Berita Terkini

Berzakat, Presiden Jokowi Luncurkan Gerakan Cinta Zakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis (15/4/2021), menyerahkan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara, Jakarta. Acara tersebut digelar dengan tetap mematuhi dan menjaga protokol kesehatan yang ketat.

“Alhamdulillah pada hari ini saya bersama dengan Bapak Wakil Presiden dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju bisa tetap berzakat di tengah pandemi dan untuk tetap juga mematuhi dan menjaga protokol kesehatan,” kata Presiden dalam sambutannya.

Dewasa ini, Presiden menjelaskan, zakat juga bisa ditunaikan secara daring. Menurut Kepala Negara, berzakat merupakan kewajiban umat Islam untuk berbagi rezeki dan kebahagiaan dengan saudara-saudaranya, terutama para mustahik.

“Saya harapkan dana zakat yang dihimpun oleh Baznas ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan-kesulitan akibat pandemi Covid, dan juga untuk membantu mengentaskan kemiskinan secara menyeluruh di negara kita,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden sekaligus meluncurkan secara resmi Gerakan Cinta Zakat yang mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan zakat, infak, dan sedekah. Selain itu juga untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran, betul-betul sampai kepada mereka yang membutuhkan.

“Gerakan Cinta Zakat ini sejalan dengan program pemerintah yang memiliki kerja yang sangat besar untuk mengentaskan kemiskinan, menangani musibah dan bencana, serta menuntaskan program-program SDGs (pembangunan berkelanjutan),” ungkapnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden mengimbau seluruh pejabat negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta, hingga kepala daerah di seluruh Tanah Air untuk turut menunaikan zakat melalui amil zakat resmi untuk membantu mewujudkan kesejahteraan dan juga memberikan keberkahan kepada semua.

“Semoga zakat yang kita keluarkan akan menyempurnakan ibadah puasa kita, menyempurnakan ketakwaan kita, ketaatan kita kepada Allah Swt.,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Baznas Noor Achmad, serta sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya.

Ini Tips Hatam Qur’an di Bulan Ramadhan

Umat Islam di seluruh dunia saat ini tengah menjalani ibadah puasa Ramadan 1442 H. Ramadan dikenal juga dengan bulan Al-Qur’an. Sebab, di bulan inilah diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Dalam Surat Al-Baqarah (2) ayat 185 disebutkan:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

185.  Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).

Kepada Humas, Kamis (15/4/2021), Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an, Ditjen Bimas Islam Kemenag Jamaluddin M. Marki mengatakan tadarus Al-Qurán di bulan Ramadan menjadi sangat spesial, karena tidak hanya semata mengabadikan konteks waktu diturunkannnya Al-Quran, namun juga menjadi ladang amal kebaikan. Menurutnya, banyak hadist Rasulullah yang menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur’an, di antaranya adalah:

عن ابن مسعودٍ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : منْ قرأَ حرْفاً مِنْ كتاب اللَّهِ فلَهُ حسنَةٌ ، والحسنَةُ بِعشرِ أَمثَالِهَا لا أَقول : الم حَرفٌ ، وَلكِن : أَلِفٌ حرْفٌ، ولامٌ حرْفٌ ، ومِيَمٌ حرْفٌ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut. Satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, No. 6469)

Setiap kali memasuki Ramadan, kata Jamal, banyak umat Islam yang berusaha untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Meski itu adalah amalan ibadah utama, namun ada batasan yang perlu diperhatikan saat akan mengkhatamkannya. Rasulullah SAW misalnya, melarang untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam durasi waktu yang terlalu cepat sehingga terburu-buru saat membacanya. Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah Saw., beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus malarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari)

“Mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari, ditakutkan pembacanya tidak bisa memahami dan menghayati kandungan dari Al-Qur’an,” ujarnya.

Tips Khatamkan Al-Qur’an
Ada beberapa tips dan trik agar dapat mengkhatamkan al-Qur’an di bulan Ramadan. Pertama, menggunakan jumlah Juz dalam Mushaf Al-Qur’an. Caranya gunakan Mushaf Al- Qur’an yang dicetak per-juz, biasa disebut mushaf khataman. Satu juz berisikan 11 lembar atau 22 halaman. Gunakan sistem target, jika 1 hari dibaca 1 juz dalam sebulan akan khatam. Mushaf Al-Qur’an terdiri dari 30 juz yang panjangnya bervariasi, jadi target yang harus dicapai adalah membaca 1 juz setiap hari.

