintah telah bekerja keras dalam mengatasi pandemi ini, maka dibutuhkan dukungan dan peran serta seluruh rakyat Indonesia dengan mematuhi Prokes,” kata Bhikku Nyana.

Sementara Ketua Bidang Pemberdayaan dan pelatihan Tohaniawan Matakin Pusat Ws Mulyadi Liang optimistis pandemi ini dapat dilalui bila ada usaha bersama antara masyarakat dan pemerintah. “Sebagaimana kita ketahui bahwa upaya yang dilakukan pemerintah akan lebih berhasil apabila seluruh rakyat Indonesai mendukung dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya,” ujar Ws Mulyadi Liang.

Kemenag Susun Kisi-kisi Ujian Lembaga Pendidikan Al Qur’an

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama tengah menyusun Kisi Kisi Ujian Lembaga Pendidikan Al Quran. Penyusunan ini berlangsung di Bekasi, 17 – 19 Maret 2021, serta melibatkan para ahli dan praktisi Pendidikan Al-Quran.

Direktur PD Pontren Waryono mengatakan, penyusunan kisi-kisi ujian ini akan menjadi pedoman Lembaga Pendidikan Al Quran di seluruh Indonesia dalam pelaksaan evaluasi. Karenanya, Waryono berharap agar kisi-kisi yang disusun tidak hanya sebatas mengukur kemampuan literasi membaca pada santri, tapi juga pada aspek pemahaman dan sikap, sesuai dengan perkembangan usia.

“Pekerjaan rumah Lembaga Pendidikan Al Quran (LPQ) adalah bagaimana LPQ bukan hanya sebatas menjadikan para santri akrab dengan Al Quran namum juga menjadi living values, nilai yang hidup,” terang Waryono di Bekasi, Kamis (18/3/2021).

Waryono mengapresiasi berkembangnya metode pembelajara Al-Quran di Indonesia. Bahkan, menurutnya, pembelajaran Al Quran di Indonesia adalah yang paling kreatif dan inovatif.

“Pembelajaran ini sebagai bagian dari ikhtiar untuk bagaimana Al-Quran lestari dan dikuasai peserta didik. Negara hadir tidak untuk menutup kreatifitas di masyarakat, regulasi jangan sampai menghalangi kreatifitas, karena metode-metode tumbuh dan berkembang sesuai dengan konteks,” jelas Waryono.

“Perlu juga upaya melakukan kompilasi metodologi yang berkembang agar bisa diwariskan ke anak cucu, dan tidak diklaim oleh pihak tidak bertanggungjawab. Sangat penting metode-metode tersebut memperoleh HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) dan harus diurus,” sambungnya.

Selain aspek metodologi, Waryono juga menggarisbawahi pentingnya performa ustadz/ustadzah. “Standar performa juga penting  bukan sekedar standar intelektual, dan negara hadir untuk mensejahterakan masyarakat,” tandasnya.

Lembaga Pendidikan Al Quran tumbuh pesat di masyarakat. Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Al Quran, setidaknya ada lima jenis LPQ. Yakni, Pendidikan Anak Usia Dini Al Quran (PAUDQu) sebagai lembaga formal, Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), Ta’limul Quran lil Awlad (TQA), Rumah Tahfidz Al Quran (RTQ) dan Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran (PPTQ)

Instrumen Filantropi Islam Terbukti Bantu Masyarakat Saat Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengapresiasi peran dan kontribusi masyarakat melalui sumbangan dana sosial keagamaan seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) maupun sumbangan gotong-royong lainnya atas dasar kemanusiaan.

“Hal itu terbukti sangat membantu masyarakat yang membutuhkan dan menjadi komplemen program pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah,” saat memberikan sambutan secara virtual dalam Doa Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama, Kamis (18/3/2021).

Dana sosial keagamaan yang diberikan umat beragama selama masa pandemi ini menurutnya menjadi salah satu bentuk solidaritas untuk mengadapi masa-masa sulit saat pandemi. Karena menurut Ma’ruf Amin, modal terbesar dalam menghadapi tantangan dan cobaan apa pun adalah persatuan dan kesatuan di antara sesama anak bangsa.

“Tantangan dan cobaan seberat apa pun akan terasa ringan, apabila kita teguh beriman dan bersatu padu. Sebaliknya kondisi sebaik apapun, akan terasa hampa dan hilang makna, apabila jiwa kita menjauh dari Tuhan dan hidup dalam perseteruan, kebencian dan kecurigaan satu sama lain,” ucap Wapres.

