Berita Terkini

Masjid di London Bagikan Takjil untuk Nakes Covid

LONDON(Jurnalislam.com) – Sebuah Masjid di London Timur dan Pusat Muslim Londong bekerja sama membagikan takjil puasa untuk para pekerja garis depan Covid-19. Salah satunya mereka membagikan takjil puasa di Rumah Sakit Royal London.

Setiap tahunnya, Masjid London Timur dan Pusat Muslim London menampung ratusan orang untuk berbuka puasa. Namun kali ini, mereka yang harus membagikan makanan tersebut kepada para tenaga medis, perawat, dan mereka yang paling membutuhkan untuk mendapatkan makanan buka puasa.

“Kami di masjid setiap tahunnya memberi makan ratusan orang yang datang untuk berbuka puasa. Namun, pedoman pemerintah saat ini, hanya mengizinkan masjid dibuka untuk melaksanakan sholat, karena itu kami tidak dapat menyelenggarakan buka puasa,” kata Manajer Media dan Komunikasi Masjid, Khizar Mohammad dilansir dari Arab News, Kamis (15/4).

Inisiatif berbuka puasa didanai melalui sumbangan dan setiap makan. “Kami memiliki himbauan setiap tahun dan siapa pun yang ingin memberi makan yang lapar akan menyumbang,” kata Mohammad.

Mohammad menuturkan, dalam Islam, memberi makan seseorang apakah itu tamu, orang miskin atau orang kelaparan adalah perbuatan baik. Karenanya, tidak heran banyak sumbangan yang datang untuk ikut berkontribusi membagikan makanan-makanan buka puasa ini.

“Kami mendapat banyak sumbangan tahun lalu juga yang memungkinkan kami memberi makan lebih banyak orang, tidak hanya secara lokal tetapi juga internasional,” terang Mohammad.

Lauk pauk akan diberikan bervariasi setiap harinya. Seperti daging dan vegetarian, buah, kurma, dan sebotol air atau jus. “Kami suka memadukan menu karena kami memiliki penerima tetap yang berasal dari latar belakang kurang beruntung dan kami tidak ingin memberi mereka makanan yang sama selama 30 hari berturut-turut. Biryani selalu menjadi menu di beberapa titik karena popularitasnya,” kata Mohammad.

Selama ini kata dia, tepatnya sejak mulainya pandemi, masjid rutin dalam menyediakan makanan untuk pekerja garis depan setiap minggunya. Rumah Sakit Royal London adakah yang terdekat, sehingga pihak masjid menyediakan makanan bagi staf selama masa penutupan sebagai tanda terima kasih. “Selama Ramadhan, makanan ini akan menjadi harian, bukan mingguan,” ujarnya.

Makanan-makanan tersebut akan dimasukkan dan dibawa di dalam mobil sebelum membagikannya kepada anggota staf di rumah sakit yang kemudian akan membawanya ke departemen masing-masing.

Masjid ini juga menyediakan bahan masakan, makanan yang dimasak, dan paket kebersihan untuk sekitar 200 orang di distrik Tower Hamlets di London. Mereka yang mengalami kesulitan keuangan selama pandemi dapat meminta makanan berbuka puasa dari masjid sebagai bagian dari kampanye.

Sumber: republika.co.id

Pemprov DKI Sebut Uji Coba Sekolah Tatap Muka Berjalan Baik

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, menilai pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) berjalan baik. DKI Jakarta memulai uji coba PTM sejak Rabu (7/4).

“Mudah-mudahan jangan ada klister sekolah dan alhamdulilah para siswa bisa memahami mengikuti pembelajaran tatap muka campuran secara baik,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis (15/4).

Menurut dia, dengan uji coba pembelajaran tatap muka akan terjalin interaksi yang positif antara guru dan siswa. Interaksinya tersebutnantinya akan ditingkatkan dari jumlahnya yang saat ini berdasarkan evaluasi pelaksanaan.

“Terus ‘on going’ mudah-mudahan positif sehingga ke depan kita bisa tingkatkan juga,” ujar dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menyatakan sejumlah poin penting dalam pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka. Salah satunya yakni mengenai durasi belajar siswa di sekolah.

