Berita Terkini

PP Persis Kritik Mahfud MD Soal ‘Wahabi Salafi Tidak Cocok di Indonesia’

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) Dr. Jeje Zaenudin mengkritisi komentar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang menyatakan wahabi dan salafi tidak cocok di Indonesia.

 

Sebelumnya diberitakan, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut paham wahabi dan salafi tidak cocok di Indonesia. Dia menyebut paham-paham itu hanya cocok di daerah asalnya.

 

“Dibangun dengan wahabi salafi, enggak cocok di kita (Indonesia),” kata Mahfud dalam acara Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah “Menjaga Kedaulatan NKRI”, dikutip dari cnnindonesia.com, Kamis (21/4).

 

Mengenai penyebutan tersebut, Jeje menilai bahwa sampai saat ini tidak ada definisi dan batasan yang disepakati oleh yang pro maupun yang kontra tentang kempok paham tersebut.

 

“Apakah wahabi dan salafi itu merupakan mazhab atau aliran paham tersendiri, atau masih bagian dari paham dan mazhab ahlusunah?” Kata Jeje dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/4/2022).

 

Ia menjelaskan tidak ada kelompok yang mengeklaim sebagai kelompok wahabi.

 

“Sehingga, lebih sering menjadi stigma negatif pada kelompok tertentu yang menganut paham atau mazhab yang berbeda, dari yang dianut mayoritas muslim Indonesia,” ungkapnya.

 

Dirinya memberikan contoh, umpanya secara teologis menganut paham Ahlulhadits dan secara fikih lebih suka mengikuti mazhab Hambali.

 

Hal yang sama juga dengan kelompok Salafi. Apakah ia merupakan paham dan mazhab tersendiri yang menyempal dari ahlusunah, atau paham ahlusunah dengan penekanan pada aspek tertentu yang berbeda dari mayoritas muslim yang lain.

 

“Hanya mereka secara terbuka menyebut dirinya sebagai salafi, yang artinya pengikut paham Islam yang dianut generasi awal Islam,” ucap Jeje.

 

Oleh sebab itu, Ia kritisi penyebutan kedua kelompok paham itu sebagai kelompok yang tidak cocok hidup di Indonesia secara general, tanpa penjelasan rinci aspek-aspek apa saja yang tidak cocoknya itu.

 

Jeje khawatir sangat rawan dan berpotensi dijadikan stigmatisasi kepada pihak-pihak yang tidak disukai, hanya karena berbeda dengan kelompok mainstream dalam beberapa aspek pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.

 

“Padahal, bisa jadi paham itu sejatinya berbasis dalil Al-Qur’an dan Hadits serta diwarisi dari mazhab-mazhab rujukan generasi awal Islam, yang telah terbukti kebenaran dan kesalehan mereka,” terangnya.

 

Dengan adanya pesan seperti itu, paham keagamaan Islam (maupun agama lain di luar Islam) akan berbahaya, manakala telah menyimpang dari doktrin-doktrin dasar yang telah menjadi konsensus para pemimpin agamanya di sepanjang zaman.

 

“Apalagi jika sudah masuk pemikiran-pemikiran ekstrim yang mengarahkan kepada permusuhan, perpecahan, dan peperangan,” jelasnya.

 

Waketum PERSIS juga mempertanyakan, apakah dalam kelompok yang dituduh wahabi, atau kelompok yang mengeklaim salafi itu ada dogma dan doktrin yang menyimpang dari ijma’, dan menyerukan ekstrimisme atau terorisme?

 

“Tentu saja susah membuktikannya,” jawab Jeje.

 

Selain dalam kelompok yang disebut wahabi atau kelompok yang mengklaim salafi itu banyak varian dan sub kompoknya, juga kecenderungan sikap ekstrim itu selalu ada pada tiap kelompok paham.

 

Ia melanjutkan, sebagian pengamat ada yang berpendapat bahwa bahaya paham wahabi salafi itu dengan mencontohkan perpecahan dan perang saudara di Iraq, Suriah, Yaman, Libiya, dan sebagainya. Konon itu dipicu oleh gerakan wahabi salafi. Demikian pula munculnya kelompok Al-Qaidah, ISIS, dan lainnya, disebut- sebut bermula dari paham wahabi dan salafi.

