Berita Terkini

Pemerintah Minta Polisi Tindak Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menyesalkan pernyataan Jozeph Paul Zhang yang tersebar di berbagai media massa. Wamenag menilai pernyataan itu bisa menebarkan rasa kebencian dan permusuhan kepada umat Islam.

“Saya sudah melihat videonya. Dan apa yang diucapkan Jozeph Paul Zhang dapat melukai perasaan umat Islam dan dapat menimbulkan situasi yang mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia,” ujar Wamenag di Jakarta, Minggu (18/4/2021).

“Saya mendukung aparat kepolisian untuk mengambil langkah-langkah hukum agar masalah ini dapat segera ditangani dengan baik dan tidak melebar kemana-mana,” sambungnya.

Kepada umat Islam, Wamenag mengimbau agar dapat menahan diri, tetap khusyuk dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadan, dan tidak terpancing dengan melakukan tindakan balasan yang dapat menimbulkan suasana semakin panas dan menjurus kepada konflik yang bernuansa SARA.

“Mari kita jaga puasa Ramadan ini dengan khusyu’ agar terpelihara dari hawa nafsu yang dapat merusak dan mengurangi pahala ibadah puasa kita,” pesannya.

Wamenag juga mengimbau kepada semua umat beragama untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan sesama anak bangsa. Caranya, dengan saling mengedepankan sikap bertoleransi, menghormati dan menghargai keyakinan umat agama lain, agar kerukunan hidup umat beragama di Indonesia dapat terus kita pelihara.

Jozeph Paul Zhang mendadak viral di media sosial setelah melalui video menantang warga untuk melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26. Pernyataan tersebut dibuat dalam sebuah forum diskusi via Zoom yang juga ditayangkan di akun YouTube pribadinya. Forum Zoom itu bertajuk ‘Puasa Lalim Islam’.

Nasyiatul Aisyiyah Lembata Dampingi Anak-Anak Penyintas Banjir NTT

NTT(Jurnalislam.com)–Dalam respon tanggap darurat banjir longsor di Nusa Tenggara Timur, selain menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) nasionalnya, Muhammadiyah juga mengerahkan relawan lokal. Salah satunya adalah relawan Muhammadiyah dari Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Lembata.

Sejak tanggal 9 April 2021, Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Lembata melaksanakan pendampingan psikososial bagi anak-anak yang warga terdampak banjir longsor di beberapa posko milik pemerintah Kabupaten Lembata.

Menurut keterangan Zariah Arkiang, Sekretaris PDNA Kabupaten Lembata, layanan pendampingan psikososial dilaksanakan di tiga posko yaitu Selandoro, MIS Nursalam Lewoleba dan SMPN 1 Nubatukan, semuanya ada di Kecamatan Nubatukan.

Dari tiga tempat tersebut, ada total 60 orang anak yang ikut dalam kegiatan pendampingan. “Di posko Selandoro kami mendampingi 14 anak, MIS Nursalam Lewoleba ada 9 anak, di kedua posko ini anak-anak berasal dari Desa Lamawara dan Desa Lamawolo. Kemudian SMPN 1 Nubatukan ada 37 anak yang berasal dari desa Amakaka, Lamawara dan sekitarnya,” ungkap Zariah Arkiang.

Beberapa aktifitas yang dilaksanakan saat pendampingan psikososal kata Zariah Arkiang adalah menyanyi, mewarnai dan bermain. “Kebetulan anak-anak yang kami dampingi sebagian besar adalah Katolik, maka kami menyesuaikan dengan anak-anak dalam melaksanakan giat pendampingan,” imbuhnya.