“Durasi belajar yang terbatas antara tiga sampai empat jam dalam satu hari,” kata Nahdiana dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4). Lalu, pelaksanaannya pun hanya sekali seminggu untuk satu jenjang kelas dalam satuan pendidikan.

Kemudian kapasitasnya juga dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah keseluruhan satu kelas. Selanjutnya, pengaturan tempat duduk siswa juga berikan jarak 1,5 meter. Sedangkan untuk materi pelajarannya juga terbatas. Saat ini uji coba pembelajaran tatap muka ada di 85 sekolah berbagai tingkatan dan di 85 dekolah tersebut dijalankan pembelajaran campuran (tatap muka dan daring).

Sumber: republika.co.id

Zona Merah dan Oranye Covid di Indonesia Bertambah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah wilayah dengan risiko penularan Covid-19 berkategori tinggi dan sedang pada zona merah dan oranye bertambah pada Minggu (11/4/2021).

 

Berdasarkan laporan perkembangan peta zonasi risiko, terjadi peningkatan pada zona merah atau risiko tinggi dari sepuluh menjadi 11 kabupaten/kota, zona oranye atau risiko sedang juga meningkat, dari 289 menjadi 316 kabupaten/kota. Sementara, zona kuning atau risiko rendah menurun dari 207 menjadi 178 kabupaten/kota. Zona hijau tidak ada kasus di delapan kabupaten/kota dan tidak terdampak satu kabupaten/kota.

 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengemukakan, dalam menentukan zonasi risiko, terdapat indikator yang digunakan yakni epidemiologi, surveilans kesehatan serta pelayanan kesehatan.

 

“Sebagai catatan ada enam kabupaten/kota yang berada di zona oranye, pada minggu ini berubah ke zona merah,” kata Wiku dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (16/4/2021). Kabupaten/kota yang dimaksud ialah Tabanan dan Kota Denpasar di Bali, Palembang di Sumatera Selatan, Deli Serdang dan Kota Medan di Sumatera Utara serta Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan

 

Untuk itu, pemerintah daerah setempat diminta terus memantau perkembangan zonasi risiko di daerahnya sebagai pertimbangan untuk melakukan perbaikan dalam penanganan Covid-19.

 

Selain itu, pemerintah daerah lainnya juga diminta waspada dan segera memantau perkembangan zonasi risikonya agar upaya menekan laju penularan dapat berjalan optimal.

 

“Perkembangan minggu ini, zona merah dan oranye yang bertambah menandakan perlunya kita untuk terus memperbaiki penanganan dan terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh unsur di daerah dengan memanfaatkan fungsi posko,” demikian pesan Wiku.
sumber: bisnis.com

Sejak Ramadhan, Bangladesh Terapkan Lockdown 8 Hari

DHAKA(Jurnalislam.com) — Pemerintah Bangladesh memulai lockdown delapan hari sejak memasuki Ramadhan pada Rabu (14/4). Bangladesh memerintahkan untuk menutup semua kantor dan transportasi internasional serta domestik demi mencegah gelombang kedua infeksi virus corona.

Bangladesh ingin mengurangi tekanan pada rumah sakit dan petugas kesehatan yang kewalahan dengan pengetatan ini. Kemarin juga bertepatan dengan Tahun Baru Bengali di negara Asia Selatan berpenduduk 160 juta orang itu.

Otoritas kesehatan telah mencatat 703.170 kasus dan 9.987 kematian sejak Maret tahun lalu. Dengan hampir 6.000 hingga 7.000 infeksi tercatat setiap hari, unit perawatan intensif di negara itu berada di titik nadir. Pada saat yang sama, pihak berwenang mengatakan lonjakan cepat infeksi COVID-19 telah berdampak serius pada sistem kesehatan negara dalam beberapa pekan terakhir.

“Setiap hari, 6.000 hingga 7.000 orang terinfeksi virus. Jika kami dapat mempertahankan lockdown dengan ketat selama seminggu, jumlah infeksi baru akan berkurang,” kata Dr. A.S.M. Alamgir selaku pejabat utama Institut Pengendalian dan Penelitian Penyakit Epidemiologi (IEDCR) dilansir dari Arab News pada Kamis (15/4).