 

“Akan tetapi, semua tuduhan itu terlalu terburu buru bahkan simplistis, bahkan terkesan mengikuti framing media Barat. Ada banyak faktor yang diabaikan, dan ada faham khowarij yang lebih bertanggungjawab terhadap doktrin trologi takfiri daripada sahabi-Salafi,” tuturnya.

 

Jeje menilai, dengan ada pesan seperti itu, justru bisa menjadi kesalahfahaman masyarakat dalam menyikapi perbedaan menjadi cara-cara tindakan persekusi pada kelompok tertentu.

 

“Menurut hemat saya, yang harus dibangun adalah bagaimana bisa saling memahami dan saling mengerti melalui dialog yang objek dan ilmiah, dengan semangat ukhuwah dan ilmiah untuk bisa bekerja sama dan saling menguatkan,” pesannya.

 

“Kemudian, menyingkirkan pemahaman yang absolutisme dan klaim  kebenaran mutlak sepihak pada masalah-masalah ijtihadiah,” paparnya.

 

Jeje berpesan, justru yang harus kita lakukan adalah menekankan pentingnya pemahaman Islam yang wasathiyah dan kontekstual, dengan kebutuhan mengatasi problem kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjadi tanggungjawab bersama.

 

Oleh sebab itu, narasi bahwa wahabi dan salafi tidak cocok di Indonesia malah kontraproduktif dengan semangat berbangsa dan bernegara yang dibangun di atas pluralitas.

 

“Kemudian juga masyarakat akan balik bertanya, apakah paham keagamaan yang jelas-jelas keluar dari ahlusunah wal jamaah seperti Ahmadiyah dan Syiah akan dianggap cocok untuk Indonesia, hingga harus dibiarkan dan diterima?” Pungkas Waketum Persatuan Islam Dr. Jeje Zaenudin. (persis.or.id)

 

Muhammadiyah Sebut Amal Usahanya Bukan Semata Bisnis, Tapi untuk Umat

JAKARTA(jJurnalislam.com)– Bagi masyarakat awam, gerakan Muhammadiyah lebih dikenal melalui apa yang dinamakan sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Misalnya aset-aset rumah sakit, panti asuhan dan lembaga pendidikan di bawah kendali Muhammadiyah.

Pengertian Amal Usaha Muhammadiyah sendiri sejatinya adalah ikhtiar amal saleh dan kemanfaatan yang bentuknya tidak semata-mata materi atau bendawi saja (tangible). Tetapi bisa juga dalam bentuk program-program non-fisik (intangible).

“Nah inilah yang kemudian harus kita siapkan dengan sebaik-baiknya agar jangan sampai kemudian dalam pengembangan amal usahanya, Muhammadiyah terjebak sebagai organisasi (pengelola) amal usaha. Ini yang kadang-kadanng menjadi kritik bagi kita sendiri, jangan sampai amal usaha-amal usaha (tangible) itu menjadi satu-satunya cara dari usaha Muhammadiyah,” himbau Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah.

Dalam forum Pengajian Buka Puasa Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang, Senin (25/4), Budi menyampaikan bahwa hakikat dari AUM adalah media untuk memudahkan Persyarikatan dalam mencapai tujuannya, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Kronik sejarah menurut Budi mencatat bahwa pendirian AUM berawal dari tantangan Kiai Ahmad Dahlan kepada murid-muridnya untuk mengamalkan Surat Al-Ma’un yang diawali dengan pendirian Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah di Kauman pada 1 Desember 1911. Karena itu, fondasi mendasar dan jiwa di dalam gerakan AUM adalah tujuh Pokok Pikiran di dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.

“Maka dalam menjalankan amal usahanya berpegang teguh berdasarkan ajaran Allah dan Rasul-Nya dan bergerak dengan membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang diridhai-Nya,” kata Budi.

Dalam perjalanan strategis AUM, Budi lalu mengutip pendapat dari Ketua PP Muhammadiyah, Hadjriyanto Y. Thohari yang pernah menyampaikan terkait tiga trisula Amal Usaha Muhammadiyah pada Muktamar ke-46 di Yogyakarta tahun 2010.

Pada kesempatan itu, Hadjriyanto menyebut Trisula AUM di abad pertama Muhammadiyah adalah bidang pendidikan (lembaga pendidikan), sosial (panti), dan kesehatan (rumah sakit). Sementara itu di abad kedua, Trisula AUM berupa bidang kebencanaan (MDMC), pemberdayaan masyarakat (MPM), dan pengelolaan dana umat (Lazismu).