Menurut Ma’ruf Amin, pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Akibat dari pembatasan sosial yang dimaksudkan untuk menghidari penularan virus, kegiatan ekonomi pun menjadi terkendala. Pemutusan hubungan kerja serta meningkatnya pengangguran menjadi hal yang tak terelakkan untuk terjadi di negeri ini.

“Untuk mengatasi persoalan tersebut pemerintah telah mengambil langkah yang luar biasa seperti refocussing dan realokasi APBN tahun 2020-2021. Pada tahun 2020 pemerintah telah menyediakan tidak kurang Rp 695 triliun untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi,”ungkap Wapres Ma’ruf Amin.

“Untuk tahun 2021 pemerintah mengalokasikan Rp 699 triliun. Lebih dari separuh alokasi dana tersebut diperuntukkan bagi bantuan sosial rumah tangga dan bantuan untuk usaha mikro dan kecil,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ma’ruf menyampaikan diperlukan ikhtiar ruhaniah, di samping usaha lahiriah untuk menghadapi pandemi Covid-19. Karena itu, ia memandang kegiatan doa kebangsaan lintas agama sangat tepat untuk mengetuk pintu langit agar pandemi corona segera berlalu.

“Sebagai bangsa yang beriman, upaya-upaya besar yang telah dan sedang ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat, harus disertai pula dengan ikhtiar batiniah melalui doa dan permohonan kepada Zat yang Maha Mulia, Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT,” kata Wapres Ma’ruf Amin.

Wapres Dorong Ikhtiar Ruhaniah untuk Hadapi Pandemi Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan perlunya dilakukan upaya ruhaniah untuk menghadapi pandemi covid-19 yang telah setahun lebih melanda Indonesia.

“Sebagai bangsa yang beriman, upaya-upaya besar yang telah dan sedang ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat, harus disertai pula dengan ikhtiar batiniah melalui doa dan permohonan kepada Zat yang Maha Mulia, Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT,” kata Wapres Ma’ruf Amin saat menyampaikan sambutan dalam doa kebangsaan yang digelar Kementerian Agama, Kamis (18/3/2021) malam.

Kegiatan bertajuk “Mengetuk Pintu Langit, Doa Lintas Iman untuk Keselamatan Bangsa” ini  melibatkan tokoh dari enam agama. Doa bersama ini disiarkan secara langsung  di kanal Youtube Kementerian Agama ini juga diikuti oleh pejabat Kemenag dari pusat hingga daerah. Acara ini juga dimeriahkan  Sastrawan Sosiawan Leak yang hadir membacakan puisi kebangsaan.

Acara doa bersama ini diharapkan juga lebih mempererat tali persatuan dan kesatuan dari seluruh komponen bangsa. Karena menurut Ma’ruf Amin, modal terbesar dalam menghadapi tantangan dan cobaan apa pun adalah persatuan dan kesatuan di antara sesama anak bangsa.

“Tantangan dan cobaan seberat apa pun akan terasa ringan, apabila kita teguh beriman dan bersatu padu. Sebaliknya kondisi sebaik apapun, akan terasa hampa dan hilang makna, apabila jiwa kita menjauh dari Tuhan dan hidup dalam perseteruan, kebencian dan kecurigaan satu sama lain,” ucap Wapres.

Di Vaksinasi Kedua, Menristek/BRIN Serahkan Genose ke MUI

JAKARTA(Jurnalislam.com)–MUI pada Kamis (18/03) sore ini melaksanakan vaksinasi kedua untuk pengurus berusia 60 tahun ke bawah.Pada vaksinasi kedua, Menteri Riset dan Tekhnologi/BRIN hadir ke MUI menyerahkan Genose yang nantinya digunakan untuk screening memasuki gedung MUI Pusat.

Sebelum proses penyerahan, Ketua Umum MUI Pusat KH. Miftachul Akhyar menyampaikan terimakasih mewakili MUI kepada Menristek/BRIN atas alat genose ini. Dia mengatakan, kehadiran genose ini merupakan bentuk kepedulian bersama anak bangsa terhadap kesehatan.

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan ini bisa kita gunakan dengan sebaik-baiknya, bermanfaat, bermaslahat untuk semua anak bangsa tanpa membeda-bedakan, kemudian kita bisa menggunakannya dengan amanah,” katanya Kamis (18/03) di Gedung MUI Pusat, Jakarta.

“Mudah-mudahan alat ini menjadikan lahirnya sebuah kepercayaan diri bagi anak bangsa, tidak kalah dengan bangsa lain, semoga ini semua diberkahi oleh Allah SWT,” imbuhnya.