Kedua, menggunakan jumlah lembar dalam tiap Juz Al-Qur’an; apabila dirasakan berat untuk menamatkan 1 juz di satu waktu (misalnya ba’da tarawih/atau ba’da Subuh), dapat dipertimbangkan tips yang satu ini, yaitu dengan membagi jumlah lembar dalam 1 juz kemudian dibaca setiap selesai shalat wajib. Mushaf Al-Qur’an yang umum beredar di Indonesia, rata-rata dalam 1 juz terdapat 9-10 lembar (ada juga yang lebih). Sebagai contoh jika dalam juz pertama terdapat 10 lembar, kemudian dibagi dengan 5 (waktu shalat), maka tiap selesai shalat hanya akan membaca 2 lembar saja. Lebih enteng bukan? dan pastinya si pembaca juga merasa tidak terlalu berat dan tetap bisa menamatkan 1 juz per hari. Silahkan diatur saja dalam membagi jumlah lembar tiap juz lainnya dengan 5 waktu shalat.

Ketiga, menggunakan jumlah lembar (halaman) Mushaf Al-Qur’an. Jumlah halaman pada mushaf Al-Qur’an berbeda-beda. Sebagai contoh, Mushaf Al-Quran Standar Indonesia (MSI) yang di cetak oleh Unit Percetakan Al-Qur’an Kementerian Agama memiliki 604 halaman. Agar bisa khatam hingga akhir bulan Ramadan ini (dengan asumsi 29 hari), maka setiap hari harus membaca 21 atau 22 halaman. Ini bisa dibaca dengan variasi waktu kapan pun dalam 1 hari tersebut, dengan target 21 halaman per hari. Jika tidak bisa menyelesaikan 11 lembar (21 halaman) sekaligus, sebaiknya bawa selalu mushaf Al-Qur’an (atau gunakan aplikasi Al-Qur’an Digital pada smart phone) dan manfaatkan waktu-waktu luang. Misalnya: Saat jam istirahat kantor/sekolah; saat macet di jalan atau menunggu angkutan umum atau di dalam kendaraan, dan kondisi lainnya.

Bagaimana dengan wanita yang memiliki siklus menstruasi, mungkinkah bisa mengkhatamkan Al-Qur’an? Jika masa haid datang pada awal Ramadan, maka dia bisa membagi 30 juz Al-Quran dengan sisa hari masa suci selama Ramadan. Jika dia belum tahu kapan masa haid datang, usahakan membaca lebih dari 1 Juz perhari. Misalkan 1,5-2 Juz. Semakin banyak semakin bagus. Ini bisa menjadi simpanan, jika siklus menstruasi itu datang.

“Kuncinya sebenarnya lebih kepada niat masing-masing individu. Jika memang berniat betul-betul ingin mengkhatamkan Al-Qur’an, dengan izin Allah pasti bisa tercapai. Semakin banyak lagi halaman Al-Qur’an yang bisa dibaca, otomatis bisa lebih cepat mengkhatamkan Qur’an,” ujar Jamal.

Jamal menambahkan tentang kebiasaan Sahabat Anas bin Malik mengajak keluarganya saat akan mengkhatamkan Al-Qur’an. Diriwayatkan Darimi dari Tsabit al-Bunnani, dia berkata bahwa Anas bin Malik jika sudah hampir mengkhatamkan Al-Qur’an pada malam hari, beliau menyisakan sedikit, hingga ketika subuh, beliau mengumpulkan keluarganya dan mengkhatamkannya bersama mereka.

Saat mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Dengan mengumpulkan seluruh anggota keluarga, akan dapat memberikan berkah kepada seluruh anggota keluarga. Karena, semuanya berdoa secara bersamaan kepada Allah mengharapkan rahmat dan berkah dari-Nya.

Selamat membaca dan memahami Al-Quran. Semoga keberkahan Ramadan senantiasa meliputi aktifitas peribadatan dan kehidupan kita semua. Aamiin

sumber: kemenag

Raih Gelar Ph.D, Kelulusan S3 Habib Rizieq Tuai Pujian Warganet

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shiha diketahui lulus dari ujian program doktoral di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) Malaysia. Kabar kelulusan Rizieq disambut dengan penuh rasa syukur oleh warga masyarakat khususnya umat Islam.

“Habib Rizieq benar-benar membuktikan bahwa dirinya adalah aset bangsa ini,” tulis keterangan berita yang diunggah Mahendratta di akun twitter @Mahendradatta, Kamis (15/4/2021).