Penekanan latar belakang inilah yang membuat AUM tidak sekadar perhitungan duniawi semata dan tidak semata-mata usaha yang berwujud atau tangible. Karenanya, Budi berharap para pegiat Persyarikatan memahami sisi pembeda ini.

“Maka kita bisa melihat bahwa gerakan Muhammadiyah dalam amal usaha itu adalah proses serius dari pemikiran yang mempunyai dasar sehingga usaha-usaha Amal Usaha Muhammadiyah itu tidak boleh kehilangan akarnya sebagai gerakan agama,” tegas Budi

 

 

Ini Kuota Haji Masing-masing Kota untuk Tahun Ini

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kuota Haji 1443 H/2022 M sudah ditetapkan. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah menandatangani Keputusan Menteri Agama KMA No 405 tahun 2022tentang Kuota Haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M.

Dalam KMA yang ditandatangani Menag Yaqut tertanggal 22 April 2022 ini ditetapkan bahwa kuota haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M berjumlah 100.051, terdiri atas 92.825 kuota haji reguler dan 7.226 kuota haji khusus.

“Alhamdulillah, sebagai kelanjutan alokasi kuota haji yang diberikan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, saya telah menerbitkan KMA tentang Kuota Haji Indonesia Tahun 1443 H/2022 M. KMA ini selanjutnya akan menjadi pedoman seluruh jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus dalam melakukan finalisasi penyediaan layanan jemaah haji Indonesia,” tegas Menag di Jakarta, Selasa (26/4/2022).

KMA ini, lanjut pria yang akrab disapa GusMen, menetapkan bahwa kuota haji reguler terdiri atas 92.246 kuota jemaah haji reguler tahun berjalan, 114 kuota pembimbing dari unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, dan 465 kuota petugas haji daerah. Sementara untuk kuota haji khusus, terdiri atas 6.664 kuota jemaah haji khusus tahun 1443 H/2022 M dan 562 kuota petugas haji khusus.

“Baik haji reguler maupun haji khusus, kuota 1443 H/2022 M diperuntukkan bagi jemaah yang telah melunasi biaya Perjalanan Ibadah Haji 1441 H/2020 M, dan berusia paling tinggi 65 tahun per tanggal 8 Juli 2022 sesuai dengan urutan nomor porsi,” tegas Menag.

“Jemaah haji yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji tahun 1441 H/2020 M yang tidak masuk alokasi kuota dan/atau menunda keberangkatan pada tahun 1443 H/2022 M diprioritaskan menjadi jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1444 H/2023 M sepanjang kuota haji tersedia,” sambungnya.

Berikut sebaran daftar kuota haji reguler per provinsi tahun 1443 H/ 2022 M:
1. Aceh: 1.999
2. Sumatera Utara: 3.802
3. Sumatera Barat: 2.106
4. Riau: 2.304
5. Jambi: 1.328

6. Sumatera Selatan: 3.201
7. Bengkulu: 747
8. Lampung: 3.219
9. DKI Jakarta: 3.619
10. Jawa Barat: 17.679

11. Jawa Tengah: 13.868
12. DI Yogyakarta: 1.437
13. Jawa Timur: 16.048
14. Bali: 319
15. NTB: 2.054

16. NTT: 305
17. Kalimantan Barat: 1.150
18. Kalimantan Tengah: 736
19. Kalimantan Selaratan: 1.743
20. Kalimantan Timur: 1.181

21. Sulawesi Utara: 326
22. Sulawesi Tengah: 910
23. Sulawesi Selatan: 3.320
24. Sulawesi Tenggara: 922
25. Maluku: 496

26. Papua: 491
27. Bangka Belitung: 486
28. Banten: 4.319
29. Gorontalo: 447
30. Maluku Utara: 491

31. Kepulauan Riau: 589
32. Sulawesi Barat: 663
33. Papua Barat: 330
34. Kalimantan Utara: 190

Pemerintah Diminta Patuhi Rekomendasi terkait Wadas

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kuasa hukum warga Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, Julian Dwi Prasetya, mendukung sejumlah poin rekomendasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengenai polemik di Wadas. Ia mendesak pemerintah beserta unsur terkait mematuhi rekomendasi tersebut.