Sementara itu, Menristek/BRIN Bambang Brojonegoro menyampaikan, Genose ini dulunya sebenarnya bernama e-nose atau hidung elektronik yang ditemukan sejak tahun 2010 oleh dua ilmuwan UGM. Pada mulanya, alat ini digunakan untuk mendeteksi orang yang terkena penyakit TBC. Pada waktu itu, pasien TBC baru mengetahui terkena TBC ketika kondisinya sudah parah dan berbahaya. Alat ini hadir untuk mengantisipasi dari awal sehingga TBC tidak parah. Berhubung pada tahun 2020 ada Covid-19, imbuh Menristek, maka kemudian alat ini dimanfaatkan untuk mendeteksi adanya Covid-19.

“Di dalam perjalanan, karena ini memakan waktu yang sangat panjang, sehingga e nose yang untuk TBC sementara dialihkan dulu untuk Covid19. Kenapa bisa dialihkan cepat? Karena ini tidak hanya inovasi anak bangsa, namun inovasi anak bangsa menggunakan bahan terkini yaitu revolusi industri 4.0,” ungkapnya.

Genose ini, ujar dia, juga memanfaatkan tekhnologi Kecerdasan Buatan/Artifisial Intelligence. Dari waktu ke waktu, dengan semakin banyaknya data yang terekam, maka akurasi genose akan semakin membaik. Dia menegaskan bahwa Genose ini ditujukan untuk screening saja, bukan untuk diagnosa. Bagaimanapun, Swab Test PCR tetap belum tergantikan untuk kebutuhan diagnosa’.

“Ini sangat berguna untuk screening, didesain untuk menjadi alat screening, karena untuk diagnosa itu tetap PCR test. Sebelum ke PCR Test, terutama untuk tempat-tempat yang banyak lalu lintasnya seperti simpul transportasi, ” katanya.

Dia berharap, Genose di MUI ini bisa dimanfaatkan oleh karyawan dan pengurus MUI Pusat. Setiap masuk kantor, akan discreening melalui genose terlebih dahulu.

“Kantor di sekretariat MUI selayaknya menggunakan genose setiap pagi. Kalau karyawan setiap pagi dites dulu apakah Kondisi nya negatif. Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari MUI juga masyarakat agar temuan anak bangsa ini benar-benar bermanfaat bagi keselamatan dan kesehatan bangsa Indonesia,” paparnya.

Sejumlah Tokoh Nasional Gelar Tahlilan untuk 6 Laskar FPI Korban Pembunuhan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam laskar FPI menggelar tahlil dan doa bersama terkait meninggalnya enam Laskar FPI.

 

Acara tersebut digelar virtual, Selasa (16/3/2021) malam.

Kegiatan ini digelar bertepatan dengan 100 hari kematian enam Laskar FPI di Kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek (Japek) saat sedang mengawal HRS .

Ketua TP3 Abdullah Hehamahua mengatakan, kegiatan doa bersama sengaja digelar untuk mengetuk pintu langit agar keadilan atas tewasnya enam orang pemuda tersebut bisa terwujud. “Setelah proses ini berjalan, maka kami sepakat merintih, mengaduh, mengetuk pintu langit untuk Allah SWT campur tangan,” kata Hehamahua.

 

Mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu mengajak umat Islam dan bangsa Indonesia untuk mendoakan keluarga korban agar diberi ketabahan dan kekuatan dengan segala bentuk teror serta intimidasi yang terjadi.

“Marilah setiap kita salat, tolong titipkan doa agar keluarga enam korban ini diberikan ketabahan dan keteguhan agar tidak tergoda dengan proses teror, intimidasi, dan sebagainya,” pungkas dia.

 

Sumber: sindonews.com

Ini Catatan Komnas HAM Soal Revisi UU ITE

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Komnas HAM mendukung revisi Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) demi melindungi hak atas kebebasan dan berekspresi. Sebab, semua kebijakan selayaknya mengadopsi prinsip-prinsip HAM.

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Sandrayati Moniaga mengatakan, Komnas HAM sedang melakukan kajian tentang kebebasan berpendapat dan berekspresi. Kajian ini dirumuskan dalam Standar Norma Pengaturan (SNP) hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Sandra mengatakan, SNP ini akan disahkan awal April mendatang. “SNP hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi bisa menjadi acuan dalam proses revisi UU ITE, ” kata Sandra dalam keterangannya, Kamis (18/3).