Selain bermain, bernyanyi dan mewarnai, para relawan PDNA Kabupaten Lembata juga melaksanakan promosi kesehatan (promkes) dan sosialisasi. “Kami juga melaksanakan promkes yaitu tentang cuci tangan dan mandi. Untuk sosialisasi kami sampaikan tentang hak-hak anak. Kendalanya kami masih kekurangan media untuk melaksanakan kegiatan lebih banyak,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PDNA Kabupaten Lembata, Faridah Ningsih mengatakan pihaknya membuka layanan di dua tempat. “Kami memberikan layanan kepada warga terdampak di dua kecamatan yaitu Nubatukan dan Omesuri. Di Nubatukan kami fokus di pendampingan psikososial, sedangkan di Omesuri kami juga membuka donasi untuk bantuan logistik. Fokus layanan kami di Omesuri karena di awal-awal bencana minim bantuan yang masuk,” katanya.

Untuk bantuan yang sudah diterima, Faridah Ningsih mengatakan wujudnya beragam. “Donasi yang sudah masuk ada uang dan barang berupa pakaian layak pakai, susu, air mineral gelas, mie instan, minyak goreng serta beras. Alhamdulillah, berbagai pihak mempercayakan bantuannya kepada kami seperti dari Orang Muda Katolik (OMK) Lembata dan perusahaan swasta di Lembata,” imbuhnya.

Dalam kegiatannya, PDNA Lembata melibatkan remaja Pashmina yaitu komunitas remaja yang dibentuk sebagai wadah para remaja dalam mengembangkan diri, bertukar pikiran tentang kesehatan, kesehatan reproduksi dan konsultasi psikologi. Pashmina adalah program unggulan nasional Nasyiatul Aisyiyah.

Resmi dilantik, Mes DKI Jakarta Siap Dukung Pengembangan UMKM Berbasis Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com) –Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta masa bakti periode 2020-2023 resmi dilantik oleh Ketua Umum MES, Erick Thohir di Hotel Ambhara Jakarta Selatan, Sabtu, (17/4).

 

Pelantikan ini dilakukan setelah Kepengurusan MES DKI Jakarta melakukan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ditempat yang sama. Pada kesempatan ini juga turut hadir Ketua Dewan Pembina MES DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

 

Pria yang akrab disapa ET tersebut berharap dengan kepengurusan yang baru tersebut mampu meningkatkan ekonomi Indonesia dengan menggerakan ekonomi yang berbasis syariah terutama wilayah ibu kota.

 

“Secara resmi kepengurusan MES DKI Jakarta saya lantik hari ini, saya harap Pengurus baru yang baru dilantik bersedia menjalankan tugas yang sudah diamanatkan, dan menjalankannya dengan sepenuh hati. ET juga menantang MES DKI bisa menjadi motor untuk Indonesia menjadi produsen produk halal yang bisa di ekspor ke seluruh dunia ”ujarnya.

 

Serupa dengan Erick Tohir, Sandiaga salahudin Uno selaku Dewan Pembina MES DKI Jakarta menegaskan, MES DKI Jakarta harus hadir menjadi organisasi yang bisa berpihak pada rakyat. Salah satu contoh kecilnya dengan mendorong seluruh anggota MES DKI Jakarta untuk menggunakan produk-produk local, dan mendorong kepengurusan MES DKI Jakarta Periode 2020-2023 bisa optimal dalam menjalankan tugasnya.

Secara gamblang, MES mempunyai visi untuk membentuk ekonomi dan keuangan syariah yang berkontribusi signifikan dalam ekosistem perekonomian nasional. MES 2021-2023 menargetkan terciptanya peningkatan kesejahteraan, usaha syariah, serta daya saing global pelaku usaha di Indonesia.

 

Hal itulah Yang membuat MES DKI Jakarta diharapkan dapat menghadirkan terobosan-terobosan kreatif dan inovatif guna memacu pemulihan ekonomi yang tengah terpuruk akibat badai pandemi yang belum berakhir hingga saat ini.

 

Menanggapi hal tersebut Tito Maulana selaku Ketua Umum MES DKI Jakarta mempunyai sejumlah program yang akan dilakukan selama setahun kedepan. Menurutnya, salah satu program utama adalah meluncurkan aplikasi Yang berbasis syariah.