Menurut dia, poin-poin yang tercantum dalam rekomendasi Muhammadiyah sudah sejalan dengan prinsip perjuangan warga yang menolak tambang andesit di Wadas. “Kami mengapresiasi PP Muhammadiyah yang sudah mengeluarkan pernyataan sikap dan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah. Tentu dalam hal ini, koalisi advokat, GempaDewa mendukung rekomendasi tersebut,” kata Julian, Selasa (26/4).

Julian mengatakan, pemerintah mestinya berpihak pada kesejahteraan rakyat. Karena itu, dia berharap pemerintah bisa membuka diri menerima masukan dan melaksanakan rekomendasi yang pro terhadap rakyat.

Julian mengakui, pihaknya masih mewaspadai sikap pemerintah yang cenderung menelantarkan pendapat yang berbeda dari kemauan mereka. “Kami berharap semoga pemerintah tidak abai dan tidak tutup mata. Biasanya pemerintah ketika ada kritik dari masyarakat karena itu perbedaan pandangan kemudian diabaikan,” kata Julian.

PP Muhammadiyah pada Senin (25/4/2022), menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait kasus kekerasan di Desa Wadas. Pertama, mereka mendesak Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan investigasi dan memberikan sanksi kepada oknum aparat kepolisian yang diduga terlibat melakukan kekerasan terhadap warga, aktivis, dan jurnalis.

Sanksi pun wajib diberikan kepada aparat yang terindikasi melakukan konter-narasi bertentangan dengan fakta lapangan soal kekerasan yang telah terjadi secara meyakinkan kepada warga Wadas. “Pemerintah juga harus menindak tegas buzzer yang merusak marwah demokrasi subtantif,” kata Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo.

Kedua, PP Muhammadiyah mendesak pemerintah pusat, daerah, dan kepolisian untuk menindaklanjuti temuan-temuan lapangan oleh Komnas HAM dan dugaan maladministrasi dalam pelayanan listrik/internet oleh Ombudsman Republik Indonesia dalam menyikapi masalah di Desa Wadas Purworejo.

Sumber: republika.co.id

 

Ciri-ciri Orang yang Mendapat Berkah Lailatul Qadar

Oleh: Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel Dr H Usman Jasad MPd

Malam lailatulqadar adalah malam yang sangat dinantikan oleh kaum muslimin saat bulan Ramadan.

Orang yang mendapatkan lailatulqadar seperti orang beribadah selama 1000 bulan. Dan, pada malam itu malaikat akan turun untuk mendengar doa dan mengabulkan permintaan seseorang hamba sebagaimana Firman Allah:

“Sesungguhnya Kami menurunkan Alquran pada malam lailatulqadar, tahukah engkau apakah malam lailatul qadar itu? Malam lailatulqadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar.”(Q.S Al-Qadr 1-4).

Namun tak banyak orang mengetahui tanda-tanda seorang telah mendapatkan keberkahan lailatulqadar. Berikut beberapa tanda seorang mendapatkan malam kemuliaan ini:

  1. Semakin meningkat ketakwaannya kepada Allah SWT.

Seorang yang mendapatkan lailatulqadar akan semakin meningkat ketakwaannya dan ketundukan kepada Allah SWT.

  1. Nikmat dalam beribadah.

Mereka yang mendapatkan malam lailatulqadar akan merasakan nikmat dan tenang dalam setiap salat dan ibadah lainya.

  1. Berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Laitaulqadar menjadikan seorang berubah menjadi lebih baik terutama hubungannya dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

  1. Mentadabburi Alquran

Salah satu ciri seorang mendapatkan lailatulqadar ialah selalu mentadaburi Alquran atau berusaha untuk memahami dan mengamalkan isi Alquran karena di bulan Ramadan Alquran diturunkan oleh Allah SWT.

 

Ramadan 1443 Hijriah ini sudah memasuki hari ke-25 puasa. Malam pencarian lailatulqadar sudah terlampau lima malam dan tinggal lima hari lagi.

Demikian, semoga saja kita mendapatkan keberkahan lailatulqadar, aamiin.(mui)

 

BNPB Sebut 2000 KK Terdampak Banjir di Bontang Kalimantan Timur

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata kejadian banjir yang melanda delapan kelurahan di Kota Bontang, Kalimantan Timur, Senin (25/4/2022). Banjir terjadi pascahujan dengan intensitas tinggi pada pukul 14.30 WIB.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyebut, ketinggian muka air bervariasi antara 50 sampai 100 sentimeter. “Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang melaporkan, hingga Selasa (26/4/2022) tercatat 1.992 unit rumah di delapan kelurahan terdampak banjir,” kata Abdul dalam keterangan pers.