Adapun disertasi Rizieq berjudul “Metodologi Pemilahan Antara Usul Dan Furu’ Dalam Aqidah Dan Syari’ah Serta Akhlaq Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”, merupakan bahasan berat dan mendalam karena isinya membedah 73 aliran dalam Islam telah selesai diuji pada pukul 15.00 waktu Malaysia dan Habib Rizieq dinyatakan telah lulus dari ujian yang ia lakukan secara online dari Rutan Mabes Polri ini.

Supervisor sidang pengujian ini adalah Profesor. Madya. Dr Kamaluddin Nurdin Maruuni, dan co supervisor adalah Dr Ahmad Kamel Malik.

Kini Habib Rizieq resmi meraih gelar Ph.D, melengkapi gelar akademik sebelumnya di program Sarjana Strata 1 dan 2.

Pihak USIM dikabarkan telah merekomendasikan agar disertasi Habib Rizieq ini dicetak dan disebarluaskan. “Alhamdulillah, IB HRS kini telah resmi memiliki gelar PhD,” ujar Habib Ali Alatas salah satu pengacara Habib Rizieq, Kamis (15/4/2021).

Habib Rizieq selama beberapa bulan terakhir memang tengah menyelesaikan studi S3 di Universitas Sains Islam Malaysia itu.

Untuk diketahui Habib Rizieq menyelesaikan studi S-1 nya di King Saud University dan S-2 di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Tesis S2 Habib Rizieq saat itu membahas “Pengaruh Pancasila Terhadap Penerapan Syariah Islam di Indonesia”, lulus dengan hasil Cumlaude atau Mumtaz atau Sangat memuaskan.

Sontak kabar kelulusan Habib Rizieq itu dibanjiri doa selamat oleh para warganet. “Alhamdulillah… Barakallahu aamiin,” tulis akun @Ani****

 

Sumber: sindonews.com

 

 

Dari Balik Jeruji, Habib Rizieq Tuntaskan Disertasi Raih Gelar Doktor

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Habib Rizieq Shihab (HRS) telah menyelesaikan Program Doktoral di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dari balik penjara. Ujian disertasinya sendiri dilaksanakan secara daring pada Kamis (15/4) kemarin, dengan judul “Metodologi Pemilahan Antara Usul Dan Furu’ Dalam Aqidah Dan Syari’ah Serta Akhlaq Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah”.

“Mengucapkan terima kasih atas segala dukungan indah dari segenap kerabat mau pun sahabat yang selalu setia mendampingi dalam suka dan duka,” ujar tim advokasi HRS, Aziz Yanuar dalam pers rilisnya, Jumat (16/4).

Lanjut Aziz, berkat dukungan semuanya, HRS selalu termotivasi serta santri dan segenap umat Islam, HRS dapat menyelesaikan program doktoral di USIM. Serta. mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran USIM yang atas bimbingannya HRS.

“Mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim dan Kejaksaan yang telah memberi kesempatan kepada Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab untuk mengikuti ujian disertasi doktoralnya. Sehingga tidak berbenturan dengan waktu persidangan,” sambung Aziz.

Terakhir, mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Polri dan Bareskrim Polri yang dalam fungsi pelayanan dan pengayomannya membantu HRS dalam pemenuhan Hak Asasi Manusianya. Hal itu sesuai yang dijamin oleh Konstitusi sesuai amanat pasal 28C UUD 1945 dan Pasal 12 UU no. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Yakni hak atas akses pendidikan, semoga Polri dan Bareskrim Polri dapat terus menjamin penegakan HAM di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutup Aziz.

 

Sumber: republika.co.id

Cerita Sahur Bersama  Anak Yatim Dhuafa Di Kawasan Ex Dolly

SURABAYA(Jurnalislam.com) – Di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini, Dompet Dhuafa Jatim berbagi kebahagiaan melalui program Sahur Berkah bersama anak yatim dan dhuafa yang berada di Ruang Harapan kawasan bekas Dolly Putat Jaya Kota Surabaya, Jawa Timur. Acara sahur bersama adik yatim dhuafa kali ini Dompet Dhuafa Jatim tidak sendirian, selama berlangsungnya acara ditemani oleh para relawan dan juga Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya pada Kamis (15/04/2021).

 

Ada rangkaian tanya jawab ringan yang dilakukan oleh tim Pro 1 RRI Surabaya kepada peserta anak yatim dhuafa yang mengikuti pembinaan di Ruang Harapan Putat Jaya Surabaya. ” Saya seneng ada kegiatan Ramadan disini, banyak temannya kakak pembinanya juga sangat peduli dengan kami “. Kata Vallen (13 th) salah satu penerima manfaat program.