“Kami tidak punya pilihan lain. Ini masalah menyelamatkan nyawa orang,” lanjut Alamgir.

Alamgir menambahkan pihak berwenang bekerja sepanjang waktu untuk menambah lebih banyak tempat tidur ICU di fasilitas kesehatan. Persiapan sedang dilakukan untuk meluncurkan rumah sakit lapangan di Dhaka dengan 250 tempat tidur ICU dan 1.200 tempat tidur.

“Kami juga berharap dapat menambah 200 tempat tidur ICU di semua rumah sakit yang dikelola pemerintah dalam tiga minggu ke depan,” ujar Alamgir.

Menurut Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (DJCK), terdapat hampir 2.600 tempat tidur umum dan 130 ICU di rumah sakit pemerintah di Dhaka. Ini belum termasuk 800 tempat tidur umum dan 200 tempat tidur ICU di fasilitas swasta.

Ahli kesehatan asal Bangladesh, Profesor Benazir Ahmed mengatakan keadaan wabah saat ini telah menjadi penyebab keprihatinan yang besar. Ia memantau kasus yang terus-menerus dan kematian dalam beberapa pekan terakhir.

“Bangladesh harus melakukan semua tindakan pencegahan untuk mengontrol dan menangani kasus,” kata Benazir.

Di bawah penguncian selama seminggu, yang berakhir pada 21 April, semua kantor pemerintah, non-pemerintah, dan pusat perbelanjaan akan tetap ditutup. Kemudian layanan transportasi umum, penerbangan internasional dan domestik akan tetap ditangguhkan.

Semua toko, kecuali yang memasok makanan akan tetap tutup. Sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat, pemerintah telah memulai program bantuan khusus yang menargetkan hampir 13 juta orang sangat miskin.

Akun Medsosnya Hilang, UAS: Tak Apa, Buat yang Baru

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Akun resmi Ustadz Abdul Somad Official yang ada di Fanpage Facebook raib, diduga kena retas. Da’i yang akrab disapa UAS ini juga mensinyalir akun Instagram-nya juga bakal hilang.

Hal itu diungkap UAS dalam postingan Instagram-nya, hari ini. Melalui akun IG ustadzabdulsomad_official, dia menegaskan bahwa sampai saat ini akun FB memang sudah tidak bisa digunakan lagi.

“Yang bisa dipakai sekarang Instagram, Facebook dah hilang,” tulis Abdul Somad, Jumat (16/4/2021).

Dia memprediksi akun ustadzabdulsomad_official yang selama ini dipakai untuk berdakwah juga bakal hilang dalam beberapa hari ini. Namun da’i sejuta viewers ini tidak mempermasalahkan jika IG juga bakal di-hack.

“Ini pun nampaknya Instagram dalam dua, tiga hari hilang juga ini. Tak apa apa, hilang kita buat yang baru,” imbuh ustadz warga Pekanbaru, Riau itu.

Tim UAS sendiri sudah mengirim surat elektronik (email) kepada pihak Facebook, mempertanyakan alasan akun Ustadz Abdul Somad Official hilang. Namun sejauh ini belum ada jawaban.

Sumber: sindonews.com

 

 

Satgas Minta Pemda Tegas Soal Larangan Mudik

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pemerintah telah mengeluarkan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan covid-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6 – 17 Mei 2021.

Kebijakan ini, untuk mencegah penularan virus Covid-19 yang dapat diakibatkan tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan tradisi mudik lebaran.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengingatkan, masyarakat yang melakukan perjalan sebelum atau sesudah tanggal tersebut, tetap perlu menjunjung prinsip kehati-hatian.

“Karena virus ini dapat mengancam kita dimana saja dan kapan saja,” Wiku menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (15/4/2021) yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia.

Dan bagi pemerintah daerah diminta menegakkan aturan yang ditetapkan pemerintah dalam penanganan Covid-19 selama bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri.

Dimana sebelum tanggal 6 Mei, aturan yang berlaku ialah Surat Edaran Satgas Covid-19 No. 12 Tahun 2021. Aturan tersebut memuat tentang prasyarat yang harus dipenuhi para pelaku perjalanan dalam negeri sebelum tanggal 6 Mei 2021.