Adapun delapan kelurahan tersebut meliputi, Kelurahan Guntung, Kelurahan Api-Api dan Kelurahan Gunung Elai di wilayah Kecamatan Bontang Utara. Kemudian wilayah Kecamatan Bontang Barat dengan Kelurahan Gunung Telihan dan Kelurahan Kanaan yang mengalami banjir. Selanjutnya Kelurahan Satimpo, Kelurahan Tanjung Laut Indah dan Kelurahan Tanjung Laut di wilayah Kecamatan Bontang Selatan.

Pada saat kejadian, BPBD Provinsi Kalimantan Timur, BPBD Kota Bontang, TNI/Polri dan pemerintah daerah serta relawan setempat menuju ke lokasi terdampak, untuk melakukan penanganan bencana, evakuasi, pendataan.

“Hingga kini, pendataan masih terus dilakukan, data sementara terdapat 1.992 KK/6.425 jiwa terdampak banjir, sebagian diantaranya mengungsi ke Kantor Kelurahan Gunung Elai dan ke rumah kerabat yang lebih aman,” ujar Abdul.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar berupa makanan dan minuman, BPBD Kota Bontang telah mendirikan pos dapur umum di Kelurahan Gunung Telihan. “Kami mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan dengan rutin memeriksa drainase, saluran air dan sungai agar terbebas dari tumpukan material penghambat laju air,” ucap Abdul.

Berdasarkan kajian analis risiko banjir pada InaRISK BNPB, Kota Bontang berada pada kategori dengan risiko sedang hingga tinggi. “Bagi masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, agar memiliki kemampuan untuk melakukan evakuasi dan senantiasa memperhatikan perkembangan cuaca di wilayahnya dengan tujuan dapat melakukan upaya-upaya yang mengurangi dampak banjir,” imbau Abdul.

Sumber: republika.co.id

Dear Calon Maba! Pendaftaran Ujian Masuk PTKIN Dibuka hingga 4 Juni

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Pendaftaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2022 dibuka hari ini, Senin (25/4/2022) pukul 13.00 WIB. Proses pendaftaran akan berlangsung hingga 4 Juni 2022.

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN Imam Taufiq mengatakan, UM-PTKIN 2022 dapat diikuti lulusan MA/MAK/SMA/SMK/Satuan Pendidikan Mu’adalah atau yang setara pada tahun 2020, 2021, dan 2022.

“Lulusan tahun 2020 dan 2021, harus sudah memiliki ijazah atau yang sederajat. Sedangkan lulusan tahun 2022 dipersyaratkan memiliki Surat Keterangan Lulus dari kepala satuan pendidikan,” jelas Imam Taufiq yang juga Rektor UIN Walisongo, di Semarang, Senin (25/4/2022).

“Sama seperti tahun sebelumnya, ujian masih menggunakan Sistem Seleksi Elektronik (SSE), menggunakan perangkat komputer atau gawai (Handphone), serta dapat dilakukan dari lokasi masing-masing peserta,” sambungnya.

Pendaftaran, lanjut Imam, dilakukan secara online atau daring. Untuk mendaftar, sila klik pendaftaran UM-PTKIN 2022.

Berikut alur pendaftaran UM-PTKIN 2022:
1. Calon peserta mendaftar dan mengisi biodata secara online di https://um-ptkin.ac.id/ hingga mendapat nomor SIP (Slip Instruksi Pembayaran), PIN dan informasi nominal yang harus dibayarkan serta tatacara pembayaran.

2. Calon peserta melakukan pembayaran di Bank BNI atau Bank lainnya
3. Peserta mendapat bukti pembayaran. Biaya seleksi yang sudah dibayar tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

4. Peserta melanjutkan pendaftaran online dengan mengisi formulir online di https://um-ptkin.ac.id/ dengan memasukkan nomor SIP dan PIN untuk memilih kelompok ujian, program studi dan lokasi ujian hingga cetak kartu ujian.
5. Peserta mengikuti ujian SSE di lokasi PTKIN yang telah dipilih.

“Informasi selengkapnya dapat diakses melalui laman: https://um-ptkin.ac.id/home/informasi. Selamat mendaftar, dan semoga lolos seleksi!” tandas Imam Taufiq.