 

“Surat keputusan (Sk) itu sudah dari Desember tahun lalu, resminya Kita dilantik hari ini. Seperti Yang  dintruksikan oleh Ketum ada program yang harus dijalankan terutama untuk memajukan ekonomi syariah. Salah satunya adalah meluncurkan aplikasi berbasis syariah khusus untuk wilayah Jakarta,”jelas Tito.

 

Menurutnya, dengan aplikasi tersebut, nantinya para pelaku ekonomi syariah akan mendapatkan permodalaan Yang tentunya bersifat syariah dari asosiasi Fintec Indonesia Yang juga  berbasis syariah.

 

“Yang utama dalam setahun kedepan adalah memajukan ekonomi Syariah khususnya di jakarta dengan merangkul pelaku-pelaku umkm Yang basicnya syariah agar mendaftarkan usahanya ke aplikasi tersebut dan mendapatkan modal. Tentu saja nanti ada kurasi Yang dilakukan Secara online saat mendaftar,”katanya.

 

Sekadar informasi, Tito Maulana terpilih sebagai sebagai Ketua Umum, Fuddy Heruzady sebagai Wakil Ketua Umum I, dan Muhammad Assad sebagai Wakil Ketua Umum II pada jajaran kepengurusan MES DKI Jakarta periode 2020-2023 Secara aklamasi.

 

MES DKI Jakarta yang fokus di pengembangan perekonomian syariah ini memang dikenal cukup aktif di berbagai kegiatan-kegiatan berskala lokal, nasional, maupun internasional. Sebut saja gelaran wisata olahraga berskala internasional pernah digelarnya di 2018 yang lalu di Pulau Tidung.

 

 

  Apa Saja Menu Sehat Untuk Berbuka? Yuk Kita Simak..

TANGSEL, BANTEN – Puasa dilihat dari pandangan Kesehatan sangat bermanfaat untuk tubuh kita, untuk membersihkan saluran cerna, memperbaiki sel sel tubuh yang rusak. Meningkatkan stamina tubuh.

 

Sahur dan Berbuka puasa adalah wajib dilakukan, saat sahur di akhirkan menjelang imsyak dan saat buka disegerakan Ketika sa’at nya tiba adzan maghrib, setelah kurang lebih 18 jam kita menahan nafsu, lapar dan dahaga dengan semata hanya mengharap ridho Allah SWT.

 

Nikmat sehat yang akan kita dapatkan saat berpuasa akan maksimal kita dapatkan jika kita bijak memilih menu makanan yang sehat  terutama saat berbuka.

 

Nah ini ada tips dari Meyta Winduka Alexandria, Ahli Gizi Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa, saat dihubungi melalui WhatsApp pada (Sabtu, 17/04/2021) Bagaimana cara memilih menu sehat saat berbuka? Ada beberapa syarat yang harus di perhatikan jika kita memilih menu sehat, apa saja itu?:

 

Berbuka dengan yang manis, seperti sunnah rasul beliau berbuka dengan kurma, yang jika kita lihat kandungan nya sangat tinggi akan karbohidrat, serat dan mineral. Tiga zat gizi ini berperan penting saat kita berbuka, karbohidrat sebagai sumber energi dapat mengembalikan tenaga kita , serat fungsinya untuk mengatur lonjakan gula dalam darah. Mineral berfungsi untuk mengembalikan keseimbangan cairan dalam tubuh.

 

Ketika kita berbuka, bisa dimulai dengan memakan takjil, seperti air putih dan kurma, setelah itu kita jeda untuk melakukan sholat maghrib. Jeda ini juga berfungsi agar tubuh mencerna dulu makanan yang sudah masuk dan juga agar lambung tidak terlalu penuh. Kemudian setelah sholat maghrib barulah kita bisa makan makanan utama.

 

Selanjutnya menu utama, apa yang harus diperhatikan adalah adalah pola makan seimbang yakni terdiri dari karbohidrat, protein , lemak , vitamin dan mineral juga serat. Dan tentu saja makan dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan, berhentilah makan sebelum kenyang.