“Saya minta kepada seluruh pemerintah daerah untuk menegakkan surat edaran satgas ini dengan tegas dilapangan. Agar tidak terjadi penularan karena peningkatan mobilitas penduduk, yang akan menimbulkan kerumunan,” tegas Wiku.

Sumber: sindonews.com

Tingkat Kesembuhan Covid di Indonesia Tembus 90,4 %

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Perkembangan terkini kasus Covid-19 per 14 April 2021 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Jumlah kesembuhan sebanyak 1.431.892 kasus atau telah menembus angka 90,4% dibandingkan rata-rata dunia 80,4%.

Pasien terkonfirmasi positif sebanyak 5.656 kasus, dengan jumlah kasus aktif ada 108.384 kasus atau persentasenya 6,8% dibandingkan rata-rata dunia 17,4%. Pada kasus meninggal, sebanyak 42.906 kasus atau 2,7% dibandingkan rata-rata dunia sebesar 2,2%.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan, berdasarkan perkembangan per 11 April 2021, perkembangannya terbilang cukup baik dibandingkan perkembangan minggu sebelumnya. Karena di minggu ini pada penambahan kasus positif terjadi penurunan dan kasus kematian menurun. Pada penambahan kesembuhan memang menurun, namun ini dikarenakan jumlah penambahan kasus positif yang terus menurun.

“Saya ingin mengapresiasi ini. Karena penurunan kasus positif dan kematian, adalah hal yang harus terus kita pertahankan,” katanya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB pada Kamis (15/4/2021) yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia.

Melihat penambahan kasus positif baru pada minggu ini terjadi penurunan sebesar 14,2%. Meski demikian, bagi 5 provinsi yang mengalami kenaikan kasus tertinggi harus memperhatikan. Diantaranya Jawa Tengah naik 620 (2.912 vs 3.532), Riau naik 412 kasus (1.096 vs 1.508), Sulawesi Selatan naik 368 kasus (458 vs 826), Jawa Barat naik 274 (5.759 vs 6.033) dan Sumatera Barat naik 214 (700 vs 914).

Sumber: sindonews.com

 

BPS: Impor Beras Naik 232 % Maret 2021

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Impor beras khusus pada Maret ini naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan bahkan mencapai ratusan persen.

Berdasarkan data BPS, impor beras pada Maret tercatat senilai US$ 12,25 juta atau naik 232,27% dibandingkan Februari yang nilai impornya tercatat US$ 3,68 juta. Sedangkan, dibandingkan dengan Maret 2020 impor beras ini turun -27,55%.

Sementara itu, jika dilihat dari volumenya, impor beras juga naik signifikan baik dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm) ataupun periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Volume impor beras pada Maret tercatat sebanyak 28,44 ribu ton naik 16,08% (yoy). Sedangkan, dibandingkan dengan Februari 2021 volume impor juga naik tajam 254,82%.

Jika dilihat secara kumulatif (Januari-Maret), impor beras di kuartal I-2021 tercatat sebanyak 60,33 ribu ton dengan nilai US$ 25,08 juta. Impor ini naik 55,07% dibandingkan dengan kuartal I-2020 yang sebanyak 38,9 ribu ton dengan nilai US$ 22,27 juta.

BPS mencatat, ada lima negara utama yang melakukan impor beras ke Indonesia. Menariknya, di Maret ini impor beras terbanyak berasal dari India yang pada bulan sebelumnya hampir tidak ada impor dari negeri Shah Rukh Khan tersebut.

Sedangkan, Vietnam yang biasanya menjadi negara pengimpor beras terbanyak ke RI ada diposisi terakhir dari lima negara utama pengimpor beras ke dalam negeri.

Sumber: cnbcindonesia

 

 

Bergelar Ph.D, Disertasi Habib Rizieq Soal Terorisme Bertentangan dengan Aswaja

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Habib Rizieq Shihab (HRS) dinyatakan lulus S3 setelah menuntaskan ujian disertasi secara online dari rutan Bareskrim Polri. Lalu apa isi disertasi Habib Rizieq itu?