Anies Hadiri Acara Santunan Yatim MUI DKI

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Gubernur Anies hadir dalam santunan yatim Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jakarta berkolaborasi dengan Yayasan Raudlatl Muta’alimin Kalideres Jakarta Barat, santuni anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Sebanyak 300 paket yang berisi makanan dan 9 bahan pokok dibagikan kepada anak-anak yatim, kaum lansia dan kaum dhuafa.

 

Santunan yang diselenggarakan pada Sabtu, 23/4/2022 dilokasi majlis taklim yayasan Raudlatul Mutaalimin kediaman KH.Munahar Muchtar ketua umum MUI Provinsi dihadiri oleh Gubernur Anies.

“Kegiatan ini sudah rutin setiap tahun, mudah-mudahan didalam bulan ramadhan ini kita yang berbuat baik akan dilipat gandakan kebaikannya dan mereka yang mendapat santunan akan memperoleh keberkahannya, sehingga kita sama-sama menjadi orang yang beruntung baik didunia maupun diakeratnya,” Jelas KH.Munahar Muchtar.

Acara santunan yang diisi ceramah kultum oleh KH.Yusuf Aman, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jakarta dilanjutkan dengan buka puasa bersama, selain dihadiri oleh Gubenur Anies, hadir pula para Alim Ulama dan para Habaib.

 

Nampak hadir, KH.Mahfudz Assirun, DKM KH.Hasyim Asyari, pengasuh Ponpes Al Itqon, hadir pula pada acara tersebut, walikota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, Ketua Umum MUI Jakarta Barat, KH.Abdurahman Shoheh, Ketua Umum MUI Jakarta Pusat, KH.Roby, Ketua Umum Forum Ulama Habaib, (FUHAB) KH.M.Lutfi Zawawi, serta para tamu undangan lainnya.

 

Ust.M.Fachri Hidayat, Dekel Cidodol yang jadi panitia bukber dan santunan tersebut menyampaikan bahwa pembagian paket sembako sebanyak 300 paket bukan hanya dibagikan kepada anak-anak yatim naungan yayasan Raudlatul Mutaalimin saja, tapi juga kepada kaum dhuafa, lansia dan para janda disekitar Semanan.

“Jadi masyarakat sekitar terutama mereka yang lansia, dan para janda disekitar Semanan juga kebagian,” ujar Fachri tutupnya. (mui)

 

 

Hari Kesiapsiagaan Bencana, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Budaya Sadar Bencana

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Gugusan kepulauan yang dikelilingi lautan, serta gunung berapi sering kali menyebabkan Indonesia menjadi rawan bencana. Untuk itu, keluarga Indonesia harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan, sehingga siap menghadapi bermacam-macam bencana yang datang kapanpun dan di manapun.

“Penyelenggaraan HKB tahun ini saya harap semakin mendorong kesadaran dan kewaspadaan keluarga Indonesia dalam menghadapi dan bertahan di tengah rupa-rupa bencana, sehingga kemudian mampu segera bangkit dan memulihkan kehidupannya pascabencana,” ucap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menghadiri Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2022 secara virtual di Jakarta, Selasa, (26/04/2022).

Dalam peringatan yang dilakukan tiap tanggal 26 April dan mengusung tema “Siap untuk Selamat” tersebut, Wapres menuturkan, tema tersebut sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan eksistensi keluarga sebagai pilar pembangunan bangsa, utamanya dalam mewujudkan keluarga tangguh bencana, untuk menjadikan Indonesia siap siaga bencana.

Selanjutnya, Wapres menilai upaya siap siaga terhadap kemungkinan bencana yang akan terjadi harus menjangkau ke seluruh masyarakat yang beragam.

“Ke depan, upaya antisipasi dan respons bencana haruslah diperluas jangkauannya, menyentuh seluruh lapisan masyarakat, dan yang terpenting, ditanamkan sedari dini,” tegasnya.

Wapres pun menyadari penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Ia pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan budaya sadar bencana menuju Indonesia tangguh bencana.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia untuk ikut serta, dan berpartisipasi aktif pada Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2022,” tutur Wapres.

Terakhir, untuk mendukung HKB ini, Wapres mengimbau masyarakat untuk membunyikan tanda secara serentak di seluruh Indonesia.

“Baik sirine, kentungan, maupun lonceng, pada tanggal 26 April 2022 pukul 10 pagi waktu setempat, sebagai tanda dimulainya latihan simulasi evakuasi mandiri, dan segera menuju tempat aman terdekat,” imbau Wapres.