 

Menambahkan cerita yang disampaikan oleh adik Selsa, Dias Patria Yunanto (23 th) selaku pendamping sekaligus guru yang mengajar di Ruang Harapan Putat Jaya Surabaya berkata ,” Pada waktu pagi hari sampai siang, adik-adik disini belajar bareng tentang materi umum yang diajarkan oleh sekolah. Tidak hanya itu, kami para pengajar dan relawan juga mendampingi adik adik dalam mengerjakan tugas sekolah. Kemudian sorenya mereka belajar Al Qur’an disini. Nah, di bulan Ramadan bersama Dompet Dhuafa kita adakan program pembinaan akhlak sekaligus sahur bareng bersama mereka “.

 

Program sahur bersama adik yatim dhuafa ini selalu terlaksana rutin pada setiap bulan Suci Ramadan, dengan konsep yang menarik berbeda dari yang lain Dompet Dhuafa selalu mengajak semua pihak untuk turut berkontribusi dalam menebar kemanfaatan .” Kami sangat senang bisa melihat kebahagiaan adik-adik Yatim Dhuafa yang mengikuti acara sahur berkah ini, karena masih disuasana pandemi semua wajib tetap saling bersinergi, saling membantu sesama dalam menebar kemanfaat pada mereka yang membutuhkan. Mudah-mudahan pendemi segera selesai dan semua masyarakat bisa beraktivitas normal kembali “, Kata Rizzqi Aladib selaku Manager Program yang menjadi pananggung jawab program Ramadan di Dompet Dhuafa Jawa Timur.

Pesantren Virtual 2021 Ajak Masyarakat ‘Nyantri’ Secara Daring

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Mengiringi jalannya bulan suci, Sinergi Foundation bersama Quran Cordoba menggelar Pesantren Virtual 2021. Ini adalah rangkaian kajian keislaman online yang diisi oleh para ustadz dan expert di bidangnya selama full di bulan Ramadhan.

“Karena tahun ini pandemi belum selesai, masyarakat belum boleh berkerumun atau mengadakan kajian offline, Pesantren Virtual jadi solusi bagi mereka yang ingin menimba ilmu keislaman. Di sini, para peserta bisa ‘nyantri online’ dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya dengan mudah & praktis via daring di rumah saja.” kata Asep Irawan, CEO Sinergi Foundation.

Asep berharap, masyarakat bisa lebih produktif memperbanyak tabungan amal di Ramadhan dengan menuntut ilmu keislaman di Pesantren Virtual. Ia pun menjelaskan, kajian online ini diadakan secara gratis dan disiarkan langsung melalui Zoom dan Youtube.

“Tema-tema yang dihadirkan seputar parenting, motivasi Al Quran, dan Sirah Nabawiyah. Pengisinya ada 16 orang, termasuk Ust. Asep Sobari, Ust. Budi Ashari, Ust. Salim A. Fillah, Jamil Azzaini, dan lain-lain,” tuturnya.

Pesantren Virtual 2021 adalah event kedua yang diadakan oleh Sinergi Foundation. Di Ramadhan tahun lalu, event ini sukses menyedot 3.500 peserta. “Di tahun ini, kami targetkan 7 ribu orang jadi peserta,” tandas Asep.

Bima Arya Tak Cabut Laporan HRS Karena Kapolda

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Habib Rizieq Shihab menyayangkan Wali Kota Bogor Bima Arya mengurungkan niatnya untuk mencabut laporan polisi perkara swab test RS UMMI.

 

Bima Arya beralasan tak jadi mencabut laporannya di polisi lantaran ada pernyataan dari Kapolda Jawa Barat, yang tak ingin laporannya dicabut.

 

Dalam sidang perkara kasus swab test yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur itu, Habib Rizieq mempertanyakan soal adanya niat Bima Arya untuk mencabut laporannya di kepolisian. Niat tersebut dinyatakan usai Bima bertemu dengan habaib yang dekat dengan Habib Rizieq.

“Bahkan tadi Anda bercerita ada niat cabut laporan, tapi Anda cerita ada yang nyatakan dari Polda (Jawa Barat) tak boleh dicabut,” kata Rizieq dalam persidangan di PN Jakarta Timur, Rabu 14 April 2021.