 

Contoh menu makanan seimbang misalnya

 

Takjil

Kurma

Air putih / t e h hangat

Tahu isi sayuran

Menu utama

Nasi

Capcay

Ayam panggang

Tahu/tempe

Buah

Selingan malam

Buah /Jus buah

Jangan lupa asupan cairan untuk tubuh berupa air putih harus tetap diperhatikan, 8 gelas (200ml) sehari dapat kita bagi di waktu sahur 4 gelas dan berbuka 4 gelas.

Selain asupan yang sehat, aktivitas jg harus dinperhatikan ya, karena dengan aktivitas, tubuh akan memecah cadangan gizi dalam tubuh untuk menjadi energi sehingga tubuh kita tetap berenergi selama puasa. Selamat berpuasa!.

 

PKB Sambut Baik Rencana Poros Islam di Pemilu 2024

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyambut baik wacana hadirnya poros Islam untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Lewat poros tersebut, diharapkan hadir program-program untuk umat Islam di Indonesia.

“Kami menyambut baik wacana itu untuk membangun poros kekuatan demokrasi dengan menawarkan ide program keumatan yang segar,” ujar Jazilul kepada wartawan, Jumat (16/4).

PKB, kata Jazilul, terbuka jika koalisi partai berbasis Islam benar-benar terealisasi untuk Pemilu 2024. Dia berharap hal tersebut tak sekadar menjadi wacana.

“Kami terbuka kemungkinan untuk bergabung bila wacana ini digagas dengan serius dan memiliki arah yang jelas bagi perbaikan masa depan Indonesia,” ujar Jazilul.

Sebelumnya, jajaran pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyambangi markas Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rabu (14/4). Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsyi menuturkan, salah satu yang ada dalam pembahasan antara kedua elite partai adalah kesamaan sebagai partai Islam.

Aboe mengatakan, pihaknya menyambut siapa pun partai yang ingin bergabung dalam perjuangan rahmatan lil ‘alamin. Dia mengakui, perjalanan koalisi menuju 2024 masih sangat panjang.

Namun, PKS menegaskan terbuka kepada partai mana pun yang bisa diajak kerja sama. “Penjajakan ini masih ada 2,5 tahun atau tiga tahun, sangat memungkinkan (poros Islam),” tutur Aboe di DPP PKS, Jakarta.

Sumber: republika.co.id

Epidemiolog: Aturan Larangan Mudik Harus Konsisten

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pakar epidemiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada dr Riris Andono Ahmad mendukung pemerintah untuk menegakkan aturan larangan mudik Lebaran 2021.

“Peraturan harus konsisten dan ditegakkan secara konsisten,” katanya.

Riris berharap masyarakat sadar bahwa mudik bisa menjadi momentum penyebaran virus. Menurut dia, salah cara meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudik, yakni dengan penegakan aturan.

Secara teoritis, kombinasi penindakan tegas dan kesadaran akan bahaya covid-19 bisa mencegah masyarakat melakukan mudik.”Tokoh publik dan influencer juga bisa memberikan pemahaman yang sama,” kata Riris.

Kesadaran masyarakat bahwa kasus COVID-19 masih tinggi saja kata dia belum cukup. Menurut Riris, masyarakat juga harus mematuhi larangan pemerintah karena orang yang sadar belum tentu mematuhi aturan.

“Antara sadar dan kemudian tidak melakukan, kan suatu yang berbeda. Kita sadar bahwa rokok berbahaya tetapi kalau perokok ya tetap merokok,” kata Riris.

sumber: republika.co.id

 

Ramadhan Momentum Konsumsi Pangan Berkualitas

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kantor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten akan meningkatkan pengawasan terhadap produk makanan dan olahan yang mengandung zat kimia berbahaya selama bulan puasa di pasar-pasar tradisional, swalayan dan tempat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang, Widya Savitri mengatakan dalam peningkatan pengawasan produk berbahaya tersebut dilakukan untuk melindungi masyarakat dari peredaran makanan yang mengandung zat kimia dan tidak memiliki izin edar.