Sebagai langkah jangka pendek, ia berharap, SNP dapat digunakan oleh penegak hukum. Apabila SNP bisa dijadikan norma maka SNP dapat pegangan bagi aparat penegak hukum menangani kasus-kasus UU ITE atau kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Pada 2020, Sandra mengatakan, Komnas HAM menerima 22 aduan terkait serangan digital dan Undang-Undang ITE. Selain itu, ia mengatakan, Komnas HAM juga melakukan survei dibantu oleh Litbang Kompas terhadap 1.200 responden di Indonesia.

“Sebanyak 36,2 persen dari total 1.200 responden itu merasa tidak bebas dan tidak aman menyampaikan ekspresinya di media sosial dan internet,” kata dia.

Sumber: republika.co.id

Awal Ramadhan Tahun Ini Diperkirakan Seragam, 13 April 2021

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin memperkirakan, awal Ramadhan 1442 Hijriyah akan seragam, yaitu jatuh pada Selasa, 13 April 2021.

Hal ini didasarkan pada posisi bulan saat Maghrib dan kriteria yang biasa digunakan ormas Islam, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Insya Allah akan seragam, setidaknya dua ormas besar NU dan Muhammadiyah itu akan seragam. Jadi, awal Ramadhan akan seragam tanggal 13 April,” ujar anggota Tim Falakiyah Kementerian Agama (Kemenag) itu kepada Republika, Rabu (17/3).

Thomas menjelaskan, faktor yang membuat awal Ramadhan tahun ini seragam, yaitu karena posisi bulan saat Maghrib berada di luar rentang perbedaan. Muhammadiyah menggunakan kriteria wujudul hilal, yaitu ketinggian bulan sekitar nol derajat.

Sementara NU, Thomas melanjutkan, menggunakan kriteria ketinggian bulan 2 derajat. Perbedaan akan terjadi bila posisi bulan antara 0 dan 2 derajat. Dalam konteks ini, menurut Muhammadiyah, itu sudah masuk awal Ramadhan. Sedangkan, menurut NU, itu belum masuk awal Ramadhan.

Namun, Thomas memaparkan, pada tahun ini posisi bulan pada 29 Sya’ban atau 12 April sudah di atas 2 derajat. Artinya, ini sudah memenuhi kriteria yang digunakan oleh Muhammadiyah dan NU.

“Biasanya kalau sudah memenuhi kriteria, ada saja saksi yang melaporkan terlihatnya hilal sehingga laporan seperti itu akan diterima saat sidang itsbat. Jadi, bisa diprakirakan 1 Ramadhan akan seragam, jatuh pada 13 April 2021,” ujar dia.

Thomas juga menyampaikan, secara umum saat ini semua perhitungan kalender sama karena menggunakan formulasi astronomi modern. Hal yang sering menjadi sumber perbedaan adalah kriterianya. Kriteria umum yang digunakan di Indonesia ada empat.

Sumber: republika.co.id

DMI Berharap Masjid Bisa Jadi Tempat Vaksinasi Massal

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla berharap masjid bisa menjadi tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal di tingkat RT/RW.

JK mengatakan, masjid memiliki sarana penunjang kegiatan vaksinasi mulai dari halaman dan bangunan luas, dan pengeras suara untuk mengumumkan pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat.

“Saya harapkan agar masjid bisa menjadi tempat vaksinasi Covid-19 untuk tingkat RT/RW,” ujar JK dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/3) saat melantik Pengurus DMI Propinsi DKI Jakarta di Balaikota Jakarta.

Namun, JK mengatakan tidak semua masjid bisa digunakan untuk tempat pelaksanaan Covid-19. Sebab, hanya masjid yang memiliki halaman dan bangunan luas saja yang bisa menjadi tempat vaksinasi untuk tingkat RT/RW tersebut. “Jadi ini Masjid yang besar-besar saja yang menjadi tempat pelaksanaan vaksin Covid-19, jadi lebih mudah untuk mengaturnya” kata JK.

JK juga mengingatkan seluruh masjid menerapkan protokol kesehatan yang ketat menjelang bulan suci Ramadhan. JK mengatakan, masjid patuh dalam menerapkan jaga jarak shaft shalat, memakai masker, membawa sajadah sendiri, dan masjid harus tiap hari dibersihkan dengan disinfektan.

JK berjanji, DMI akan membagikan alat alat kebersihan kepada masjid masjid yang berada di daerah rawan Covid-19. “Satu bulan lagi kita akan memasuki bulan suci ramadhan, itu artinya kita melaksanakan ibadah puasa dalam suasana pandemi Covid-19. Untuk itu, masjid masjid harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata JK.

Sumber: republika.co.id