“Sekarang pertanyaan, Pemkot Bogor punya ahli hukum kenapa enggak tanya bahwa delik aduan itu bisa dicabut kapan saja. Artinya, tidak ada larangan dalam Undang-Undang kita, siapa pun boleh cabut laporannya. Siapa di Polda yang bilang tidak boleh cabut (laporan)?” sambung Rizieq yang bertanya kepada Bima.

Sumber: viva.co.id

Pengurus DKM Diminta Responsif soal Penularan Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama mendorong kepada pengurus masjid agar responsif dalam mengambil keputusan terutama soal membuka atau menutup kegiatan ibadah Ramadhan apabila di wilayahnya darurat Covid-19.

“Misalkan, di suatu masjid atau mushala diketahui terjadi penularan Covid-19 sampai angka yang mengkhawatirkan, maka harus ada keputusan yang cepat dan tegas dari pengurus masjid,” ujar Sekretaris Ditjen Bimas Islam M. Fuad Nasar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (14/4).

Menurut dia, Kementerian Agama telah menerbitkan surat panduan beribadah selama masa pandemi Covid-19 yang menguraikan kelonggaran menjalani ibadah Ramadhan. Kelonggaran itu hanya berlaku untuk wilayah yang masuk dalam kategori hijau dan kuning, sementara wilayah zona oranye dan merah dilarang untuk menggelar ibadah Ramadhan.

Maka dari itu, jika suatu wilayah yang kemudian berubah status zona, keputusan harus segera diambil. Selain itu, Fuad mengimbau para pengurus masjid memiliki komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah setempat dalam hal pengawasan protokol kesehatan kegiatan ibadah Ramadhan.

“Apakah itu dengan lurah, kepala desa, RT/RW dan sebagainya. Karena sekarang ini masih ada di beberapa titik daerah yang masih belum bebas dari zona merah,” kata dia.

Fuad juga mengingatkan kepada umat Islam mengenai pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia, sehingga disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan harus tetap dijaga. “Bahaya penularan Covid-19 itu masih nyata dan masih ada. Maka dari itu, diperlukan ikhtiar bersama untuk mencegah terjadinya penularan ataupun tertular virus Covid-19,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Pemerintah Masih Tunggu Info Kepastian Haji

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Indonesia masih menunggu kepastian dari Arab Saudi untuk keberangkatan jamaah haji Indonesia tahun ini.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Khoirizi Dasir menyatakan, penyelenggaraan ibadah haji 2021sudah siap.

“Untuk persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2021 Insya Allah sudah siap,” kata Khoirizi kepada Anadolu Agency, Rabu.

Meski demikian, kata dia hingga saat ini Kemenag belum menerima informasi secara resmi dari Pemerintah Arab Saudi.

“Sehingga kita tetap menunggu keputusan dari Arab Saudi,” tutur dia.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian terkait pembukaan akses untuk jamaah haji Indonesia.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Althagafi mengatakan hingga kini belum mendapat informasi dari negaranya terkait rencana dibukanya kembali layanan haji untuk Indonesia.

Hal ini disampaikan Esam Abid Althagafi saat menerima kunjungan Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Khoirizi pada Selasa di Kedutaan Besar Saudi, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Dubes berjanji akan segera memberikan informasi jika sudah ada keputusan dari Pemerintah Saudi.

Pada Februari lalu, Arab Saudi melarang warga dari 20 negara di antaranya Indonesia untuk masuk ke negaranya.

Hal itu dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Arab Saudi.

Sumber: ihram.co.id

Israel Sabotase Kewenangan Yordania Kelola Masjid Al Aqsa

 AMMAN(Jurnalislam.com) — Kementerian Luar Negeri Yordania pada Rabu mengecam pelanggaran Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa yang merupakan area penting di Yerusalem.

Pada Selasa, polisi Israel menyabotase kunci pintu, memutus kabel pengeras suara eksternal dan melecehkan karyawan Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al-Aqsa yang dikelola Yordania.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kementerian Daifallah Al-Fayez mengecam praktik Israel sebagai provokasi sentimen Muslim dan pelanggaran kesucian masjid Al-Aqsa.

“Urusan masjid Al-Aqsa diawasi oleh Departemen Wakaf Yerusalem yang dikelola Yordania di bawah hukum internasional,” kata juru Al-Fayez, seperti dilansir Anadolu Agency.

Masjid Al-Aqsa adalah tempat suci ketiga di dunia bagi umat Islam.

Umat Yahudi menyebut daerah itu Gunung Bait, mengklaimnya sebagai lokasi dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967.

Negara itu menganeksasi seluruh kota pada 1980, langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

sumber: republika.co.id