“Ya, tentunya kita akan meningkatkan pengawasan pada produk-produk makanan selama puasa ini, dan kita lebih meningkatkan intensitas pengawasannya pada hasil pangan,” katanya.

Hingga kini pihaknya masih menemukan produk makanan dan minuman yang dalam kemasanya rusak serta tidak memiliki izin edar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) setempat. Selain itu, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam membeli suatu makanan selama Ramadhan, pihaknya juga bersama instansi terkait seperti Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kabupaten Tangerang mengalangkan oprasi pengawasan dan penertiban secara rutin.

Sumber: republika.co.id

Sengsara, Kondisi Pengungsi di Idlib Suriah saat Ramadhan

IDLIB(Jurnalislam.com) – Ribuan warga sipil yang mengungsi di kamp-kamp Idlib, barat laut Suriah menyambut Ramadhan dengan kesengsaraan. Mereka kekurangan sumber pendapatan untuk mempersiapkan Ramadhan.

Um Khader dan keluarganya melarikan diri dari daerah pedesaan Hama tiga tahun lalu. Serangan lanjutan oleh pasukan rezim Bashar al-Assad memaksa mereka untuk tinggal di kamp Atimah di Idlib. Khader mengatakan suaminya tidak bisa bekerja setelah tulang belakangnya dipukul.
“Anak-anak saya tidak makan daging selama tiga tahun. Kami tidak melakukan persiapan apa pun untuk Ramadhan kecuali doa kami,” kata Khader, dilansir Anadolu Agency, Jumat (16/4).

Pedagang sayur dari kota Saraqib yang menjual sayur di kamp Atimah, Emad Khalid mengatakan sebagian besar penduduk kamp ttidak memiliki daya beli. Sebab, mereka kebanyakan menganggur dan kekurangan uang.

“Semoga Allah membantu para penghuni kamp. Saya berharap mereka dapat segera kembali ke tempat semula, di desa-desa mereka,” ucap dia. Sebagian besar penghuni kamp berbuka puasa selama Ramadhan dengan sedikit makanan dan tidak bisa membeli daging.
Keadaan pengungsi Idlib diperburuk oleh konflik yang terjadi lebih dari sepuluh tahun. Mereka masih mengalami kemiskinan di tengah pengangguran yang meluas.
Pengungsi lain, Khalid Sheiban mengatakan harga semua barang telah melonjak yang membuat sebagian besar pengungsi tidak mampu membeli kebutuhan pokok. Kondisi ini sama seperti Ramadhan tahun lalu.
“Kondisi kehidupan di sini tidak baik. Situasi keuangan kami buruk,” ujar dia.
Sumber: ihram.co.id

Nasib Ribuan Pengungsi Rohingya di Bulan Ramadhan

DHAKA(Jurnalislam.com)– Ribuan pengungsi Rohingya telah menyambut awal Ramadhan dengan rasa kesepian dan isolasi di Pulau Bashan Char. Tercatat, lebih dari 18.500 Muslim Rohingya yang dipindahkan sejak Desember tahun lalu.

Beberapa dari mereka mengatakan relokasi ini membuat kondisi situasi menjadi sepi terutama saat awal Ramadhan.  “Di sini saya merasa sangat kesepian karena saudara, orang tua, dan sebagian besar kerabat saya tinggal di Cox’s Bazar. Selama Ramadan tahun lalu, kami semua berkumpul dan mengadakan pertemuan keluarga yang tak terlupakan,” kata salah seorang pengungsi, Mohammad Alam (37 tahun).

Untuk mengobati rasa rindunya, Alam hanya bisa berkomunikasi melalui ponsel. Namun, dia tidak yakin kapan bisa bertemu mereka lagi. “Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi kami sebagai Muslim dan kami semua senang tinggal bersama dengan teman dan keluarga selama bulan suci ini,” ujar dia.