“Bersama-sama kita sukseskan HKB 2022. Siap untuk selamat. Salam Tangguh dan Salam Kemanusiaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan bahwa sebagai upaya penanggulangan bencana baik dari mulai tahap pencegahan, tahap tanggap darurat, maupun pascabencana, membutuhkan partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak. Partisipasi dibutuhkan tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga diperlukan kolaborasi dari berbagai lini, yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga usaha, akademisi dan masyarakat atau komunitas. Menurutnya, kekuatan tersebut menjadi energi besar, untuk membangun peradaban bangsa, berbasis pengurangan resiko bencana.

“Momen epik hari ini adalah salah satu upaya membangun ketangguhan bangsa, Hari Kesiapsiagaan Bencana merupakan ikhtiar kita dalam membangun bangsa, membangun peradaban berbasis pengurangan resiko bencana, pembangunan karakter budaya sadar bencana yang terikat kuat sejak dini perlu kita tumbuhkan,” jelas Suharyanto.

“Kekuatan sosial utama kita adalah berupa kesetiakawanan, kegotongroyongan, kedermawanan, dan partisipasi semua pihak. Salah satu kekuatan yang kita miliki adalah potensi dan kekuatan dari relawan penanggulangan bencana,” tandasnya.

Sebagai informasi, peringatan HKB 2022 ini dilanjutkan dengan latihan evakuasi bencana mandiri secara serentak di enam titik, antara lain Desa Tlogolele dan Desa Klakah, Kab. Boyolali, Desa Kemiren, Kab.Klaten, Desa Balerante Kab.Klaten, Desa Galagaharjo, Kab.Sleman dan Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta.

Hadir pula dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, Kepala BMKG Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Muda TNI Henri Alfiandi, Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, Perwakilan Pemerintah Provinsi DIY, Perwakilan Perguruan Tinggi, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng dan Jogja.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, serta Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi.

Jamaah Didorong Tak Hanya Baca Qur’an, Tapi Juga baca Tafsir dan Terjemahnya

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Marpuji Ali, Ketua Takmir Masjid Kottabarat menjelaskan pengajian Nuzulul Quran diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman para jamaah tentang Al quran dan seluk beluknya sehingga menambah kecintaan terhadap Al quran.

“Dalam rangka meningkatkan pemahaman para jamaah yang setiap Ahad datang ke sini, terutama tentang Al quran dan seluk beluk yang ada padanya,” jelas Bendahara Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut dalam Pengajian Nuzulul Qur’an Masjid Kottabarat Solo, Ahad (24/11).

Marpuji mengharapkan pengajian ini dapat semakin menambah kecintaan jamaah terhadap Al quran. Ia mengimbau para jamaah agar  tidak hanya membaca atau tadarus Al quran, tetapi juga terjemahnya.

“Bahkan jemaah juga bisa membaca dan mempelajari tafsir Al quran, di kalangan Muhammadiyah bisa mempelajari kitab tafsir At Tanwir yang diterbitkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara itu, hadir pula Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir. Ia menekankan pentingnya untuk mempelajari tafsir Al quran sebagai dasar untuk pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pengajian Nuzulul Quran digelar di Masjid Kottabarat secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan. Pengajian yang mengangkat tema “Mencerahkan Semesta Bersama Al quran” dihadiri kurang lebih 500 jemaah.

Tafsir mengapresiasi antusiasme dan semangat para jamaah yang hadir di Masjid Kottabarat untuk mengikuti pengajian Nuzulul Quran.

“Atas nama PWM Jawa Tengah, saya mengapresiasi jemaah yang sudah sedemikian tekun, rajin, dan bersemangat untuk hadir di pengajian Ahad pagi hari ini. Mudah-mudahan mereka semakin paham tentang Al quran sehingga dengan pemahaman yang ada bisa mengamalkannya,” jelasnya.

Tafsir pun mengharapkan semoga pengajian ini terus berlangsung dan menjadi sumber pencerahan, ilmu, dan keimanan serta ketakwaan masyarakat Muhammadiyah Kottabarat pada khususnya dan Solo pada umumnya.

“Masjid ini adalah sumber pencerahan, ajang mencari ilmu, dan mengamalkan Islam. Dari sinilah Islam akan terpancar,” tuturnya. (md)