Judul disertasi Habib Rizieq dalam bahasa Indonesia adalah ‘Metodologi Pemilihan Antara Usul dan Furu’ dalam Aqidah dan Syari’ah serta Akhlaq Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah’. Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, menyebut isi dalam disertasi itu membahas seputar terorisme sebagai ajaran menyimpang dari Islam.

“Arahnya membahas dan menentang terorisme sebagai ajaran menyimpang dari ajaran Islam,” kata Aziz kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Aziz menyebut disertasi itu terdiri atas ratusan halaman dalam bahasa Arab. Menurut Aziz, Habib Rizieq diberi waktu 3 hingga 12 bulan untuk melakukan revisi dari disertasinya.

“Banyak, ratusan halaman, persisnya kan masih akan direvisi nanti. Nilainya nanti setelah revisi diselesaikan oleh HRS,” ucap Aziz.

Disertasi Habib Rizieq ramai dibahas di media sosial. Dilihat detikcomdari unggahan di media sosial, disertasi Habib Rizieq diuji di Universiti Sains Islam Malaysia dengan judul berbahasa Inggris, yakni Distinguishing between Origis and Branches in Belief, Islamic Law, and Ethics Among The Ahl Al-Sunnah Wa Al-Jama’ah.

Ujian disertasi itu dilakukan secara online dan diuji oleh Profesor Madya Dr Kamaluddin Nurdin Marjuni serta Dr Ahmed Abdul Malik. Waktu pelaksanaan ujian disertasi adalah 15 April 2021 pukul 3 sore waktu Malaysia.

Sumber: detik.com

 

Komisi Infokom MUI Pantau Acara TV di Bulan Ramadhan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI tahun ini kembali melaksanakan program Pemantauan Siaran Ramadhan 1442 H. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Komisi Infokom MUI dalam rangka meningkatkan kualitas siaran televisi terutama terkait program khusus di bulan suci Ramadhan.

Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi menyampaikan, pemantauan program ini diperlukan tidak lain karena menghormati bulan Ramadhan.

“Selain itu, secara praktis, proses keseharian umat Islam selama bulan Ramadhan biasanya berubah menjadi lebih baik secara psikologis maupun peribadahan. Hal ini sepatutnya dipahami, dihormati, dan diapresiasi oleh berbagai kalangan termasuk kalangan media menyiaran. Maka diperlukan tanggung jawab sosial sebuah media massa dalam memproduksi konten selama Ramadhan,” katanya, Selasa (13/04) di Jakarta.

“Media memiliki peran strategis dalam melaksanakan fungsinya menyebarkan informasi, mengontrol lingkungan sosial, dan mensosialisasikan nilai-nilai dari generasi ke generasi dan tentunya fungsi hiburan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wakil Sekjen MUI Bidang Infokom Asrori S Karni menyampaikan, tujuan program ini adalah mengevaluasi tayangan siaran ramadhan 1442 H/ 2021 M. MUI ingin mengapresiasi isi siaran Ramadan yang sehat, inspiratif, menjunjung tinggi akhlakul karimah dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami merekomendasikan perbaikan kepada para pihak terkait, terutama lembaga penyiaran dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), jika terdapat tayangan Ramadhan yang melanggar UU, peraturan, maupun kepatutan,” ungkapnya.

Dia merinci, mekanisme kerja pemantauan program TV ramadhan ini akan menyasar ke 16 stasiun televisi yang terdiri dari TVRI, TVOne, ANTV, MetroTV, Trans7, TransTV, SCTV, Indosiar, RCTI, MNC TV, GTV, Kompas TV, iNews, NET, RTV, dan JawaPos TV. Pemantauan akan fokus pada jam-jam prime time yaitu sebelum dan sesudah berbuka (pukul 17.00-20.00) dan sebelum dan sesudah sahur (03.00-05.00).

“Pada Tahap I pemantauan dilakukan selama 15 hari pertama bulan Ramadhan dan Tahap II dilakukan pada 15 hari berikutnya. Pada akhir setiap tahap akan dilakukan ekspose publik hasil pemantauan dengan menghadirkan narasumber yang relevan,” ungkapnya.