Pengungsi lain, Khaleda Begum (20) yang merupakan ibu dari tiga anak juga merasa hari-hari Ramadhannya terasa lebih sulit di Bhashan Char dibandingkan di Cox’s Bazar.

“Saya dulu bekerja sebagai sukarelawan di sebuah LSM di Cox’s Bazar. Saya mendapat 150 dolar Amerika setiap bulan. Dari uang itu, saya bisa memberikan makanan bergizi kepada anak-anak saya,” kata Begum.

Di Bhashan Char, Begum tidak memiliki pekerjaan sehingga dia tidak bisa memberikan makanan yang bergizi kepada tiga buah hatinya. Untuk keperluan sehari-hari, dia hanya bergantung pada lembaga bantuan.

“Kami mendapatkan beras, lentil, minyak nabati, bawang merah, gula, dan lain-lain sebagai bantuan. Tapi anak-anak ingin makan ayam atau ikan. Jadi, terkadang saya menjual sebagian bantuan saya ke pasar lokal dan mencoba membeli ikan yang juga langka,” ujar dia.

Pengungsi lain, Mohammad Asad (37 tahun) menyebut persediaan makanan sehat menjadi perhatian khusus baginya pada Ramadhan tahun ini.  “Pada tahun-tahun sebelumnya, kami biasa menerima berbagai bantuan pangan saat Ramadhan dan jumlahnya mencukupi. Kami dapat mengelola beberapa hal lain yang diperlukan dari pasar lokal dengan menjual sebagian bantuan kami,” kata Asad.

Namun, bantuan yang dia dapat saat ini jauh lebih sedikit dan itu membuat keluarganya kesulitan. Dia mengakui kebebasan bergerak di Bhashan Char jauh lebih sedikit. “Kami tidak diperbolehkan pindah terlalu jauh dari tempat tinggal kami. Karena ini sebuah pulau, maka ruang juga tidak cukup. Jadi, kami hampir terkurung dalam area tertentu,” ucap dia.

Dengan bantuan dari LSM seperti Islamic Relief Bangladesh, Human Appeal, Bangladesh Red Crescent Society, dan Qatar Charity, pemerintah mengatakan telah menyelenggarakan paket makanan Ramadhan khusus untuk para pengungsi di Bhashan Char.

Dilansir Arab News, Jumat (16/4), Komisi Bantuan dan Pemulangan Pengungsi, Mohammad Khalilur Rahman Khan mengatakan paket sembako khusus diberikan dengan bantuan pangan rutin setiap bulan. Pihaknya memiliki semua data keluarga yang tinggal dan setiap keluarga menerima paket khusus Ramadhan.

“Kami juga sedang mempertimbangkan hadiah khusus pada kesempatan Idul Fitri untuk Rohingya di pulau itu,” ujar dia.

Sumber: republika.co.id

Pasar Ramadhan di Yogyakarta Jalankan Protokol Kesehatan

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com) — Banyak pasar Ramadhan di Yogyakarta yang bisa menjalani protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.

“Banyak pasar Ramadhan yang bisa menjalani protokol Covid-19, sehingga tidak terjadi kerumunan,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (15/4) malam.

Walaupun begitu, kata Heroe, masih ada pasar yang belum bisa mengatasi kerumunan. Sehingga, hal ini masih menjadi perhatian dan evaluasi saat ini juga masih dilakukan dengan pengetatan mekanisme pelaksanaan pasar Ramadhan.

“Artinya meskipun panitia sudah mencoba, tetapi pada kenyataannya masih menimbulkan kerumunan, maka perlu dievaluasi,” ujarnya.

Pihaknya berencana untuk memperketat mekanisme pelaksanaan pasar Ramadhan yang berpotensi terjadi kerumunan. Seperti  dengan diterapkannya pembatasan operasional pasar Ramadhan.

“Misalnya pembatasan hari buka dalam sepekan hanya tiga kali saja,” jelas Heroe.

Sumber: republika.co.id